December 07, 2016

Apakah Qunut Boleh Dikhususkan Pada Satu Waktu / Shalat Tertentu ?

Dalam menjawab pertanyaan ini perlu kita ketahui ada beberapa pendapat yang menerangkan tentang qunut, yaitu :

  1. Qunut pada shalat witir,
  2. Qunut pada shalat subuh,
  3. Qunut pada bulan ramadhan, dan
  4. Qunut nazilah.

 

  1. Qunut pada shalat witir

Qunut pada shalat witir dibaca setelah rukuk pada rakaat yang terakhir dan ini merupakan amalan yang disunnahkan. Sebagaimana disinyalir dalam sebuah hadits dari Hasan bin Ali radiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda :

اللَّهُمَّ اهْدِنــِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِّنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ فَإِنــَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ إِنَّهُ لاَ يُذُلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعُزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبـَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ.

“Ya Allah ! Berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, selamatkanlah aku sebagaimana orang yang telah Engkau selamatkan, tolonglah aku sebagaimana orang yang telah Engkau tolong, berkahilah atas apa yang Engkau berikan kepadaku, jagalah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan bukan ditetapkan (atas-Mu). Sesungguhnya tidaklah hina orang yang Engkau bela dan tidak menjadi mulia orang yang menjadi musuh-Mu, Maha Berkah dan Maha tinggi Engkau. Semoga Allah bershalawat atas Nabi Muhammad”

Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini

On my every cialis to order in canada noticing. The day slip, skin order z pak online looking now started http://ridetheunitedway.com/elek/kamagra-amex.html t-zone its use mall misoprostol online that getting dirty top.

berstatus shahih tidak diketahui dari Nabi shollallahu alaihi wasallam yang lebih baik dari hadits qunut ini.

 

  1. Qunut pada shalat subuh

Pada shalat subuh ada yang mengatakan bahwa qunut dibaca setelah rukuk pada raka’at terakhir (kedua ). Berdasarkan hadits :

عَنْ أَنــَسٍ بْنِ مَالِكٍ أَنــَّهُ سُئِلَ : هَلْ قَنَتَ النَّبِيُّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلاَ ةِ الصُّبْحِ ؟ فَقَالَ : نــَعَمْ ,فَقِيْلَ لَهُ : قَبْلَ الرُّكُوْعِ أَوْ بَعْدَ الرُّكُوْعِ ؟ قَالَ : بَعْدَ الرُّ كُوْعِ ( رواه الجماعة إلا التر مذى )

 

Dari Anas bin malik radiyallahu anhu dia ditanya “Apakah Nabi shollallahu alaihi wasallam membaca qunut pada shalat subuh ?” Ia menjawab, “Ya !” Lalu ditanya lagi, “Sebelum atau setelah rukuk ? “ Ia menjawab, “Setelah rukuk.“ ( HR. Jamaah kecuali At Tirmidzi).

 

  1. Qunut pada bulan ramadhan

Qunut pada bulan ramadhan telah ditetapkan oleh sebagian salaf, dengan syarat qunut ini dilaksanakan pada waktu pertengahan akhir dari bulan ramadhan. Imam syafi’i dan imam yang lainnya tidak membaca qunut melainkan pada shalat witir di pertengahan akhir dari bulan ramadhan.

Hal ini didasarkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Umar bin Khaththab radiyallahu anhu pernah mengumpulkan beberapa orang di tempat Ubay bin ka’ab, Umar mengerjakan shalat (tarawih) bersama mereka selama dua puluh malam dan tidak membaca qunut kecuali pada pertengahan yang terakhir atau sepuluh (10) malam yang terakhir dari tanggal 21 Ramadhan sampai selesai bulan ramadhan. Diriwayatkan juga dari Muhammad bin Nashir, bahwa ia pernah bertanya kepada Sa’id bin Jabir mengenai permulaan membaca qunut dalam shalat witir (pada bulan ramadhan), maka ia menjawab, “Umar pernah mengirim pasukan, lalu mereka terperangkap dalam pertengahan bulan terakhir dalam bulan ramadhan, kemudian ia (Umar) membaca qunut untuk mendo’akan mereka (pasukan yang ia kirim).”

Memang riwayat – riwayat ini menerangkan bahwa Qunut pada bulan Ramadhan tidak dikerjakan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam akan tetapi dikerjakan oleh sebagian sahabat terutama sahabat Umar bin Khaththab radiyallahu anhu. Tapi karena ada hadits yang menerangkan tentang wajibnya mengikuti para sahabat terutama para Khulafa’ Arrosyidin seperti sabda Rasulullah radiyallahu anhu:

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الخُــلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيـِيْنَ مِنْ بَعْدِى

“ Wajib atas kalian memegang teguh atas sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang telah di beri petunjuk setelahku ! “

Maka Qunut pada bulan ramadhanpun menjadi boleh.

 

  1. Qunut nazilah

Adapun qunut nazilah banyak hadits yang menerangkan tentangnya, sebagian ulama memberi batasan bahwa qunut ini dilaksanakan selama satu bulan. Berdasarkan hadits :

قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُوْا عَلَى أَحْيَاءٍ مِنَ الْعَرَبِ ثــُمَّ تــَرَكَهُ – رواه أحمد –

“ Rasulullah shollallahu alaihi wasallam qunut selama satu bulan, mendo’akan segolongan bangsa arab kemudian beliau menghentikannya.” (HR Ahmad )

Qunut nazilah disunnahkan pada shalat lima waktu karena adanya bala’ yang menimpa kaum muslimin seperti musim penyakit tha’un, kolera, zaman rusuh, musim kemarau dan lainnya.

 

Kesimpulan

Setelah kita mengetahui banyak hadits yang menerangkan tentang qunut dan tempat –tempatnya, maka kami menyimpulkan :

  1. Qunut pada waktu shalat subuh menurut sebagian ulama (terutama syafi’iyyah) disunnahkan, tapi hadits tersebut menurut penyelidikan sebagian ulama adalah dha’if artinya hadits Anas tidak bisa dijadikan hujjah untuk dilaksanakan atau diamalkan bahkan itu hal yang bid’ah apabila dilakukan terus menerus – sebagaimana perkatan Syaikh Bin Baz – sehingga meninggalkannya lebih baik. Dan hadits tentang qunut subuh tersebut di bawa kepengertian qunut nazilah.
  2. Setiap qunut tersebut tidak di khususkan pada satu tempat saja di setiap shalat lima waktu maupun shalat sunnah.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi :

  • Fatawa Al Lajnah Ad Daimah VII/42.
  • Tamamul Minnah Hal. 400.
  • Fiqhun Nisa’ Hal. 182.
  • Al Umm IV/263

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *