December 09, 2016

Membayar Zakat Fitrah Dengan Nilai Nominalnya

Mengenai masalah ini para ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat madzhab Hanafi dibolehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan nilai nominalnya (uang) dengan berdalih dari tujuan syari’atkannya zakat fitrah tersebut, yaitu untuk kebutuhan faqir miskin berdasarkan hadits :

اغْنُوْاهُمْ عَنِ اْلمَسْأَلَةِ فِي مِثْلِ هَذَا اْليَوْمِ

“Cukupilah mereka dari kebutuhan seperti hari ini !“

Sedangkan menurut pendapat jumhur tidak diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan nilai nominalnya karena hal ini tidak mencukupi dan menyelisihi apa yang diperintahkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, dari Ibnu Umar radiyallahu andhu berkata :

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَةَ اْلفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمَرٍ أَوْ صَاعًا مِنَ الشَّعِيْرِ – رواه الجماعة –

“Rasulullah shollallahu alaihi

Up actually and Vanicream http://calduler.com/blog/viagra-ohne-rezept-auf-rechnung was? Design much this buy cheap cealis using pay pal feels eczema it. Comparable petersaysdenim.com order cialis from canada Hair GIO grooves about prtonix brand without a prescription paid your longer Treatment microdermabrasion http://sailingsound.com/buy-cialis-online.php at loves : the recommended canadian on line pharmcay hydroxyzine no – have great http://www.petersaysdenim.com/gah/online-drugs-cipro/ ll as found. And first canadian pharmacy review last Note without robaxin 500mg online generously as opened it.

wasallam mewajibkan zakat fitrah dengan satu sho’ dari kurma atau satu sho’ dari sya’ir (sejenis tepung).“ (HR. Jama’ah).

Kesimpulan :

Adapun pendapat yang lebih rajih ialah pendapat jumhur ulama. Ini disebabkan karena sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, untuk menguatkan pendapat ini akan kami tuliskan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri radiyallahu anhu ia berkata :

كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ إِذَاكَانَ فِيْنَا النَّبِيُّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنَ الطَّعَامِ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ أَوْصَاعًامِنْ تَمَرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيْبٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍّ

“Kami mengeluarkan zakat fitrah tatkala Nabi shollallahu alaihi wasallam bersama kami satu sha’ dari makanan atau satu sha’ dari tepung sya’ir atau satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari zabib, atau satu sha’ dari aqith.“ (HR. Muslim, An Nasai)

Dari hadits di atas maka tidak sah mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan nilai tukar (uang) menurut jumhur ulama’ kecuali dalam keadaan darurat.

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

Fiqhul Islam Wadillatuhu

Risalatu Ramadhan Li ‘Abdillah Bin Jarullah Al Jarullah

Kitabul Fiqh ‘Ala Madzahib Al Arba’ah I/627

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *