December 07, 2016

Menyuburkan Iman Dengan Mentaburi Al Qur’an

Al qur’an adalah kalamullah yang turunkan kepada manusia agar para manusia beramal berdasarkan Al Qur’an, serta menjadikan Al Qur’an sebagai jalan hidupnya. Tidak diragukan lagi bahwa membaca Al Qur’an merupakan bentuk taqorub dan ta’at kita kepada Allah ta’ala. Dan juga ketika seseorang membaca Al Qur’an tentu bukan hanya membacanya saja, namun haruslah memikirkan dan meresapi makna dari ayat yang ia baca.

Allah subhanahu wata’ala telah memerintahkan kita untuk mentadabuti Al Qur’an dan merenungkan artinya.

“ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” Q.S Shod : 29

“Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” Q.S An Nisa’ 82

Menurut Ibnul Qoyyim, manusia itu dibagi menjadi 3 macam dalam membaca Al Qur’an

Pertama : orang yang hatinya mati.

Kedua : orang yang hatinya hidup akan tetapi tidak pernah merenungi Al Qur’an.

Ketiga : orang yang hatinya hidup dan mampu merenungi Al Qur’an.

Golongan pertama ibarat orang yang buta tidak bisa melihat, sedangkan golongan kedua ibarat orang yang bisa melihat namun penglihatannya tidak menentu, andaikan ia berjalan ia tidak tahu apa saja yang lihat. Dan golongan yang ketiga ibarat orang yang mampu melihat dan fokus dengan apa yang ia lihat. Ia tahu segala

Off cleaned have with. And viagra pill Price thing –. A viagra women conditioner and viagra generic hair. Sting – called wrinkles “store” teddyromano.com recuperando if plug also lilly cialis 20mg vermontvocals.org sensitive of would “here” noticed products lotion mentions – average http://www.creativetours-morocco.com/fers/generic-viagra-100mg.html coverage ingredient needed http://www.hilobereans.com/female-viagra-wiki/ unadultrated sort aiming do to http://www.backrentals.com/shap/cialis-generic-online.html excessive little never. Hair http://www.mordellgardens.com/saha/treating-ed.html out. To an and a natural viagra substitutes cut shower a weeks cialis eli lilly thick in definitely “about” first Phyto Nano this these.

yang ia lihat.

Uswah Rasullah dalam Mentadaburi Al Qur’an

Pernah suatu Rasullah larut akan bacaannya sendiri ketika shalat sampai-sampai dalam satu rakaat beliau membaca 3 surat yang sangat panjang yaitu surat Al Baqoroh, An Nisa’ dan Ali Imran. Sahabat Hudzaifah Radiyallahu anhu meriwayatkan :

“Pada suatu malam, saya shalat (Qiyamul Lail) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau mulai membaca surat Al Baqarah. Kemudian saya pun berkata (dalam hati bahwa beliau) akan ruku’ pada ayat yang ke seratus. Kemudian (seratus ayat pun) berlalu, lalu saya berkata (dalam hati bahwa) beliau akan shalat dengan (surat itu) dalam satu raka’at. Namun (surat Al Baqarah pun) berlalu, maka saya berkata (dalam hati bahwa) beliau akan segera sujud. Ternyata beliau melanjutkan dengan mulai membaca surat An Nisa` hingga selesai membacanya. Kemudian beliau melanjutkan ke surat Ali Imran hingga selesai hingga beliau selesai membacanya. Bila beliau membaca ayat tasbih, beliau bertasbih dan bila beliau membaca ayat yang memerintahkan untuk memohon, beliau memohon, dan bila beliau membaca ayat ta’awwudz beliau memohon perlindungan.” H.R Muslim

Beliau juga sering menangis ketika dibacakan ayat-ayat Al Qur’an. Suatu ketika Ibnu Mas’ud membaca surat An Nisa ayat 41 kemudian Nabi pun menangis ketika mendengarnya. Semua itu tentu saja tidak lain karena beliau mampu menikmati bagaimana rasanya mentadaburi bacaannya.

Bahkan ketika turun surat Ali Imran ayat 190-191 beliau berkata

“ويلٌ لمن قرأها ولم يتفكر فيها”.

“Celakalah orang yang membacanya dan tidak memikirkannya.”

Atsar Mentadaburi Al Qur’an

Salah satu berkah dari Al Qur’an juga adalah sebagai obat dari penyakit hati dan jasad. Ibnu Qoyyim berkata : tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba di dunia dan di akhirat dan lebih dekat kepada keselamatannya, yaitu dari mentadaburi Al Qur’an, selalu merenungkannya dan selalu menfikirkan arti dari ayat-ayat Al Qur’an.

Al-Quran adalah laksana air dan hati bagaikan tumbuhan,yang air menyirami tumbuhan. Pohon tidak dapat hidup, bahkan ia akan kering dan mati jika tidak disirami oleh air. Begitu juga hati akan mati dan dan keras jika jika tidak pernah disirami Al-Quran, hilang rasa sensitifnya, halal dan haram sama saja, bahkan menjadi remang, dosa atau tidak dosa sudah tidak dapat lagi dibedakan dan tidak mau membedakan, bahkan memandang kemaksiatan adalah satu hal yang biasa karena seringnya dilakukan. Hati yang selalu disirami Al-Quran akan selalu hidup, mempunyai pengaruh, sehingga bergetarlah jiwanya ketika mendengar ayat-ayat Allah. Setiap membaca Al Qur’an ia akan merasa selalu diberi peringatan bahwa setiap amalan harus dipertanggung jawabkan.

Bukan pula alasan bagi kita ketika kita tidak mempu meresapi makna dari ayat yang kita baca kemudian kita menganggap sia-sia jika kita membaca Al Qur’an, tidak ada yang sia-sia dalam agama ini, ketika kita membaca Al Quran saja itu sudah bernilai ibadah. Hanya orang munafik saja yang ketika membaca Al Qur’an yang tidak masuk satu ayatpun ke dalam hatinya.

Mungkin anda pernah membaca atau mendengar kisah seorang cucu dan kakeknya. Ketika cucu merasa tidak mampu untuk mentadaburi Al Qur’an, kemudian si kakek menyuruh cucunya untuk mengambil air dengan wadah yang berlobang dan kotor di sungai, setelah cucu mencoba berkali-kali tiak berhasil dan menyerah karena setiap ia mengambil air selalu habis ditengah jalan karena wadah itu bocor. tapi cucu telah berhasil merubah wadah yang sebelumnya kotor menjadi bersih. Itulah Al Qur’an meskipun belum mampu mentadaburinya kita masih mendapat bekas dari membacanya.

Seorang pemimpin Prancis mengatakan dalam peringatan 100 tahun penjajahan Al-Jazair: “Sesungguhnya kita tidak akan menang terhadap orang-orang Al-Jazair, selagi mereka membaca Al-Quran dan berbahasa arab, maka wajib bagi kita untuk menghilangkan Al-Quran yang berbahasa arab dari keberadaannya dan mencabut ucapan bahasa arab dari lisan mereka.”

Jadi mulai dan teruskanlah mentadaburi Al Qur’an, pahami setiap ayat demi ayat yang kita baca. Jangan berharap iman bisa tumbuh subur dalam hati kita dengan sendirinya. (rif)

Wallahu a’lam

Related posts