December 09, 2016

Wanita Berjilbab Di Mata Kaum Adam

Sekarang banyak perempuan yang giat dan antusias berlomba mengejar satu kata ‘seksi’ lekuk-lekuk tubuhnya diumbar kesana kemari, coba saja perhatikan. Bagi Pria, hanya ada dua cara untuk menjaga pandangan mata yaitu mendongakan kepala ke atas langit atau menundukan kepala ke tanah, tapi kan ini tidak mungkin dilakukan terus-menerus, selain akan membuat terlihat aneh, sendi-sendi di leher juga pegel. Belum pernah mencoba sih. Tapi mungkin nanti akan saya coba (nanti = tidak tahu kapan). Mengapa ? karena kondisinya sekarang ini begitu, kalau melihat ke depan ada perempuan berlenggang bebas dengan ‘TankTop warna merah’, coba menghindar tengok ke kiri eh ketemu pemandangan pasukan ‘Rok Mini’, lalu menghindar lagi ke kanan eh malah tersaji ‘Hot Pants’, baiklah ini mulai menggangu, lebih baik saya mundur perlahan dan berbalik arah ke belakang saja, tapi, eh malah dihadang  dengan hal lain yang lebih “Menantang!”.

Lalu saya harus gimana? Kemana lagi mata ini harus memandang? melambaikan tangan seraya berkata Mas mas saya gak kuat.

Kata seksi, menurut hemat saya ini berarti penuh daya tarik seks. Jadi kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para pria, cobalah untuk tidak berbangga hati. Seharusnya kalian malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata pria menelanjangi kalian, menjadikan kalian objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap kalian bersedia melakukan yang lebih seksi lagi dari apa yang sudah terlihat.Berjilbab itu cantik dimata Allah, cantik dimata siapapun yang melihatnya.

Kalian tahu apa kesimpulan yang ada dalam benak pria? Yah, isinya seperti lirik yang dinyanyikan shinta jojo ‘keong racun’, pasti tahu kan tahu dong iya kan iya dong. Nah, kira-kira seperti itulah.

Berjilbab adalah sebuah kewajiban, pilihan dan tanggung jawab seorang wanita. Jika seorang wanita sudah bisa bertanggung jawab menjaga dirinya sendiri dengan berkerudung dan tidak memperlihatkan auratnya

Secara sadar ataua tidak, kalian sudah membuat diri kalian tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan kalian sendiri yang kalian sajikan pada mata-mata pria. Nah, jika nanti sesuatu yang buruk terjadi pada kalian, mulai dari celotehan-celotehan nakal sampai pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang akan disalahkan? Pasti kalian jawab ya kami kaum adam yang bersalah. Benar. Tapi tidak selalu benar juga. Salah berarti kalau begitu. Tapi tidak selalu salah juga. Jadi siapa yang benar dan siapa yang salah? Baiklah, saya tidak ingin mendebatkan siapa yang salah, tapi yang jelas saya tahu yang benar itu siapa. Yang benar itu adalah wanita yang malu dengan tidak mengobral auratnya, wanita yang tahu bagaimana cara menghargai dirinya, wanita yang, wanita yang… iya itu dia, wanita yang berjilbab.

Berjilbab itu cantik dimata Allah, cantik dimata siapapun yang melihatnya.

Jika diibaratkan sesuatu yang sangat berharga, wanita berjilbab yang dilindungi dengan balutan jilbabnya seolah ini memiliki arti “Dia sangatlah berharga, jangan sembarang mendekat apalagi menyentuh”, tapi lain hal dengan para wanita yang senang berpakaian mengumbar auratnya seolah ini memiliki arti “ Baiklah para pengunjung, silahkan, kami banting harga diskon up to 90 %”.

Dalam perspektif saya, wanita dan jilbabnya adalah lambang kesempurnaan, mereka mempunyai daya tarik tersendiri dan akan memancarkan aura keanggunan yang mempesona dan mengagumkan bagi siapapun yang menatapnya. Mereka merupakan lambang kesucian, mereka tau bagaimana menjadi wanita muslim yang sejati.

Berjilbab adalah sebuah kewajiban, pilihan dan tanggung jawab seorang wanita. Jika seorang wanita sudah bisa bertanggung jawab menjaga dirinya sendiri dengan berkerudung dan tidak memperlihatkan auratnya, maka jika wanita ini menjadi ibu, pasti akan menanamkan dasar yang baik pada anaknya kelak, wanita berjilbab adalah calon ibu yang baik, setidaknya itulah yang saya yakini. Di dalam jilbab tertanamkan dasar-dasar keimanan yang kuat.

Benar, wanita yang berjilbab memang tidak otomatis jadi lebih baik dari yang lain karena itu jilbab hendaknya jangan hanya dijadikan alat untuk menutupi tampilan luarnya saja, alangkah lebih indahnya jika jilbab digunakan untuk pelindung dari segala sifat-sifat dan perilaku yang negatif. Terhindar dari godaan untuk bersikap centil dan tidak sopan, biasanya jilbab bisa jadi alat control kepribadian wanita yang menggunakannya. Terhindar dari orang yang berniat jahil di jalanan karena mereka akan menjadi segan, bahkan terkadang diantaranya ada yang mengucapkan “Assalamu’alaikum Bu Haji”. Nah yang seperti kan jadi doa buat wanita berjilbab.

Bukankah wanita muslim yang sejati adalah mereka yang pandai menghiasi diri mereka dengan segala bentuk kebaikan (?)

Dan bukankah wanita-wanita yang baik adalah hanya untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah hanya untuk wanita-wanita yang baik pula (?)

 sumber kompasiana

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *