December 09, 2016

Hukum Sholat Bagi Orang Yang Isbal

Tidak jarang kita menemui orang yang beranggapan bahwa sholatnya orang yang musbil adalah batal. berdasarkan hadits bahwa Allah ta’ala tidak menerima sholat orang yang musbil, ternyata sholatnya orang yang isbal tetap sah dan tidak batal, berikut uraiannya.

Sebelum menguraikan masalah di atas perlu kita ketahui terlebih dahulu apa yang di maksud dengan isbal. Isbal adalah mengulurkan kain atau celana sampai di bawah mata kaki karena sombong. berdasarkan hadits :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ : لاَيَنْظُرُاللهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ إِلَي مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا

Dari Abi Hurairah bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Allah Ta’ala tidak akan melihat kepada orang yang menyeret kain sarungnya (melebihi mata kaki) karena sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan Sabdanya :

مَاأَسْفَلَ مِنَ اْلكَعْبَيْنِ مِنَ اْلإِزَارِ فَهُوَ فِي النَّارِ

Apapun yang menjulur di bawah mata kaki dari pakaian maka tempatnya di dalam neraka” (HR. Bukhari Muslim)

ثـَلاَثــَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُإِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ الْمُسْبِلُ وَ اْلمَنَّانُ وَاْلمُتــَّفِقُ سِلْعَتــَهُ بِالْحَلْفِ الْكَذِبِ

Tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Pada hari kiamat, serta tidak akan di pandangnya, dan tidak pula di sucikan yaitu : orang yang mengulurkan kainnya, orang yang suka mengungkit – ungkit kebaikannya dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Dari hadits – hadits diatas dapat diketahui bahwasanya isbal itu haram bahkan termasuk  salah satu dosa besar. Lalu bagaimana dengan isbal dalam shalat ? Menurut sebagian ulama seorang yang isbal dalam shalat, maka shalatnya tidak diterima dan tidak sah serta harus diulangi lagi berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : بَيْنَمَا رَجُلٌ يُصَلِّى مُسْبِلاً إِزَارَهُ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص.م اذْهَبْ فَتـَوَضَّأْ فَذَهَبَ فَتـَوَضَّأَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : يَارَسُوْلَ اللهِ مَالَكَ أَمَرْتَهُ أَنْ يَتــَوَضَّأَ ؟ ثُمَّ سَكَتَ عَنْهُ قَالَ إِنَّهُ كَانَ يُصَلِّى وَهُوَ مُسْبِلاً إِزَارَهُ وَإِنَّ اللهَ لاَيَقْبَلُ صَلاَة َرَجُلٍ مُسْبِلاً

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Pada suatu ketika seseorang shalat dengan memakai kain yang melibihi mata kaki maka Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pergi dan berwudu’lah !” maka Ia pun pergi dan berwudu’, kemudian seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam mengapa Engkau menyuruh orang itu pergi dan berwudu’? Kemudian Beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam diam, lantas bersabda, “Karena ia shalat dengan memakai kain sampai di bawah mata kaki dan sesungguhnya Allah tidak akan menerima shalat seseorang yang memakai kain sampai di bawah matakaki.” (HR. Abu daud)

 Memang hadits diatas menerangkan tentang tidak diterimanya shalat dalam keadan isbal, tetapi isbal dalam shalat bukan penyebab batalnya shalat akan tetapi isbal merupakan hal yang diharamkan dalam shalat. Para ulama mengkategorikan hadits tersebut sebagai hadits dha’if sehingga tidak bisa dijadikan hujjah maka hadits itu dibawa kepengertian tentang kerasnya ancaman bagi orang yang shalat dalam keadaan isbal. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa orang yang shalat dalam keadaan isbal, shalatnya tetap sah ditinjau dari hukum fiqih, tetapi berdosa karena mengerjakan hal-hal yang diharamkan. Masalah diterima dan tidaknya itu dikembalikan kepada Allah Ta’ala karena Dialah yang Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya.

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi

  • Al Kaba’ir hal. 323

  • Syarah Riyadush Shalihin Syaikh Muhammad Sholeh Al ‘Utsaimin III/88

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *