December 07, 2016

Kapankah Ukuran Masbuk Seseorang?

Dalam hal ini ada dua pendapat ;

Pendapat pertama, mendapatkan satu raka’at jika sempat mengikuti ruku’ bersama imam.

 kebanyakan para ulama’ empat madzhab menyebutkan seseorang dianggap

 Pendapat kedua, seseorang dikatakan dapat satu raka’at jika bisa mendapatkan Al-Fatihah bersama imam.

 Ibnu Hamzah As Subki menyebutkan, Dengan alasan bahwa membaca Al Fatihah adalah rukun dalam shalat. Mereka berdalih dengan sabdanya Shollallahu alaihi wassalam,”Tidak sah shalat orang yang tidak membaca Fatihatul kitab.”(HR.Bukhori )

Telepas dari perbedaan diatas, dalam sebuah hadits yang dinilai Hasan oleh Syaikh Al Albani, Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam bersabda :

 إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ وَنَحْنُُ سُجُودٌ فاَسْجُدُوْا وَلاَ تَعُدُّوْاهاَ شَيئاً وَمَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاةََ

“Jika kalian datang untuk menunaikan shalat, sedangkan kami dalam keadaan sujud, maka ikutlah bersujud dan janganlah kalian menghitungnya satu raka’at dan barangsiapa mendapatkan ruku’,berarti dia telah mendapatkan shalat satu raka’at.” (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)

Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari disebutkan :

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّهُ اْنتــَهَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ رَاكِعٌ فَرَكَعَ قَبْلَ أَنْ  يَصِلَ إِلَى الصَّفِّ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ زَادَكَ اللهُ حِرْصاًوَلاَتَعُدْ.

Dari Abi Bakrah bahwa dia pernah mendapati Nabi Shollallahu alaihi wassalam sedang ruku’, maka dia pun ikut ruku’ sebelum sampai kedalam barisan shaf kemudian ia menceritakan kejadian tersebut kepada Nabi Shollallahu alaihi wassalam, Nabi  lalu bersabda,”Semoga Allah menambah semangat padamu namun jangan diulangi kembali.”(HR. Al Bukhari)

 Kesimpulan

Dari nash – nash diatas maka pendapat pertamalah yang lebih rajih, karena Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam tidak memerintahkan kepada Abu Bakrah untuk mengulangi shalatnya meskipun tidak sempat membaca Al-Fatihah beliau hanya melarang untuk tidak mengulangi shalat sebelum sampai shaf. Namun perlu dicatat bahwa ruku’ yang dikerjakan tidak bersamaan dengan bangkitnya imam dari ruku’, tapi  dilakukan tenang dan sempat membaca bacaan ruku’ dengan baik.

 Wallahu a’lam bishshawab.

 Referensi

–         Shahih Fiqih Sunnah II/525

–         Fatawa Lajnah Da’imah VII/322

–         Al Mughni II/50

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *