December 09, 2016

Shalat Raghaib

Sholat roghoib adalah sholat yang dilakukan setelah maghrib pada jum’at pertama  di bulan rajab berjumlah 12 rakaat denan enam salam. Atau tiap 2 rakaat salam. Disetiap rakaat setalah membaca surat al fatihah kemudian membaca surat Al Qodr sebanyak 3 kali, surat Al Ikhlash 12 kali. Setelah selesai sholat kemudian bersholawat kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam sebanyak 70 kali.

Tidak diagukan lagi amalan di atas adalah bid’ah yang munkar, amalan di atas memang berdasarkan sebuah hadits yang disebutkan dalam kitab ihya’ ulumuddin karangan Imam Al Ghozali namun hadits dhoif dan munkar.

ما من أحد يصوم يوم الخميس (أول خميس من رجب) ثم يصلي فيما بين العشاء والعتمة يعني ليلة الجمعة اثنتي عشرة ركعة ، يقرأ في كل ركعة بفاتحة الكتاب مرة و((إنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ القَدْرِ)) ثلاث مرات، و((قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)) اثنتي عشرة مرة ، يفصل بين كل ركعتين بتسليمة ، فإذا فرغ من صلاته صلى عليّ سبعين، فيقول في سجوده سبعين مرة: (سبوح قدوس رب الملائكة والروح) ، ثم يرفع رأسه ويقول سبعين مرة: رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم ، إنك أنت العزيز الأعظم ، ثم يسجد الثانية فيقول مثل ما قال في السجدة الأولى ، ثم يسأل الله (تعالى) حاجته ، فإنها تقضى”.. قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: “والذي نفسي بيده ، ما من عبد ولا أَمَة صلى هذه الصلاة إلا غفر الله له جميع ذنوبه ، ولو كانت مثل زبد البحر ، وعدد الرمل ، ووزن الجبال ، وورق الأشجار ، ويشفع يوم القيامة في سبعمئة من أهل بيته ممن قد استوجب النار”

“Tidaklah seseorang yang melaksanakan puasa pada hari Kamis (pertama di bulan Rajab), kemudian ia melaksanakan shalat antara Isya dan al-‘Atamah pada malam jum’at sebanyak 12 rakaat, dalam setiap rakaat membaca al-Fatihah satu kali dan al-Qadar tiga kali dan al-Ikhlash 12 kali, setiap 2 rakaat dipisah dengan salam. setelah shalat, bershalawat 70 kali, dalam sujudnya ia ucapkan: “Maha Suci Allah Tuhan para malaikat dan ruh”. Kemudian mengangkat kepalanya dan mengucapkan sebanyak 70 kali: “Ya Allah ampunilah, kasihilah, maafkanlah apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Mulia”. Kemudian sujud yang kedua mengucapkan kalimat yang sama pada sujud pertama. Kemudian memohonkan apa yang ia inginkan kepada Allah. Maka Allah akan mengabulkannya. Rasulullah Saw bersabda: “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba laki-laki dan perempuan melaksanakan shalat ini melainkan Allah mengampuni semua dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan, sebanyak pasir, seberat bukit dan sebanyak daun kayu. Ia dapat memberikan pertolongan (Syafaat) pada hari kiamat kepada tujuh ratus keluarganya yang wajib masuk neraka”.

Tidak sedikit para ulama yang mendhoifkan hadits di atas dari kalanngan ulama empat madzhab dan menganggap amalan di atas sebagaia amalan yang mungkar.

Imam Nawawi berkata “para ulama berhujjah dengan hadits itu (bukan hadits yang kami sebutkan di atas) atas makruhnya sholat bid’ah yang dinamakan AR ROGHOIB, sesungguhnya amalan itu adalah bid’ah yang munkar dari sekian banyak bid’ah-bid’ah yang sesat dan bodoh. Dan didalam amalan tersebut terdapat kemungkaran-kemungkaran yang nampak. Para imam-imam telah menulis tulisan-tulisan tentang kejelekannya, kesesatan orang yang melakukan sholat tersebut, kebid’ahannya serta kebatilan sholat roghoib.”

Al Khottobi berkata : “Hadits sholat rogoib penuh dengan kebohongan dan kedustaan yang tidak sedikit”.

Al Hafidz Ibnu Rajab berkata : “adapun amalan sholat maka tidak dibenarkan di dalam bulan rajab suatu sholat yang khusus pada bulan itu, hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan sholat roghoib di hari jum’at pertama adalah dusta dan batil, sholat bid’ah ini tidak dibenarkan oleh kalangan mayoritas ulama”

Tentu masih banyak lagi para ulama’ yang membatilkan sholat di atas. Bukan hanya yang kami sebutkan.

Anehnya ada beberapa orang yang mengatakan bahwa hadits di atas adalah shohih, mereka beralasan bahwa hujjatul islam imam Al Ghozali belajar hadits secara langsung dengan Nabi shollallahu alaihi wasallam dengan cara bermimpi bertemu beliau.

Wallahu a’lam

 Referensi

  • Syarh Muslim – Imam Nawawi
  • Al Baits – Abu Syamah
  • Lathaiful ma’arif – Ibnu Rajab Al Hanbali

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *