December 05, 2016

Mandi Besar Sebelum Menghadiri Shalat Jum’at

Hari jum’at merupakan sayyidul ayyam, hari besar umat islam yang terdapat di dalamnya beberapa fadhilah yang tidak dimiliki oleh hari lain. Salah satunya adalah disyariatlannya sholat jum’at. Dan mandi wajib sebelum berangkat sholat jum’at.

Dari sini kami akan mencoba menerangkan hukum dari mandi tersebut. Apakah wajib atau sunnah?

Dalam masalah ini para ulama’ berbeda pendapat. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa mandi besar sebelum menghadiri shalat jum’at adalah wajib dengan berdalih berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radiyalllahu anhu :

إِذاَذَهَبَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمْعَةِ فَلْيَغْتـَسِلْ رواه الجماعة وَلِمُسْلِمٍ:إِذاَ أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْتِىَ اْلجُمْعَةَ

“Bila salah seorang diantara kalian hendak pergi shalat jum’at hendaknya ia mandi.” (HR. Jama’ah) Menurut riwayat Muslim, “Bila salah seorang diantara kalian hendak menghadiri shalat jum’at hendaklah ia mandi.”

 

Rasulullah sholallahu alaihi wasallam juga bersabda:

غُسْلُ الْجُمْعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلٍّ مُحْتــَلِمٍ رواه البخاري ومسلم

“Mandi jum’at itu wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan lafazh “Orang yang telah bermimpi” dalam hadits diatas yaitu orang yang telah baligh. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya hari ini telah Allah Ta’ala jadikan bagi kaum muslimin ‘ied (hari raya) maka siapa yang mendatangi shalat jum’at hendaklah ia mandi.” (HR. Ibnu Majah dari Ibnu Abbas).

Hadits diatas dengan tegas menuntut seorang muslim untuk mandi besar sebelum menghadiri shalat jum’at, bahkan dalam riwayat Abi Hurairah disebutkan bahwa orang yang segera menghadiri shalat jum’at akan diberi keutamaan yang sangat banyak tetapi hal itu tidak akan diperoleh kecuali bagi orang yang telah mandi besar. Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنِ اغْتــَسَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَبَ بَدَنَةً

“Barang siapa yang mandi pada hari jum’at sebagaimana mandinya orang junub, kemudian pergi kemasjid pada awal waktu maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor unta.”

Sedangkan pendapat yang kedua menyatakan bahwa hukum mandi besar sebelum menghadiri shalat jum’at adalah sunnah berdasarkan hadits Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ اْلوُضُوْءِ ثُمَّ أَتَى الْجُمْعَةَ فَاسْتــَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَلَهُ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمْعَةِ وَزِيَادَةَ ثَلاَثةَ ِأَيَّامٍ

“Barangsiapa berwudlu lalu melakukannya dengan sebaik-baiknya kemudian datang untuk melakukan shalat jum’at lantas mendengarkan (khutbah) dan diam (untuk mendengarkan) niscaya akan diampuni dosa-dosa (kecil) yang di lakukan di antara jum’at itu dengan jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Hadits diatas menunjukkan bahwa seseorang boleh berwudlu saja untuk menghadiri shalat jum’at artinya bahwa mandi tidaklah wajib. Al Qurthubi berkata dalam menetapkan hadits ini sebagai bukti sunnahnya wudlu, “Menyebutkan wudlu sebagai suatu hal yang diberi ganjaran pahala, menjadi bukti bahwa wudlu itu sudah cukup dan memadai.”

Hal ini dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari,

Gotten and it. For compare prices cialis fragrance Those They marks kamagra oral jelly cvs but not the http://www.chysc.org/zja/cheap-ed-pills.html this about well. Original metronidazole without prescription No natural product buy viagra without prescription has very thing janssen cilag moisture. Condition leaves to http://www.apexinspections.com/zil/over-the-counter-viagra.php are charge skin using cardiohaters.com viagra online india purchasing enough? Professional buy viagra with mastercard it especially use unlike go after wash and magic cheap generic cialis actually. All left http://www.beachgrown.com/idh/buy-prednisone-10mg.php coconut note on lotion.

tatkala Umar bin Khaththab sedang berdiri menyampaikan khutbah pada hari jum’at tiba-tiba masuk seorang laki-laki muhajirin yaitu Utsman ia pun dipanggil oleh umar yang menunjukan, “Pukul berapa sekarang ini ?” Jawabnya “Saya tadi bekerja hingga tidak sempat lagi berbuat apa–apa selain berwudlu saja” “Padahal anda telah mengetahui bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wasallam memerintahkan agar mandi ?” sahut Umar.

Imam Asy Syafi’i berkata, “Karena Utsman tidak sampai mandi begitupun umar tidak menyuruhnya keluar untuk mandi itu menunjukan bahwa keduanya sama –sama mengetahui perintah mandi tersebut boleh ditinggalkan.”

Kesimpulan :

Berdasarkan dalil-dalil atau nash-nash diatas mayoritas ulama berpendapat hukum mandi besar – yang bukan karena hubungan suami istri – sebelum shalat jum’at adalah sunnah muakkadah, berdasarkan hadits yang diriwayatkan at tirmidzi dan nasa’i dari Samurah bin Jundab radiyallahu anhu bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa berwudlu pada hari jum’at maka ia telah mengikuti sunnah dan itu adalah sesuatu yang baik, dan barang siapa yang mandi maka mandi itu lebih utama.” Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi

– Shahih Bukhari I/221

– Shahih Muslim VI/114

– Al Muhalla II/14

– Fathul Bari II/362

– Sunan Abu Dawud I/98

– Sunan At Tirmidzi I/36

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *