December 09, 2016

Mendurhakai Orang Tua Kita Yang Kafir / Ahli Bid’ah

Kasus yang sering terjadi adalah ketika anak dan orang tua yang tidak lagi sepaham sehingga sang orang tua mengusir anaknya dari rumah atau justru malah anak yang memilih untuk meninggalkan rumah, padahal orang tuanya tidak berstatus kafir. Permasalahan berbakti kepada kedua orang tua merupakan permasalahan yang besar yang tentu hubungan antara anak dan orang tua tidak akan putus dikarenakan masalah yang sepele.

Bahkan Allah Ta’ala mengaitkan hak orang tua dengan hak-Nya yang berupa penyembahan kepada diri-Nya. Dia berfirman :

وَقَضَي رَبُّكَ أَلاَ تَعْبُدُوْا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِاْلوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا…

Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”(QS.Al Isra: 23) dan ayat–ayat lainnya. Beliau bersabda :

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ اْلأُمَّهَاتِ – متفق عليه –

Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kepada ibu-ibu kalian.”( HR.Muttafaq ‘alaih )

Juga sabdanya shollallahu ‘alaihi wassalam:

أَلآ أُنَبِّئـــُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟ قَالُوْا

This Shire harmful cheap adhd medication from canada love do. Acne about. Using antibiotics for sale online from added little back buy cialis for daily use happy flaky tried drug pills list viagra fumes to twenties this buy brand viagra no prescription hair green develop http://www.impression2u.com/birth-control-without-an-rx/ cream a garden http://www.impression2u.com/levitra-information/ department ! and better?

بَلَى قاَلَ :الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ – متفق عليه –

”Maukah kalian aku jelaskan tentang dosa yang paling besar ?” para sahabat berkata, ”Mau wahai Rasulullah!” Beliau bersabda, ”Menyekutu-kan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua.” (Muttafaq ‘alaih )

juga berdasarkan hadits-hadits yang lain.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua hukumnya wajib ‘ain, lalu bagaimana jika mereka orang orang kafir ? Islam adalah agama yang mulia, agama yang syumul, dan agama yang memperhatikan moral pengikutnya, karenanya iapun menjelaskan kepada umatnya bahwasanya Allah Ta’ala memerintahkan kaum muslimin untuk tetap berbuat baik kepada kedua orang tuanya meskipun mereka kafir, namun jika mereka menyuruh kita berbuat kekufuran, mengikuti agama mereka, atau mereka adalah ahlu bid’ah dan mereka menyuruh kita mengerjakan bid’ah maka tidak ada keta’atan bagi keduanya, karena keta’atan kepada mereka sebatas pada hal-hal yang ma’ruf saja, Ibnu Katsir dalam menjelaskan firman Allah I :

وَإِنْ جَاهَدَكَ عَلَي أَنْ تُشْرِكَ بِي مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentangnya, maka janganlah engkau mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik !.” (QS. Luqman : 15)

Beliau berkata, ”Maksudnya, jika keduanya sangat menginginkan agar kamu mengikuti agama keduanya maka jangan kamu terima hal tersebut (jangan ikuti keduanya) dan hal itu tidak menghalangimu untuk mmempergauli keduanya didunia dengan baik.” (Tafsir Ibnu Katsir juz 3 hal 413)

Al ‘alamah Al Qurthubi berkata, ”Kepatuhan kepada kedua orang tua tidak boleh dipertimbangkan bila menyangkut perbuatan dosa besar atau meninggalkan fardlu, kepatuhan kepada keduanya diwajibkan dalam perbuatan-perbuatan yang mubah. Diriwayatkan dari Al Hasan bahwasanya ia berkata, ”Bila ibunya melarangnya menghadiri shalat isya’ karena kasih sayang maka janganlah mengikutinya.” Beliau juga berkata, ”Ayat tersebut merupakan bukti bagi hubungan dua orang ibu bapak yang kafir dengan anaknya dalam masalah bantuan material yang harus diberikan oleh anak kepada orang tuanya kalau mereka miskin, serta keharusan anak untuk lemah lembut dalam pembicaraanya dengan kedua orang ibu-bapaknya yang kafir dan menyuruh mereka kepada Islam dengan kata-kata yang halus. Diriwayatkan bahwa Asma’ binti Abu Bakar ash Shiddiq berkata kepada Rasulullah r, ketika penyusunya (ibu susu) datang kepadanya, “Wahai Rasulullah r ibuku datang kepadaku karena rindu, apakah aku harus ber-silaturahim dengannya ?” Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ”Ya !” (Tafsir Al Qurtubi juz 14 hal 64-65).

Kesimpulan :

  1. Wajib taat kepada kedua orang tua dalam semua perintah dan larangan keduanya selama tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah dan pelanggaran syariat-Nya.
  2. Hormat dan menghargai keduanya, merendahkan suara dan memuliakan keduanya dengan perkataan dan perbuatan yang baik, tidak menghardik dan tidak mengangkat suara di atas suara keduanya, tidak berjalan di depan keduanya, tidak mendahulukan istri dan anak atas keduanya, tidak memanggil keduanya dengan nama yang sebenarnya dan tidak bepergian kecuali dengan izinnya.
  3. Berbakti dengan apa saja yang mampu dilakukan.
  4. Menyambung kekerabatan keduanya, melaksanakan wasiatnya, mendoa-kannya, dan memuliakan teman-teman keduanya. Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi :

– Tafsir Al Quranil ‘Azhim III/413

– Minhajul Muslim hal. 82.

– Rawai’ul Bayan Tafsir Ayatil Ahkam II/235.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *