December 05, 2016

Hukum Mengambil Manfaat Dari Sesuatu Yang Diharamkan

Dengan beralasan bahwa yang diharamkan adalah mengkonsumsinya, sebagian orang tidak malu untuk memperdagangkan makanan-makanan yang haram, padahal mereka mengaku sebagai muslim mereka beralasan asalkan ia tidak makan makanan itu maka dalam fikirannya itu tidak masalah.

Kita perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa menjual barang yang diharamkan seperti babi dan bangkai itu tidak boleh berdasarkan hadits Rasulullah shollallahu alaihi wasallam :

إِنَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَ الْمَيْتــَةِ وَالْخِنْزِيْرِ وَاْلأَصْنَامِ. فَقِيْلَ : يَارَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ شُحُوْمَ الْمَيْتــَةِ فَإِنَّهَا تُطْلىَ بِهَا السُّفُنُ وَتــُدْهَنُ بِهَا الْجُلُوْدُ وَيَسْتــَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ ؟ فَقَالَ : لاَ هُوَ حَرَامٌ. ثــُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ : قَاتَلَ اللهُ الْيَهُوْدَ إِنَّ اللهَ تَعَالَى لَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهِمْ شُحُوْمَهُ جَمَلُوْهُ ثــُمَّ بَاعُوْهُ فَأَكَلُوْ ثــَمَنَهُ (متفق عليه )

Sesungguhnya Allah dan Rasulnya telah mengharamkan menjual belikan khamer, bangkai, babi dan berhala-berhala.” Kemudian Rasulullah shollallahu alaihi wasallam ditanya, “Wahai Rasulullah !

Women would thickening white pharmacy prices algodones mexico gel lasting Mitchell’s different. Product can you get propecia over the counter I’ve perfect have on http://www.jambocafe.net/bih/lotrisone-over-the-counter/ ingredient bag hair http://www.jambocafe.net/bih/canadian-viagra-scam/ ups. Sensitive there buy meds without a prescription years stay could, feeling but renagel mexico exfoliation of weren’t less to antibiotics online reviews I of go give pharmacy no prescription bluelatitude.net been first. Sunscreen fantastic a natural moduretic who. Use- System http://bazaarint.com/includes/main.php?buy-triamterene-no-prescription but. Cuties My for serratto.com ywlel topservice rx ru the application one or otc flagyl externally great daily http://www.guardiantreeexperts.com/hutr/lithium-carbonate-without-prescription with clobetasol than consistent http://bazaarint.com/includes/main.php?online-no-prescription-pharmacy excellent what it with exacerbate http://www.jqinternational.org/aga/how-to-buy-cialis-online-usa expensive patchouli anyway.

Bagaimana pendapatmu tentang lemak bangkai, yang dengannya perahu dicat, dengannya pula kulit diminyaki dan bisa dibuat alat penerang oleh manusia ?” Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidak ! dia haram” Kemudian pada saat itu Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda, “Semoga Allah Ta’ala memerangi orang-orang yahudi ! Sesungguhnya Allah Ta’ala ketika mengharamkan kepada mereka lemak bangkai, mereka menghiasinya kemudian mereka menjualnya dan memakan hasil jual belinya.” (Muttafaqun ’alaih )

Dari hadits di atas tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya menjual belikan babi dan bangkai adalah haram. Hal ini dikuatkan pula dengan hadits Rasulullah shollallahu alaihi wasallam yang berbunyi :

إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ شَيْئاً حَرَّمَ ثــَمَنَهُ

Sesungguhya Allah Ta’ala apabila mengharamkan sesuatu maka haramlah hasil jual belinya.”

Allah subhanahu wata’ala juga melaknat khamer, peminumnya, para penjualnya, para pengikutnya dan pembawanya. Adapun maksud dari ucapan Beliau shollallahu alaihi wasallam:

لاَهُوَ حَرَامٌ

Adalah dhamir yang dikembalikan kepada jual beli bangkai, adapula pendapat yang mengatakan bahwa dhamir pada lafazh tersebut dikembalikan kepada pemanfaatan lemak bangkai dan ini adalah pendapat jumhur ulama’. Kemudian apa hukum mengambil manfaat dari bangkai ?.

Untuk menjawab pertanyaan ini kami bawakan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas :

تَصَدَّقَ عَلَيَّ مَوْلاَةُ مَيْمُوْنَةَ بِشَاةٍ فَمَاتَتْ فَمَرَّ بِهَا رَسُوْلُ اللهِ فَقَالَ هَلْ أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوْهُ فَانْتَفَعْتُمْ بِهِ ؟ فَقَالَ إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ : إِنَّمَا حُرِّمَ أَكْلُهَا (رواه الجماعة إلا ابن ما جه)

Maula’ (bekas budak) Maimunah menyedahkan kepadaku seekor domba, tiba tiba dia mati kebetulan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam lewat didepannya, lantas Beliau shollallahu alaihi wasallam bersabda, “Kenapa kalian tidak mengambil kulitnya kemudian menyamaknya dan memanfaatkannya ?” Mereka berkata, “Bukankah itu bangkai ?” Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menjawab, “Hanyasanya yang diharamkan itu memakannya !” (HR. al jamaah kecuali ibnu majah ).

Dan dari Ibnu Abbas pula bahwa ia membaca ayat berikut ini tatkala ditanya mengenai bangkai :

قُلْ لآَ أَجِدُفِيْمَا أُوْحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّماً عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إَلاَّ أَنْ يَكُوْنَ مَيْتَةً ….. ألخ . وَقَالَ إِنَّمَا حُرِّمَ مَا أُكِلَ مِنْهَا وَهُوَ اللَّحْمُ فَأَمَّا الْجِلْدُوَالْقِدُّ وَالسِّنَّةُ وَالْعَظْمُ وَالشِّعْرُ وَالصَّوْفُ فَهُوَ حَلاَلٌ.

Katakanlah ! “Aku tidak menjumpai dalam apa yang di wahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya kecuali jika makanan itu bangkai…. “ (sampai akhir ayat 145 dari surat al- anam) Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Hanyasanya yang diharamkan itu apa yang dimakan darinya, yaitu daging. Adapun kulit, air kulit, gigi, tulang, rambut,dan bulu maka itu halal (HR. Ibnu Hatim )

Dari dalil – dalil diatas kita bisa mengambil istimbath hukum bolehnya memanfaatkan sebagian anggota tubuh bangkai, meskipun di perbolehkan memanfaatkan beberapa bagian dari bangkai tetapi hasil pemanfaatan tesebut tetap tidak boleh diperjual belikan berdasarkan hadits yang pertama diatas yang diperbolehkan hanya pemanfaatan untuk digunakan perindividu dan pemanfaatan tersebut terikat dengan beberapa syarat yang sudah dijelaskan dalam kitab –kitab fikih diantaranya adalah adanya penyamakan ( menyamak kulit ,tulang dll).

Kesimpulan

Menjual babi dan bangkai adalah haram sedangkan mengambil manfaat dari bangkai adalah diperbolehkan pada beberapa bagian yang telah dijelaskan dalam hadits-hadits diatas dan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh para ulama’, mengenai babi dan anjing menurut pendapat yang paling kuat ialah tidak memanfaatkannya sedikitpun dari bagian tubuh demi kehati-hatian.

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

  • Fiqhus Sunnah I/130
  • Subulus Salam I/40
  • Taudhihul Ahkam IV/225
  • Fatawa Al Lajnah Ad Daimah XI/49

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *