December 09, 2016

Meletakkan Tangan Diatas Pusar Setelah Ruku’, Bid’ah Atau Bukan ?

Dalam hal ini memang termasuk dalam perkara yang bersifat ijtihadiyah.  Meletakkan tangan di atas dada setelah ruku’ hukumnya menurut sebagian ulama adalah sunnah. Berdasarkan hadits dari Sahl bin Sa’ad radiyaallhu ‘anhu ia berkata :

كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُوْنَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ اْليُمْنَي عَلَى ذِرَاعِهِ اْليُسْرَي فِى الصَّلاَةِ  – روه البخاري وأحمد ومالك فى الموطأ-

 “Orang-orang disuruh agar laki-laki meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri sewaktu shalat.” (HR. Al Bukhari, Ahmad dan Malik)

Berkata Abu Hazim “Tiada lain yang saya ketahui hanyalah bahwa hal tersebut diterimanya dari Nabi shollallahu alaihi wasallam sebagai sumbernya. Hadits ini menunjukkan bahwa tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri baik sebelum ruku’ maupun sesudahnya. Dan inilah yang ditunjukkan oleh sunnah Nab shollallahu alaihi wasallam.”

Berbeda dengan Syaikh Nasirudin Al-Albani yang menganggapnya bid’ah (bisa dibuka dalam kitab sifat shalat Nabi shollallahu alaihi wasallam karangan beliau mengenai hujahnya). Namun beliau tidak menganggap ulama Saudi (seperti Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, Ibnu Utsaimin, Syaikh Al Jibrin dan lain-lain yang berpendapat bahwa ia sunnah) sebagai mubtadi’, karena hal ini merupakan amalan yang bersifat ijtahidiyah sehingga tidak boleh sembarang memvonis selama masih terbuka pintu ijtihad.

Dibedakan dari ketentuan di atas adalah sewaktu ruku’ dan sujud dan duduk antara dua sujud karena pada kondisi tersebut Nabi shollallahu alaihi wasallam menerangkan kekhususannya.[1]

Kemudian mengenai hukum meletakkan tangan diatas pusar terdapat sebuah hadits mauquf yang sampai kepada Ali bin Abi Thalib dan dari seorang tabi’in yaitu Said bin Jubair (HR. Abu Daud) yang menerangkan tentangnya, dan pengarang kitab “ Tuntunan Shalat menurut riwayat Hadits” hal ini diperbolehkan (Ustadz Muhammad Ihya Ulumuddin). Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

–          Fiqhul Islam Syarh Bulughil Maram.

–          Fiqhus Sunnah Lisy Syaikh Sayyid As Sabiq I/169.

–          Tuntunan Shalat Menurut Riwayat Hadits, Ust. M. Ihya’ Ulumuddin.



[1] Tapi dalam hal ini (meletakkan tangan diatas dada ketika I’tidal) masih terjadi khilafiyyah, karena tidak adanya hadits yang menerangkan secara khusus tentangnya. Wallahu A’lam – Ed.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *