December 07, 2016

Menjawab Tuduhan Bahwa Al Qur’an Salah Hitung

Jika yang meninggal memiliki WARISAN Rp. 30.000.000 dan mempunyai, sbb:
SEORANG suami
2 Saudara Perempuan

TAK MEMILIKI ANAK
Seorang SUAMI akan mendapatkan 1/2 x Rp. 30.000.000 = Rp. 15. 000.000, sesuai Q 4:12 (Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak.)
DUA saudara perempuan akan mendapatkan 2/3 x Rp. 30.000.000 = Rp. 20.000.000, sesuai Q 4:176 (tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.)
TOTAL yang MESTI DIBAYAR= Rp. 35.000.000, PADAHAL WARISAN hanya Rp. 30.000.000

Ilmu faroidh sebagai ilmu agama yang paling pertama dicabut dari ummat islam, memang jarang ada yang mendalaminya. Karena selalu berkutat dengan angka,sehingga membuat sebagian orang malas mempelajarinya yang tentu saja berakibat tidak dijalankannya syariat islam ini. Dan  mungkin inilah kenapa netter kristen memahami celah ini dan memanfaatkanya.

Dalam membagi harta waris tidaklah dengan cara langsung begitu saja, misalkan suami mendapat bagian ½ maka ia akan mendapat separuh dari harta. Namun ada metode tersendiri dalam menyelesaikannya, yaitu yang disebut dengan Tashihul mas’alah.

Untuk lebih jelasnya kita lihat table di bawah ini. Dengan kasus yang telah kita baca di atas.

 

Keterangan :

Pertama : Setelah kita tahu akan bagian masing-masing ahli waris mak tugas kita selanjutnya adalah mencari asal masalah, dengan cara mencari KPK dari penyebut bagian ahli waris. Contoh di atas adalah suami penyebutnya adalah 2 dan saudara pr adalah 3 maka ketemulah angka 6 inilah asal masalahnya.

Kedua : Kemudian setelah itu, maka bagian setiap ahli waris kita ubah penyebutnya dengan angka 6 sesuai dengan asal masalah yang sudah kita tentukan di langkah pertama, hasilnya adalah suami 3/6 dan saudara pr 4/6, namun sayangnya dalam pembagian ini ada hal yang berbeda yaitu yang dinamanakan ‘aul.Hal ini dikarenakan jumlah bagian setiap ahli waris jika dijumlahkan maka jumlahnya 7/6 yang penyebutnya lebih kecil sehingga hari diAULkan menjadi 7 agar sama dengan pembilagnnya. Maka penyebutnya pun diubah menjadi 7 dan pembilang tetap sama. Sehingaa bagian suami adalah 3/7 dan saudara peremuan adalah 4/7

Ketiga : Barulah dari sini kita membagi harta warisan. Dengan cara mengalikan harta dengan bagian setiap ahli waris.

Wallahu a’lam

Keterangan tambahan :

Aul  adalah bertambahnya jumlah bagian yang di tentukan dan berkurangnya bagian masing-masing waris.Terjadinya masalah aul adalah apabila terjadi angka pembilang lebih besar dari angka penyebut (misalnya 8/6), sedangkan biasanya harta selalu dibagi dengan penyebutnya, namun apabila hal ini dilakukan akan terjadi kesenjanagn pendapatan, dan sekaligus menimbulkan persoalan, yaitu siapa yang lebih ditutamakan dari pada ahli waris tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *