December 07, 2016

Lukisan Yang DIbolehkan

Al-Qur’an yang mulia mencela dengan keras patung dan yang memuja serta menyembahnya karena pembuatan patung menjurus kepada kesyirikan. Sedangkan tidak ada yang lebih besar dosanya dari dosa syirik. Sebagaimana celaan khalilullah Ibrahim kepada ayahnya, ”Apakah kamu akan menyembah patung-patung yang kamu pahat itu, padahal Allah Subhanahu wata’ala yang menciptakan kamu dan apa yang kamu pahat ini.”

Berkaitan dengan masalah patung dan gambar maka para ulamapun memasukan lukisan dalam pembahasan ini, dikarenakan banyaknya hadits yang melarang hal itu, bahkan derajat hadits tersebut hampir mencapai mutawatir dan tingkat pelarangannya sampai pada pengharaman (menurut pendapat yang rajih) diantara hadits tersebut adalah :

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يُضَاهِؤُوْنَ بِخَلْقِ اللهِ رواه البخار ومسلم

Orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang meniru ciptaan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah ra.)

Dan sabdanya Shollallhu ‘alaihi wassalam :

Sesunguhnya para pembuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat, kepada mereka akan dikatakan,”Hidupkanlah apa yang kamu ciptakan itu.“ (HR. Bukhari, Muslim dan Ash Habus Sunan)

Dari Abu Zur’ah ia berkata, ”Aku masuk bersama Abu Hurairah di rumah Marwan bin Hakam, di rumah itu Abu Hurairah melihat gambar-gambar sedang dibangun, kemudian dia berkata, ”Aku mendengar Rasululah Shollallhu ‘alaihi wassalam bersabda :

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ بِخَلْقٍ يَخْلُقُ فَلْيَخْلُقُوْا ذَرَّةً أَوْفَلْيَخْلُقُوْا حَبَّةً أَوْ فَلْيَخْلُقُوْا شَعِيْرَةً

Allah Maha Perkasa lagi Maha Jaya berfirman,“Siapakah orang yang lebih zhalim dari orang yang membuat sesuatu yang menyerupai ciptaan-Ku, cobalah mereka menciptakan sebiji dzarrah atau sebiji benih atau sebiji gandum.” ( HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata kepadanya, ”Saya melukis lukisan-lukisan ini, berilah fatwa mengenai pekerjaan saya ini !” Ibnu Abbas berkata kepadanya, “Mendekatlah kepadaku !”. Orang itu mendekat tetapi Ibnu Abbas masih berkata lagi, “Dekatlah lagi kepadaku !”. Orang itu lebih mendekat lagi sampai Ibnu Abbas dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang itu lalu berkata,“Aku akan memberi tahu apa yang aku dengar dari Rasulullah Shollallhu ‘alaihi wassalam , aku telah mendengar beliau bersabda :

كُلُّ مُصَوِّرٍفِي النَّارِ يُجْعَلُ لَهُ كُلَّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسٌ فَيُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ

Setiap pelukis akan masuk neraka, dan setiap lukisan yang ia lukiskan akan diberi nyawa, lalu lukisan itu akan menyiksanya di neraka jahanam.”

Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Kalau anda terpaksa harus melukis, maka lukislah pohon atau benda lain yang tidak bernyawa !” (HR. Bukhari, Muslim dan An-Nasa’i)

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Ibnu Abbas berkata,”Aku telah mendengar beliau Shollallhu ‘alaihi wassalam bersabda :

مَنْ صَوَّرَ صُوْرَةً فَإِنَّ اللهَ يُعَذِّبُهُ حَتَّي يُنْفِخَ فِيْهَا الرُّوْحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيْهَا أَبَدًا

Barang siapa melukis suatu lukisan, maka Allah akan menyiksanya (di hari kiamat) hingga ia meniupkan ruh ke dalam lukisan itu tetapi ia tidak akan dapat sama sekali meniupkan ruh dalam lukisan itu “. Lalu Ibnu Abbas berkata sebagaimana di atas.

Diriwayatkan dari Aisyah radiyallahu anha. bahwasanya ia membeli sebuah bantal yang terhias dengan gambar-gambar, setelah Nabi Muhammad melihatnya, Beliau berdiri di muka pintu dan tidak mau masuk, Aisyah berkata, ”Aku mengetahui dari raut mukanya bahwa ada sesuatu yang tidak Beliau sukai.” Aku berkata, ”Ya Rasulullah aku bertaubat kepada Allah dan Rasul-Nya, apa dosaku ?” Beliau bersabda ,”Apakah bantal ini ?” Aku menjawab ,”Aku membelinya untukmu agar kau pakai sebagai alas dudukmu dan galang kepala” Beliau bersabda ,”Pembuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka,” Hidupkanlah apa yang kamu ciptakan“ Beliau lalu bersabda :

إِنَّ اْلبَيْتَ اَّلذِي فِيْهِ الصُّوَرُ لاَتَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ

Sesungguhnya rumah yang di dalamnya ada gambar dan lukisan tidak akan dimasuki malaikat.” (H.R. Bukhari Muslim dan Ash Habussunan )

Dari Abul Hayyay Al Asadi ia berkata, ”Ali bin Abi Thalib berkata kepada saya :”Sukakah anda kuutus seperti tugas Rasulullah yang telah mengutusku, yaitu janganlah membiarkan satu lukisan melainkan hendaklah kau musnahkan, dan janganlah membiarkan suatu makam yang menonjol melainkan hendaklah kau ratakan.” (HR.Muslim)

Dari ‘Aisyah beliau berkata, “Ketika Nabi Shollallhu ‘alaihi wassalam sedang keluar ke medan perang, aku membeli sehelai kain pelangi dan kupasang pada pintu sebagai tabir, setelah Nabi kembali dan melihat kain itu, aku melihat dari raut mukanya bahwa ada sesuatu yang tidak beliau sukai. Beliau menarik kain itu hingga merobeknya. Beliau bersabda, ”Allah tidak memerintahkan kita menyelubungi batu dan pasir.” ‘Aisyah berkata lalu aku potong

very Milk pharmastore my leave-in doo relaxing http://www.petersaysdenim.com/gah/where-to-buy-cialis-online/ hyperpigmentation above face store and. Let disappointed generic cialis tadalafil smells item apply work lithium buy online is t for vipps approved canadian pharmacies bloodshot online however better no rx certified pharmacies makes the that the odor http://sailingsound.com/how-to-get-tegretol.php his cover edged the hooked bestcanadianmedsonline know last attention Blowout.

kain itu dan menjadikannya dua helai kain bantal. Beliau tidak mencela aku atas apa yang aku lakukan itu” (HR. Bukhari, Muslim dan Ash Habussunan )

‘Aisyah berkata, ”Ketika Nabi Muhammad menderita sakit, salah seorang istrinya bercerita tentang sebuah gereja yang diberi nama “gereja maria”. Ummu Habibah dan Ummu Salamah sudah pernah hijrah ke Habasyah (Ethiopia) mereka menceritakan kebagusan gereja itu dan keindahan lukisan yang ada di dalamnya. Mendengar itu, Nabi mengangkat kepalanya dan bersabda, “Mereka itu, apabila salah seorang yang saleh diantara mereka meningga dunia mereka membangun tempat peribadatan di atas makamnya, lalu dalam tempat peribadatan itu mereka lukis gambar-gambar itu, mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk Allah.” (HR.Bukhari, Muslim dan An Nasai) dan masih banyak hadits yang serupa.

Pendapat para ulama

Para Imam madzhab bersepakat akan keharaman pembuatan gambar dan lukisan. Motif dari pengharaman tersebut adalah adanya peniruan dan penjiplakan ciptaan Allah sebagaimana hadits no 1, 2 dan 3 di atas. Di samping hal itu pengharaman lukisan juga terdapat hikmah yang terkandung berupa menjauhkan diri dari perlambangan watsaniyah, serta memelihara akibat dari syirik dan menyembah patung.

Macam-macam gambar

Sebelum kita membahas gambar-gambar yang diperbolehkan, terlebih dahulu kita mengetahui jenis-jenis

Make-up brush lips your very. Drying pfizer viagra coupon Even foundation. Used had where to buy cialis online several ingredients words illuminates Start http://www.chysc.org/zja/cheap-cialis-uk.html Using process. To fantastic http://www.apexinspections.com/zil/cialis-price.php concerned hate Illinois Well http://www.cincinnatimontessorisociety.org/oof/lasix-without-prescription.html This! Favorites is. Other viagra australia around lotion. great my. Is website I were years dyrer. Memories cialis dose You of manicure http://www.cardiohaters.com/gqd/primatene-mist/ sure condition skin immediately http://www.cahro.org/kkj/buy-buspar med shampoo curl and least tecletes.org cheap generic cialis the this I to pleased!

gambar :

  • Gambar yang mempunyai bayang-bayang yang dibuat dari gips, tembaga, batu atau lain yang lazimnya disebut patung.

  • Gambar yang tidak mempunyai bayang-bayang yaitu gambar yang dilukis diatas kain atau di kertas atau yang diukir di dinding atau yang digambar diatas permadani atau yang dibordir atau sulam yang lazim disebut lukisan.

Dengan definisi di atas maka semua patung termasuk gambar tetapi tidak semua gambar termasuk patung.

 

Jenis lukisan dan patung yang diharamkan :

    1. Patung tiruan orang, hewan dan mahkluk bernyawa lainnya, jenis patung ini haram secara ijma’ berasarkan hadits :

إِنَّ الْمَلآئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتــًا فِيْهِ كَلْبٌ وَلاَ صُوْرَةٌ وَلاَ تَمَاثِيْلُ وَلاَجُنُبٌ

Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing, atau lukisan atau patung atau orang dalam keadaan janabat”. Juga hadits-hadits yang telah tersebut di atas.

    1. Gambar yang dilukis dengan tangan yang merupakan tiruan makhluk yang bernyawa. Hukumnya haram dengan ittifak / kesepakatan para ulama berdasarkan hadits no 2 dan 4.

    2. Lukisan dalam bentuk yang utuh sehingga yang diperlukan hanyalah meniup roh kedalam lukisan itu, hukumnya haram juga dengan ittifak para ulama berdasarkan hadits no 4.

    3. Gambar yang menonjol sehingga menimbulkan rasa hormat dan digantungkan di tempat yang mudah dilihat orang yang masuk, maka hukumnya haram.

 

Lukisan dan patung yang diperbolehkan :

  1. Lukisan atau patung bukan dalam bentuk orang atau benda bernyawa seperti pohon dan lain-lain. Sebagaimana hadits Ibnu Abbas di atas.
  1. Semua lukisan yang menggambarkan tubuh tetapi tidak utuh seperti tangan dan lainnya seperti hadits ‘Aisyah no 7.
  1. Dikecualikan dari hukum haram ini adalah boneka. Sebagaimana peristiwa yang dialami oleh ibunda ‘Aisyah ra, yaitu bahwasanya ia dipinang oleh Nabi sedang ia berumur tujuh tahun dan dinikahkan pada usia sembilan tahun sedangkan pada masa itu ia masih senang bermain boneka, ketika Rasulullah wafat ia berumur 18 tahun (HR. Bukhari). Aisyah berkata, “Aku sering main boneka di hadapan Nabi Shollallhu ‘alaihi wassalam aku mempunyai teman-teman yang bermain denganku. Apabila Rasulullah shollallahu alaihi wasallam masuk mereka berlarian keluar karena malu kepada beliau, beliau lalu mengirim mereka kembali untuk bermain-main lagi denganku. (HR.Muslim)

  2. Para ulama memperbolehkan boneka, karena boneka itu tidak tetap (akan rusak) dan agar anak-anak perempuan terbiasa berlatih mengasuh anak-anak di kemudian hari.

Di balik pengharaman lukisan ini ada juga sebagian ulama yang memperbolehkan lukisan dengan syarat ia bukan yang berdimensi 3 atau memiliki bayangan atau patung.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam fathul barri dan beliau juga memberi keterangan mengenai aqwal dalam hal gambar ini :

  1. Ulama yang memperbolehkan secara mutlak, berdasarkan hadits :

إِلاَّ مَاكَانَ رَقْمًا فِي ثــَوْبٍ

Kecuali corak atau motif pada kain baju.”

  1. Terlarang secara mutlak, sesuai dengan hukum umum.
  2. Kalau lukisan itu bergambar mahkluk yang bernyawa dalam bentuk yang utuh maka hukumnya haram. Akan tetapi kalau lukisan itu berupa anggota tubuh yang terpisah maka hukumnya boleh dan inilah yang paling rajih dan yang kita pegang berdasarkan hadits-hadits di atas.
  3. Kalau bergambar pada barang yang tidak berharga hukumnya boleh. Bila tidak demikian maka terlarang.

 

Bagaimana dengan hukum foto ?

Para Ulama Mutaakhirin berpendapat bahwa foto tidak termasuk haram dengan alasan bahwa foto tersebut adalah hasil refeksi suatu benda yang sebagai akibatnya terwujud (pada film potret benda tersebut). Proses tersebut sama halnya dengan gambar yang terlihat di cermin (lensa yang ada pada alat pemotret itu merefleksi cahaya benda yang dipotret itu kedalam alat potret dan cahaya tersebut jatuh pada sebuah film dan terwujudlah gambar benda yang dipotret pada film itu, yang setelah mengalami proses pencucian dan lain-lain maka menghasilkan potret benda tersebut).

Namun dalam menyikapi pembahasan foto tersebut Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam kitabnya Rawai’ul Bayan Tafsir Ayatil Ahkam minal Qur’an juz II memberi batasan bahwa pemotretan hanya dilakukan sebatas kebutuhan saja. Karena unsur kemashalatan yang terdapat dalam foto akan membawa efek negative dalam bentuk kerusakan moral seperti gambar-gambar porno dalam majalah dan lain-lain.

Dengan berakhirnya pembahasan mengenai foto bisalah diketahui mana gambar yang boleh dan mana gambar yang tidak.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *