December 09, 2016

Orang Mukim Bermakmum Kepada Musafir

Mungkin anda pernah mengalami kejadian semacam ini, anda mendapati seorang yang sedang sholat di masjid, kemudian anda langsung menjadikannya sebagai imam. Ternyata orang yang anda jadikan imam itu adalah seorang musafir yang melakukan sholat qoshor, padahal anda bukanlah musafir. Lalu apakah kita harus mengikuti imam dengan mengqoshor sholat?

Telah kita ketahui bersama bahwa seorang musafir mendapatkan rukhshah didalam shalatnya yang berjumlah empat raka’at untuk diqashar menjadi dua raka’at dan ini hukumnya sunnah muakkadah (sangat ditekankan). Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Rodiyaallahu ‘anhu ia berkata,”Sesungguhnya Allah mewajibkan lewat lisan Nabi kalian shalat dua raka’at bagi musafir, empat raka’at bagi orang yang mukim, dan satu raka’at saat khauf.” (HR.Abu Dawud)

 Kemudian jika seorang yang mukim berma’mum kepada seorang musafir, para ulama’ telah berijma’ bahwa setelah imam mengakhiri shalatnya pada raka’at kedua, orang mukim yang menjadi makmum harus menyempurnakan shalatnya.

 Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Imron bin Husein Rodiyaallahu ‘anhu katanya,”Aku pernah berperang bersama Nabi Shollollahu ‘alaihi wassalam dan aku turut serta Fathul Makkah beliau tidak mengerjakan shalat selain dua raka’at dan berkata,”Wahai penduduk negeri shalatlah empat raka’at! sebab kami orang yang bersafar.”

 Begitu juga dengan Umar bin Khaththab Rodiyaallahu ‘anhu apabila beliau berkunjung ke Makkah, beliau mengimami penduduk Makkah dua raka’at lantas berkata,”Wahai penduduk Makkah sempurnakanlah shalat kalian karena kami adalah orang yang sedang bersafar.” (HR.Baihaqi)

 Oleh karena itu seyogyanyalah jika seorang musafir mengimami orang-orang mukim dalam shalat yang beraka’at empat, hendaknya dia memberitahu mereka, bahwa dia akan mengerjakan shalat seorang yang bersafar yaitu dua raka’at seperti perkataan,”Sempurnakanlah shalat kalian (empat raka’at) karena kami sedang bersafar.”

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi

  • At Tamhid XVI/311-312 & 315

  • Shahih Bukhari I/177

  • Shahih Muslim IV/158

  • Al-Muhalla VII/18

  • Musnad Imam Ahmad II/526

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *