December 05, 2016

Lafazh Taswib Terletak Pada Adzan Pertama Atau Adzan Kedua ?

Di dalam permasalahan ini ada dua pendapat.

Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa lafazh taswib ( الصلاة خير من النوم   ) itu terletak pada adzan pertama,

berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam An Nasai :

الصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ, الصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ فِي اْلأَذَنِ اْلأَوَّلِ مِنَ الصُّبْحِ. قَالَ ابْنُ رُسْلاَنُ : صَحَّحَ هَذِهِ الرِّوَايَةَ ابْنُ خُزَيْمَةَ.

“ash shalatu khoirum minan naum 2x  itu didalam adzan pertama pada waktu shubuh” Berkata Ibnu Ruslan, “Riwayat ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah.”

 Kemudian selain hadits ini mereka juga mengambil hadits dari Abi Mahdzurah radiyaAllahu anhu yang artinya :

“Aku adzan untuk Rasulullah shollallahu alaihi wasallam maka pada waktu itu aku mengucapkan di dalam adzan fajar yang pertama : “ hayya ‘alash shalah 2x, hayya ‘alal falah 2x, ash shalatu khoirum minan naum 2x’.” Ibnu Hazm berkata, “ Sanadnya shahih. “

Salah satu manfaat disyari’atkannya lafazh taswib ialah untuk membangunkan orang yang tidur, sedangkan adzan subuh untuk memberitahukan masuknya waktu shubuh dan menyeru untuk shalat.

Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa lafazh taswib itu terletak pada adzan subuh

berdasarkan hadits :

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : مِنَ السُّنَّةِ إِذَا قَالَ اْلمُؤَذِّنُ فِي اْلفَجْرِ حَيَّ عَلَي اْلفَلاَحِ  مَرَّتَيْنِ قَالَ الصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ مَرَّتَيْنِ

Dari Anas radiyaAllahu anhu ia berkata,“Termasuk sunnah apabila seorang muadzin mengucapkan pada adzan fajar, “Hayya ‘Alal Falah (2x)“ dan mengucapkan, “ Ash shalatu khoirum minan naum (2x).” (HR . Ibnu Khuzaimah dan Ahmad dalam kisah tentang adzan Bilal radiyaAllahu anhu)

Tetapi hadits ini dikhususkan oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasai, “Ash Shalatu khoirum minannaum ( 2x ) itu terletak pada adzan awwal dari waktu shubuh”. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Ismail Ash Shan’ani, “Dalam hal ini terdapat pengikatan ( taqyid ) terhadap apa yang dimutlakkan riwayat-riwayat  (mengenai taswib).”

Mereka juga berhujjah dengan sebuah hadits dari Bilal radiyaAllahu anhu, “Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda kepadaku, “Janganlah kamu bertaswib pada waktu shalat manapun kecuali pada shalat subuh.”( HR. Ahmad, At Tirmidzi Dan Ibnu Majah ) tetapi hadits ini dha’if.

Pendapat kedua ini dipegang pula oleh Ibnu Umar, Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, Az Zuhri, Malik, Ats Tsauri, Al Auza’i, Ishaq, Abu Tsaur, Asy Syafi’i dan Ahmad.

Adapun taswib selain pada adzan subuh dan adzan awal itu tidak diperbolehkan  berdasarkan sebuah riwayat dari Bilal  tersebut di atas dan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah :

أَمَرَنِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أُثَوِّبَ فِي اْلفَجْرِ وَنَهَانِي أَنْ أُثَوِّبَ فِي اْلعِشَآءِ

“Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan kepadaku untuk bertaswib pada adzan subuh dan melarangku pada shalat ‘isya.” (HR. Ibnu Majah dari Bilal )

Kedua pendapat ini sama–sama memiliki dalil yang shahih maka untuk itu kita mengambil yang lebih banyak manfaatnya yaitu adzan pertama.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

          Referensi :

–          Subulus Salam I/120.

–          Al Mughni I/454.

–          Fiqhus Sunnah I/135.

–          Bulughul Maram Babul Adzan Hal 512.

–          Takammulah Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab IV/149.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *