December 07, 2016

Cinta Berlumur Madu

Cinta, itulah satu kata yang diingini tiap manusia, tabiat seorang hamba dan itu tidak terkecuali.

Ketika cinta telah tertorehkan, bahagia mendominasi jiwa, memekarkan kuncup-kuncup bunga hati, kecintaan itu menuntut pengorbanan dan menciptakan kepuasan. Dimana tiap pemilik cinta tertuntut untu menuruti apa yang ia cinta.

Namun hanya 1 cinta yang spesial dalam hidup ini, hadiah teristimewa untuk kuncup-kuncup bunga hati, yakni cinta dari Robbul ‘Izzati,  barangsiapa yang telah mendapatinya, sungguh terlumurilah cinta itu oleh manisnya madu.

Sebagaimana yang pernah disampaikan Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wasallam,
Jikalau Allaah Ta’ala telah mencintai seorang anak manusia, Allaah akan memberikan pemanis madu. Lantas para shohabat bertanya makna hal tersebut. Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wasallam lantas menjelaskan bahwa makna pemanis madu tersebut ialah manakala seorang hamba itu hendak mendekati ajalnya, Allaah akan menuntunnya untuk beramal sholih, lantas Allaah mencabut nyawanya. Sehingga orang-orang mukminpun ridho atas kepergiannya.

subhaanallaah, betapa indahnya cinta Allaah itu, sesungguhnya jika Allaah telah mencintai hamba-Nya si hamba akan dijauhkan dari kemaksiatan.

Suatu ketika pernah Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wasallam manakala tengah menggembala domba bersama temannya, saat itu terdengar suara yang meriah . lantas Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wasallam bertanya kepada temannya,”suara apakah itu?” dan temannya itu menjawab: itu adalah salah satu acara orang orang Quraisy (yang di dalamnya ada berbagai kemaksiatan : musik, tabarruj, ikhtilath).” Rosulullaah pun berniat melihatnya. Sebelum sempat melihat acara tersebut, tiba-tiba Rosulullaah terserang kantuk dan tertidur. Setelah bangun, beliaupun menuju kesana namun ia diberitahu oleh temannya bahwa acaranya telah usai.”

Kisah diatas adalah salah satu contoh penghindaran Allaah terhadap Rosulullaah dari kemaksiatan. Masih ada banyak teladan lainnya.

Tidak hanya itu saja, selain hadiah pemanis  manis madu dan penjagaan itu masih ada lagi hadiah yang tak  kalah istimewa yakni barangsiapa yang Allaah telah mencintainya, maka ia akan senantiasa dicintai serta dido’akan malaikat Allaah. Subhaanallaah, makhluk manakah yang lebih ta’at dari para malaikat ? Dan sungguh do’a yang baik dari lisan mukmin adalah menjadikan ketenangan bagi pribadi yang di doakan, apalagi jika yang mendo’akan adalh ribuan malaikat.

Lantas bagaimanakah cara mencuri cinta Allah ?

sebagaimana yang tercantum dalam QS. Ali Imron : 31
“Katakanlah (Muhammad) : “Jika kamu mencintai Allaah maka ikutilah aku, niscaya Allaah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allaah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan hal yang paling mengesankan dalam kehidupannya adalah sesuai janji Allaah bahwa jika seorang hamba mengerjakan amalan-amalan sunnah sehingga Allah mencintainya, maka Allaah akan menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, pendengarannya yang dengan ia dia mendengar, tangannya yang dengannya ia memegang, kakinya yang dengannya ia melangkah,  dan apabila ia berdo’a pasti Allaah akan mengabulkan keinginannya.

“Dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepadaKu pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan kepadaKu pasti Aku akan melindunginya, tidaklah Aku ragu tentang sesuatu yang aku lakukan seperti keraguanku tentang (mencabut) nyawa seorang mu’min, dia tidak suka kematian (kesakitan dan kesulitannya), sedangkan Aku tidak suka keburukannya”  H.R Bukhori

Sehingga nampaklah baginya manakah yang haq dan yang batil dan ia menjadi orang yang mampu membedakan antara kedua dan mampu terhindar dari kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Sungguh, cinta mulia yang berlumur madu menjadikan si hamba semakin dirindu.

Wallahu a’alam

ummu haya’

media-muslimah.blogspot.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *