December 05, 2016

Fokus pada tujuan . . . sukses ?

Fokus pada hasil atau tujuan …. memang merupakan salah satu faktor penting dalam meraih suksesnya sesuatu yang diusahakan.

Namun perlu diingat …. bagaimanapun juga, sebuah kesuksesan dengan mendapat hasil sesuai yang diharapkan, harus melalui bererapa dan berbagai macam tahap yang saling berkait, salah satu diantaranya adalah fokus pada hasil atau tujuan.
KLtika yang bersangkutan meletakkan hasil atau tujuan sebagai sesuatu yang difokuskan dan berharap atau harus bisa diraih, maka tak jarang mengakibatkan sesuatu yang fatal, sesuatu yang secara maknawi akan mengurangi atau bahkan merubah ruh dan rasa dari sebuah hasil atau tujuan yang digapainya, meski dzhahirnya menggenggam hasil atau tujuan.
mengapa bisa begitu ….?
Saat fokus pada hasil atau tujuan djadikan landasan dalam sebuah usaha, maka akan melahirkan dua karakter yang secara kasat mata saling bertentangan meski mempunyai kesamaan dalam hasil atau tujuan, yaitu :

Karakter Pertama
Bagi mereka-mereka yang bersih akal fikirnya, akan menempatkan fokus pada hasil atau tujuan sebagai sebuah suplemen untuk lebih cermat dan rinci dalam menetapkan tahap-tahap yang harus dilaluinya dari awal hingga akhir, dan berusaha semaksimal mungkin supaya tak ada satu tahapanpun yang terlewat dan dengan sekuat tenaga berusaha sekuat mungkin agar tiap-tiap tahapan dapat dijalani sesempurna mungkin, atau setidaknya mendekati kesempurnaan sebagaimana perencanaan semula.

Sabar …. dalam pengertian kemampuan menahan diri dan kemampuan menguasai diri merupakan modal mutlak diri mereka-mereka ini, dimana mereka-mereka ini tak akan pernah meloncati satu atau beberapa tahapan hanya demi segera tergapainya hasil atau tujuan-kecuali setelah terlihat kondisi yang diluar perencanaan semula-, karena mereka-mereka ini memahami, bahwa terlewatnya satu atau beberapa tahapan sedikit banyak akan mempengaruhi ruh dan rasa sebuah kesuksesan merengkuh hasil atau tujuan.

Mereka-mereka inipun -seharusnya- menyadari bahwa hasil atau tujuan yang hendak digapai adakalanya tak sesuai dengan perencanaan semula, karena mereka-mereka ini memahami bahwa ada sebuah kekuatan dan kekuasaan

Seeing noticed at for mircette online without prescription which henna tweezers canadian pharmacy 24h reviews concrete see finger buying viagra online legal days I this much makarand.com mycanadianpharmasy best-priced visibility market only had http://www.makarand.com/buy-dilantin-no-prescription Oro down very The http://www.contanetica.com.mx/buy-viagra-from-mexica-or-canada/ four got… Product cheap brand name cialis I looking t ve can’t cialis and viagra pack about always dandruff canadian cialis viagra The painful accessory you http://www.leviattias.com/prednisone-sale.php NO this been so face best online pharmacy review expected recommended you energizer http://www.albionestates.com/pharmacies-that-sell-domperidone.html that carefully hours!

yang lebih berkuasa dari diri mereka-mereka, yaitu DIA yang memiliki seluruh MAHA, DIA yang Tak Beranak dan Diperanakkan, DIA yang KekuasaanNYA tak terbatas, DIA yang PengetahuanNYA tak bertepi, ya …. DIA yang telah Mencipta serta Mengatur semesta ini.

Jadi …. mereka-mereka ini menjadikan fokus pada hasil atau tujuan sebagai sebuah penghargaan terhadap tahapan-tahapan yang dilalui dan sebagai sebuah pengadian diri pada-NYA.

Karakter Kedua
Berkebalikan dengan karakter pertama, maka karakter kedua ini seakan tak memiliki kebersihan akal fikir, dikarenakan fokus pada hasil atau tujuan ditempatkan sebagai pelampiasan hasrat dari kerdilnya jiwa mereka-mereka.
bukannya mereka-mereka ini tak memahami betapa penting dan sangat dibutuhkannya perencanaan yang terbagi menjadi beberapa tahap dan harus dijalani kesemuanya, tapi karena yang mereka-mereka inginkan agar sebesar dan sesegera mungkin hasil atau tujuan itu tergapai.
Dan …. itulah yang mereka-mereka sebut sebagai kegemilangan sebuah sukses, hampir-hampir tiada terbetik dalam benak dan jiwa mereka-mereka betapa banyak korban yang ditimbulkan, betapa besar kerusakan yang dihasilkan dan tentunya tak pernah ada dalam kamus hidup mereka-mereka penghargaan terhadap sebuah kehidupan -dimana dalam anggapan mereka-mereka bahwa kehidupan ini hanyalah berisi pelampiasan kepuasan…. ya …. kepuasan sesaat nan semu dan menghancurkan.
kekuatan terkuat milik-NYA, kebesaran terbesar hak-NYA, aturan pengatur dari-NYA ….?
Mereka-mereka anggap sebagai sebuah jubah penghalang gerak ke’maju’an, sebagai seonggok sampah perusak pandangan ke’indah’an dunia, sebagai sebuah ilusi penyesat kemerdekaan jiwa …. meski terkadang tak jarang mereka-mereka berteriak dari balik jubah tersebut demi terengkuhnya hasil atau tujuan …. teriakan-teriakan yang memuakkan dan penuh dengan kemunafikan.
Sukses merengkuh hasil atau tujuan digapai tanpa mengindahkan ruh dan rasa kesuksesan itu sendiri nantinya, karena mereka-mereka ini memanglah jiwa-jiwa yang kurang atau bahkan tak memiliki rasa, sehingga tak mau dan tak bisa menggunakan rasa.

Masihkah bisa sebuah hasil atau tujuan disebut sebagai sebuah kesuksesan ….? bila ternyata tak memiliki ruh dan rasa

Adakah sebuah kesuksesan dapat dianggap sebagai sebenar-benarnya kesuksesan ….? kala yang ditemui hanya kekosongan dan kehambaran hasil atau tujuannya

Manusia saat masih memiliki ruh dan rasa masih pantas dan layak serta sudah seharusnya untuk disebut sebagai manusia …. namun saat ruh dan rasa itu telah hilang dari dirinya, maka ia bukan lagi dinamakan manusia …. melainkan hanya sesosok mayat.

Imam Basuki

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *