December 09, 2016

Jangan Jadikan Amalan di Bulan Ramadhan Seperti Gunung Es

Termasuk diantara nikmat Allah Ta’ala yang diberikan kepada hambaNya adalahdisyareatkannya hari raya yang penuh berkah. Dihari raya, semua orang beriman yang taat merasa sangat bergembira, karena pada hari itu Allah berikan anugerah-anugerahNya, dihari itu diturunkan banyak rahmat, barokah, diangkat beberapa derajat dab dihapuskan berbagai dosa.

Di hari raya yang penuh berkah ini, kamu muslimin pulang dari tempat shalatnya dengan membawa anugerah dan rahmat dari Allah, mereka juga keluar dari dosa-dosanya. Mereka bersih dari dosa seperti ketika mereka dilahirkan dari perut ibunya.

Diriwayatkan dari hadits Ibnu Abbas radiyallahu anhu, berupa hadits marfu’. Ketika hari raya tiba para malaikat turun ke bumi di setiap desa, para malaikat berdiri di setiap pintu gang sambil menyeru dengan suara yang bisa didengar oleh semua makhluk Allah kecuali jin dan manusia, para malaikat berkata : “Hai ummat Muhammad, keluarlah kalian menuju Rabb yang Mulia, hari ini Rabbmu akan member kemuliaan dan ampunan dosa yang besar.” Maka ketika kaum muslimin sudah berkumpul di tempat sholat ied, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman kepada malaikat : “Hai malaikat, balasan apa yang harus diberikan kepada pekerja apabila ia sudah mengerjakan pekerjaannya?” para malaikat menjawab: “Tuhanku, Engkau sendirilah yang mengerti balasannya” Allah Ta’ala berfirman : “Aku persaksikan kepada kamu, aku jadikan balasan shiam dan qiyam mereka dengan ridhoKu dan ampunanKu, maka berangkatlah kamu sekalian manusia dalam keadaan diampuni dosa-dosamu”

Alangkah beruntungnya orang-orang yang mau mengerjakan puasa, membayar zakat fitrahnya dan berangkat shalat ied ke tempat-tempat sholatnya dalam keadaan senang, gembira sambil bertakbir, bertahlil dan bertahmid kepada Allah subhanahu wata’ala.

الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله أكبر، الله أكبر و لله الحمد

Memang harus diakui amalan-amalan kaum muslimin di bulan ramadhan besarnya bagaikan gunung, shalat berjamaah lima waktu terjaga dengan baik, shalat-shalat sunnah rowatib dan sholat tarawih juga terlaksana dengan baik, bacaan Al Qur’an, I’tikaf di masjid pada sepuluh hari akhir ramadhan juga sebagian diantara kaum muslimin melakukan dengan baik demi mengintai datangnya malam lailatul qodar yang ibadah di malam itu lebih baik dari seribu bulan, sunnah ta’jil dalam berbuka, ta’khir dalam sahur, zakat fitrah, shodaqoh memberi makan orang yang berbuka puasa dan amalan-amalan yang lain semua berjalan dengan baik.

Amalan-amalan baik yang menggunung itu harus dijaga dengan baik meskipun ramadhan telah selesai. Jangan sampai amalan yang baik yang sudah menggunung itu hanya bagaikan gunung es yang mudah meleleh hilang karena sedikit kepanasan, artinya setelah ramadhan selesai tidak ada lagi shalat malam berjamaah, tidak ada lagi qiro’ah al Qur’an dan tidak ada lagi sholat qiyamul lail.

Jika demikian halnya, maka amal-amal kebaikan di bulan ramadhan yang menggunung itu sudah memang benar-benar bagaikan gunung es yang mudah lenyap dan susah bertahan.

Meskipun ramadhan  selesai hendaknya tetap melakukan shalat qiyamul lail paling tidak jangan sampai tidak ada malam tanpa witir, karena shalat qiyamul lail itu seutama-utama shalat setelah sholat fardhu.

إن الجنة غرفاً يرى ظهورها من بطونها، وبطونها من ظهورها ! قالوا لمن يارسول الله؟ قال: لمن طيّب الكلام، وأطعم الطعام وأداما لصيام، وصلى بالليل والناس نيام.

“Sesungguhnya di dalam surga adalah kamar yang bisa dilihat depannya dari dalamnya, dan dalamnya dari depannya.’ Mereka bertanya, ‘Untuk siapakah wahai Rasulullah? Beliau  bersabda: ‘Bagi orang yang memperbaiki ucapan, memberi makan, selalu puasa, shalat di malam hari sedangkan manusia tertidur.”

Laksanakanlah juga puasa enam hari di bulan syawal, karena melakukan puasa enam hari di bulan syawal itu seakan-akan melakukan puasa selama satu tahun.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu ‘anhu, bahwa ia telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang berpuasa Ramadlan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa setahun penuh.” [H.R Muslim]

Lakukanlah bacaan al Qur’an setiap hari dengan mengambil waktu yang sesuai dengan kondisi meskipun di bulan yang bukan ramadhan, karena bacaan al Qur’an di hari kiamat akan dating untuk member pertolongan kepada pembacanya.

عَنْ زَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَّامٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا

Dari Zaid bahwa ia mendengar Abu Sallam berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti.” [H.R Muslim]

Jadikanlah dirimu sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala, niscaya kamu akan mendapat apa yang telah dijanjikan oleh Allah. Penuhilah panggilan-panggilan Allah niscaya nanti Allah akan memenuhi panggilanmu. Ketahuilah, kenapa doa-doa kita jarang terkabulkan oleh Allah, jangan kecewa, hal itu dikarenakan kita tidak mau memenuhi panggilan-panggilanNya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Q.S Al Baqoroh 186]

Ibrahim bin Adham rahimahullah di waktu berpidato ditanya seseorang tentang firman Allah Ta’ala :

اُدْعُوْنِي أسَتجب لكم

“Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Ku perkenankan bagimu” [Q.S Al Mukmin 60]

Padahal kita telah berdoa kepadaNya mengapa tidak dikabulkan? Ibrahim bin adham menjawab:

مِنْ أَجْلِ خَمْسَةِ أَشْيَاءَ قَالَ: وَمَا هِيَ؟ قَالَ: عَرَفْتُمُ اللَّهَ فَلَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ , وَقَرَأْتُمُ الْقُرْآنَ فَلَمْ تَعْمَلُوا بِمَا فِيهِ , وَقُلْتُمْ نُحِبُّ الرَّسُولَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهُ , وَقُلْتُمْ نَلْعَنُ إِبْلِيسَ وَأَطَعْتُمُوهُ، وَالْخَامِسَةُ تَرَكْتُمْ عُيُوبَكُمْ وَأَخَذْتُمْ فِي عُيُوبِ النَّاسِ”

“Hal itudikarenakan 5 hal.”, Orang itu berkata, “Apa itu?” Ibrahim berkata: “Kalian mengenal Allah tetapi kalian tidak menunaikan hak-Nya, Kalianmembaca Alquran tetapi kalian tidak mengamalkan isinya, Kalian mengakumencintai Rasul-Nya tetapi kalian meninggalkan sunnahnya, kalian mengakumelaknat iblis namun kalian mena’atinya. dan kelima, jalian lupa padakekurangan diri kalian sendiri, tetapi malah sibuk mengurusi kekuranganorang lain”

Maka kami mohon semoga Allah memberi taufiqNya, ridhoNya, RahmatNya dan khusnul khatimah kepada kami. Karena Allah adalah sebaik-baik pengasih dan pengatur alam semesta.

الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله أكبر، الله أكبر و لله الحمد

 

*) Ust. Sartono Munadi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *