December 09, 2016

Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat Syukh.

Suatu ketika Abdur Rahman bin Auf sedang bertowaf di baitul haram kemudian beliau berdoa,

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ


Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat Syukh (pelit lagi tamak terhadap dunia), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung.

Do’a diatas diambil dari firman Allah Ta’ala dalam surat Ath Taghobun ayat 16,

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Asysyukh adalah bakhil yang paling sangat, oleh karena itu Al Qur’an sebelum mengabarkan sifat asy syukh  di dahului dengan sifat-sifat itsar dari orang-orang yang beriman.

وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan.”

Ibnu katsir menafsirkan pada ayat وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ yaitu barangsiapa yang selamat dari kekikiran maka ia telah sungguh beruntung dan selamat.

Abdullah bin Umar radiyallahu anhu juga menerangkan maksud dari asy syukh bahwa asy syukh itu tingkatan bakhil yang paling tinggi, karena seorang syakhikh (orang yang kikir) akan merasa kurang cukup atas apa yang ia miliki kemudian ia menyimpannya, dan ia juga merasa iri tidak senang atas harta yang dimilki orang lain sampai ia mengambilnya. Sedangkan seorang yang bakhil itu hanya atas hartanya.

Sedangkan Ibnu Mas’ud Radiyallahu anhu menerangkan kata asy syukh yaitu seseorang yang menginginkan apa yang bukan miliknya.

Sifat asy syukh merupakan sifat yang ada dalam setiap manusia, sifat yang membuat kita dibenci orang yang ada disekitar kita. tidak lengkap rasanya jika tokoh jahat dalam sebuah drama jika tidak ada sifat asy syukh dalam dirinya. Rasullah shollallahu ‘alaihi wassalam mewasiatkan kepada kita untuk berlaku ridho,yang merupakan kunci untuk menghilangkan sifat asy syukh dalam diri kita.

“Waspadailah terhadap hal hal yang haram maka kamu akan menjadi manusia yang paling beribadah, dan ridhailah apa yang telah Allah bagikan untukmu maka kamu akan menjadi manusia paling kaya, dan berbuat baiklah kepada tetangga maka kamu akan menjadi beriman, dan senangilah untuk manusia apa yang kamu senangi untuk dirimu maka kamu akan menjadi muslim (yang baik), dan jangan banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”

H.R Imam Ahmad.

As syukh termasuk dari perkara-perkara yang menghancurkan umat.

Rasullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Hindarilah kezhaliman, karena kezhaliman itu adalah mendatangkan kegelapan pada hari kiamat kelak! Jauhilah As syukh, karena As syukh itu telah mencelakakan (menghancurkan) orang-orang sebelum kalian yang menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan yang diharamkan.” H.R Muslim

Dalam riwayat lain diteruskan

“dan hati-hatilah kalian dari sifat bakhil, karena sesungguhnya sifat bakhil telah membinasakan orang-orang terdahulu, karena jika sifat bakhil itu memerintahkan untuk memutuskan hubungan kekerabatan mereka pun memutuskan hubungan, dan jika memerintahkan untuk bakhil mereka pun bakhil, dan jika memerintahkan untuk berbuat jahat mereka pun berbuat jahat.” H.R Ahmad.

Dalam beberapa ayat pun Allah Ta’ala sangat mencela yang namanya sifat bakhil, dan juga Rasullah pun mencela orang-orang yang bakhil yaitu orang yang tidak mau menunaikan zakat. Parahnya lagi  ada pula segolongan bukan hanya bakhil namun juga mengajak dan memerintahkan kepada kebakhilan. Manusia yang seharusnya berjiwa sosial akhirnya lebih mementingkan dirinya sendiri. ketika ada saudaranya yang membutuhkan ia lebih memilih untuk menutup matanya karena takut hartanya akan berkurang ketika menolong sesama. selalu merasa iri atas apa yang dimiliki orang lain dan merasa bahagia jika ia bisa merebutnya.

“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan Menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.” Q.S An Nisa’ 37

Keburukan dari asy syukh bukan sampai disini saja, Asy syukh juga merupakan salah satu tanda kemunafikan, dan kurangnya iman dalam diri seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan berkumpul antara sifat syukh (pelit) dan iman dalam diri seorang muslim” H.R Ahmad

bisa dibilang. orang yang mempunyai sifat asy syukh tidak hanya dibenci oleh orang di sekitarnya karena kekikiannya tapi juga oleh Allah subhanahu wata’ala. orang seperti ini pun tidak ada harganya di dunia karena tidak memberi manfaat kepada siapapun justru malah memberatkan dan mempersulit orang lain.

 wallahu a’lam bishshowab

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *