December 09, 2016

Keutamaan Shalat Berjamaah

Seorang muslim yang diberikan waktu seharusnya mampu menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Karena semua itu akan menentukan keadaan kita esok di akhirat. Dalam sebuah hadits disebutkan :

Abu Bakrah bahwa ada seseorang berkata; Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling baik? Beliau menjawab: “Orang yang panjang usianya dan bagus amalnya.” Orang itu bertanya lagi; Siapa manusia yang paling hina? Beliau menjawab: “Orang yang panjang usianya dan buruk amalnya.”

Salah satu amal yang baik adalah sholat berjamaah, seringnya kita meninggalkan maka bisa jadi itu akan menjadikan kita sebagai manusia yang buruk, selain itu sholat berjamaah mempunyai banyak keutamaan, diantaranya adalah :

PERTAMA : PAHALANYA DIGANDAKAN.

Sebagaimana yang sering kita dengar ketika masih belajar ngaji di TPA
Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat jama’ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (Muattafaq ‘alaih).

KEDUA : DIANGKAT DERAJATNYA DAN DIHAPUS KESALAHANNYA.
Abu Hurairah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat.” (Muttafaq ‘alaih)

KETIGA : MENDAPAT PENGAMPUNAN DOSA.

Rasullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

من توضّأ فأَسْبَغ الوضوء ، ثم مشى إلى صلاة مكتوبة فصلاّها مع الإمام ، غُفِرَ له ذنبه

“Barang siapa yang wudlu dengan menyempurnakan wudlunya kemudian ia berjalan untuk sholat wajib bersama imam maka dosanya akan diampuni.”(H.R Ibnu Khuzaimah)

KEEMPAT : SHOLAT JAMA’AH MERUPAKAN SUNNAH NABI.

“Siapa berkehendak menjumpai Allah besok sebagai seorang muslim, hendaklah ia jaga semua shalat yang ada, dimanapun ia mendengar panggilan shalat itu, sesungguhnya Allah telah mensyare’atkan kepada nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan sesungguhnya semua shalat, diantara sunnah-sunnah petunjuk itu, kalau kalian shalat di rumah kalian sebagaimana seseorang yang tidak hadir di masjid, atau rumahnya, berarti telah kalian tinggalkan sunnah nabi kalian, sekiranya kalian tinggalkan sunnah nabi kalian, sungguh kalian akan sesat, tidaklah seseorang bersuci dengan baik, kemudian ia menuju salah satu masjid yang ada, melainkan Allah menulis kebaikan baginya dari setiap langkah kakinya, dan dengannya Allah mngngkat derajatnya, dan menghapus kesalahan karenanya, menurut pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat, melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya (munafik tulen), sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah diantara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.” (H.R Muslim)

KELIMA: BARANG SIAPA YANG MENJAGA SHOLAT JAMA’AH MAKA IA AKAN HIDUP DAN MATI DALAM KEADAAN BAIK.

Ini merupakan tujuan hidup kita, sebagi manusia pasti kita ingin hidup di dunia penuh kebahgiaan dan di akhirat pun begitu, jadi salah satu kuncinya adalah sholat berjamah di masjid.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Rabbku Tabaraka wa Ta’ala mendatangiku tadi malam dalam wujud yang paling indah -Ibnu Abbas berkata: Menurutku beliau bersabda: Dalam mimpi- lalu berfirman: ‘Hai Muhammad, tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi.” Beliau bersabda: “Aku menjawab: “Tidak. lalu Ia meletakkan tanganNya di atas pundakku hingga aku merasakan dinginnya diantara dadaku -atau beliau bersabda: dileherku- lalu aku mengetahui yang ada dilangit dan dibumi. Ia bertanya: ‘hai Muhammad, tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ‘ Aku menjawab: Ya, tentang penebus (dosa) dan penebus (dosa) adalah berdiam diri di masjid setelah shalat, berjalan dengan kaki menuju (shalat) jamaah, menyempurnakan wudhu pada saat tidak disukai. Barangsiapa hidup seperti itu, ia hidup dengan baik, mati dalam kebaikan dan ia (terbebas) dari kesalahannya seperti saat dilahirkan ibunya”. (H.R Tirmidzi)

KEENAM : SAMPAI ORANG BUTAPUN HARUS BERJAMAAH.

KETUJUH : ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKANNYA!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku baker rumah mereka.” (H.R Muslim)

Kalo kita hidup di jaman itu mungkin desa kita sudah hangus semua, karena penekanan inilah sampai-sampai nabi kita memberi ancaman bagi yang meninggalkannya.

KEDELAPAN : TERHINDAR DARI API NERAKA DAN KEMUNAFIKAN.

“Barangsiapa shalat berjama’ah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama ikhlas karena Allah, maka akan dicatat baginya terbebas dari dua hal; terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.” (H.R Tirmidzi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *