December 05, 2016

Membaca basmallah dengan sirr atau jahr sebelum membaca Al Fatihah dalam shalat ?

Manakah yang lebih afdhal antara membaca  basmallah dengan  sirr atau jahr  sebelum membaca ummul kitab ( Al Fatihah  ) dalam shalat ?

Jawab :

Dalam hal ini para ulama salaf berselisih pendapat, masing – masing dari mereka memiliki dalil yang kuat.

a. Kelompok pertama mereka berpendapat bahwasanya basmallah lebih afdhal dibaca dengan sirr, berdasarkan dalil dari hadits berikut :

عَنْ أَنَسٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ فَلَمْ أَسْمَعُ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَفِي رِوَايَةٍ وَكَانُوْا يَسْتَفْتِحُوْنَ بِاْلحَمْدِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ لاَ يَذْكُرُوْنَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  فِي أَوَّلِ قِرَاءَةِ وَلاَ فِي آخِرِهِ

Dari Anas t ia berkata, “Saya shalat bersama Rasulullah e, Abu Bakar, Umar, dan Utsman y. Maka saya belum pernah mendengar salah satu dari mereka membaca basmallah.” Dalam riwayat yang lain  mereka mengawali ( shalatnya) dengan alhamdu lillahi rabbil ‘alamin, dan tidak menyebut basmallah di awal maupun di akhir bacaan.” (HR. Muslim)

Inilah pendapat yang dipegang oleh para khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman , dan Ali bin Abi Thalib), Imam Ahmad, dan Abu Hanifah.

b. Adapun kelompok yang kedua, mereka berpendapat bahwasanya menjahrkan bismillah itu lebih afdhal, berdasarkan dalil :

عَنْ جَعْفَرَ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ اجْتَمَعَ آلُُ مُحَمَّدٍ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَارَ الْجَهْرِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dari Ja’far Bin Muhammad t ia berkata,“Sesungguhnya keluarga Muhammad e telah sepakat atas jahrnya Bismillahirrahmaanir-rahim.” (HR. Al Baihaqi)

Dan Imam Ahmad berpendapat menurut hadits yang diriwayatkan oleh Umar yang artinya “Bahwasanya Rasulullah e menyatakan baik kalau ada sese-orang yang membaca do’a iftitah setelah itu membaca ta’awudz kemudian mem-baca Al Fatihah dengan menjahrkan basmalah.”

Kesimpulan:

Karena kedua pendapat memiliki dalil-dalil yang kuat maka keduanya afdhal baik sirr maupun jahr. Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

  • Shahih Muslim IV/94.
  •  Rowai’ul Bayan Tafsir Ayatil Ahkam  I/52
  • Sunanush Shagir I/131
  • Zadul Ma’ad hal. 19.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *