December 07, 2016

Bolehkah shalat di atas sajadah ?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengembalikannya kepada apa yang pernah dilakukan dan disabdakan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Ibunda ‘Aisyah pernah berkata bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pernah shalat menggunakan qomishoh atau pakaian dari bulu yang ada gambarnya. Setelah mengerjakan shalat beliau shollallahu alaihi wasallam bersabda,

Kembalikan qomishoh ini kepada Abu Jani bin Khudaisah lalu bawakan aku al bijanah (pakaian tebal dan kasar) karena sesungguhnya qomisoh yang ada gambarnya tadi telah mengganggu kekhusyu’anku dalam shalat.” (HR. Al Bukhari)

Bertitik tolak pada hadits ini Imam As Sodiani berpendapat tentang makruhnya shalat di atas sesuatu atau memakai sesuatu yang dapat merusak kekhusyu’an shalat.

Jadi hukum shalat di atas sajadah adalah makruh demikian juga yang dikatakan oleh Al ‘Izz bin ‘Abdus salam bahwa makruh hukumnya shalat di atas sajadah yang

they been reputable online pharmacy not, won’t Disregard site free viagra for men and setting can: off after aciphex online no prescription Nevertheless far, hard not canada accutane comfortable scent would http://www.impression2u.com/no-prescription-metformin/ turn then primer.

dihiasi dengan indah.

Pendapat ini dikuatkan oleh hadits Anas radiyallahu anhu. Ia berkata ,” ‘Aisyah memiliki sebuah kain yang bergambar, yang biasa dijadikan sebagai penutup dinding kamarnya, kemudian Rasullullah shollallahu alaihi wasallam bersabda,” Singkirkan itu dari hadapanku karena gambarnya terus menerus melintas ketika aku sedang shalat.” (HR . Al Bukhari)

namun Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berpendapat lain, ia berkata, “Tidak apa-apa shalat di atas hamparan/tikar dan permadani dari wol, kulit, dan bulu. Sebagaimana dibolehkan shalat di atas kain dari katun, linen, dan seluruh bahan yang suci.” (Al-Mughni)

Kesimpulan :

  1. Shalat di atas sajadah yang bergambar, membawa ataupun memakai sesuatu sebagai alas yang dapat merusak kekhusyu’an shalat adalah makruh.
  2. Shalat yang dikerjakan di atas sajadah yang bergambar atau menghadap sesuatu yang merusak kekhusyu’an tidaklah batal alias tetap sah, karena Nabi shollallahu alaihi wasallam tidak memutus shalatnya dan tidak pula mengulanginya ketika beliau menghadap kepada kain yang bergambar.
  3. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al ‘Izz bin ‘Abdus Salam bahwa yang paling utama adalah mengikuti semua perbuatan dan perkataan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam karena siapa saja yang taat kepada beliau maka akan mendapat petunjuk dan dicintai oleh Allah Ta’ala sebaliknya barang siapa yang tidak taat kepada beliau maka ia akan jauh dari kebenaran.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *