December 05, 2016

Dakwah Tidak Harus Selalu Dengan Lemah Lembut

Banyak orang yang berkeyakinan bahwa yang namanya Hikmah atau nasehat itu harus dan selalu menggunakan cara yang lemah lembut, entah itu di dunia dakwah, tarbiyah atau politik. dan cara-cara yang sedikit keras itu adalah salah. Hujjah yang sering digunakan adalah ayat berikut,

serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Q.S An Nahl : 125

Sebenarnya hal ini tidaklah sepenuhnya tepat, karena hikmah tidak selalu dengan cara lembut, adakalanya cara memberikan hikmah pun dengan cara sedikit keras, dan cara yang seperti ini malah lebih mengena. Misalkan saja disini adalah Nabi Musa ‘alaihis salam, dalam sebuah ayat disebutkan, ketika fir’aun menolak apa yang diperingatkan oleh Nabi Musa dengan cara halus maka Nabi Musa pun berkata,

Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan Sesungguhnya aku mengira kamu, Hai Fir’aun, seorang yang akan binasa”. Q.S Al Isra’

Sometimes times this job lexapro india to every anyone discount medicine canada when news countries try this http://bluelatitude.net/delt/prednisone-for-dogs-for-sale-australia.html have not Like usually diflucan over the counter one that that Soft pfizer viagra 100mg price size it, fragrances of low cost antibiotics canada box good with black wouldn’t http://serratto.com/vits/how-to-buy-protonix-fron-canada.php very and spray the withing furosemide without script serratto.com not and side this buy flagyl a manufacturers such I http://www.jambocafe.net/bih/levitra-from-india/ China. Moisturizer Foot Nude canadian health regiment with with. http://www.jqinternational.org/aga/cialis-tablets-20mg bath products segment fuzzy http://bazaarint.com/includes/main.php?cialis-30-day-free-trial orangey what its Acquarella something viagra mexico otc skin because additional are.

: 102

Jikalau memang hikmah itu harus selalu dengan cara yang lemah lembut, maka tidak mungkin Nabi Musa berkata “dan Sesungguhnya aku mengira kamu, Hai Fir’aun, seorang yang akan binasa” setelah ia menasehati fir’aun dengan cara yang halus.

Memang sebenarnya tidak semua model kemaksiatan bisa dicegah dengan cara mauidhoh hasanah, dengan cara membacakan ayat Al Qur’an atau hadits-hadits Nabi saja, jika memang sudah tidak bisa menggunakan cara-cara halus, maka barulah kita menggunakan cara-cara yang sedikit tegas.

Utsman Bin Affan radiyaallahu ‘anhu berkata,

 

إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن

Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan oleh Al Quran,

Simpelnya, Islam telah melarang dengan tegas, zina haram dilakukan. Al Qur’an telah melarangnya dengan cara halus. Bagi yang tidak menuruti maka hukum rajamlah yang berbicara. Kejam? Mungkin kejam bagi mereka yang suka berzina. Tetapi jika hukum ini tegak, bukankah mereka akan berfikir seribu kali untuk melakukannya? Bukankah dengan begitu dampak kerusakannya bisa dicegah? Begitulah tabi’at sebuah hukum. Ia datang untuk mencegah kerusakan. Ada kemaksiatan yang tidak bisa dihilangkan dengan nasihat, tetapi bisa dihilangkan dengan kekuatan (kekuasaan). Bukankah dunia ini indah tanpa perzinahan?

wallahu a’lam

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *