December 09, 2016

Tuhan Kita Sama?

Dari kalangan liberalis sering muncul ucapan yang sekilas terlihat benar, namun sejatinya perkataan itu salah. Misalnya saja. Sering kita jumpai kalimat yang mengatakan  “Tuhan kita kan sama,kenapa kita sering bertengkar”. Sekilas tak ada yang salah dengan kalimat tersebut, namun bila kita pahami lebih mendalam tentu kalimat tersebut menjadi sumber perdebatan.

Alur pemikiran ini sempat disisipkan di dalam film “?” sehingga film tersebut menuai banyak kecaman, niat dari pemikiran bahwa “Tuhan kita sama” mungkin adalah, agar kita semua hidup rukun antar agama.

Bagi sebagian orang,kalimat “Tuhan kita sama” adalah hal yang kecil dan sepele.Kadang ada pendapat minor yang mengatakan kenapa kita mesti meributkan hal sepele seperti ini? Hal ini bukanlah masalah sepele karena menyangkut pokok dari aqidah kita. Yang bisa-bisa jika pokok atau pondasi ini rusak maka rusaklah pula keimanan kita. Dari sisi logika saja pernyataan tentang Tuhan kita sama tentu tidak bisa diterima oleh logika, karena sesuatu dikatakan sama apabila dua hal/objek yang berbeda diperbandingkan.

Bagi seorang muslim,menyatakan bahwa Tuhan kita sama tentu menggugurkan aqidah ketauhidannya. Tuhan tidak bisa diperbandingkan dengan apapun,karena tidak ada sekutu bagiNya.

Dengan jelas,Q.S.Al-Ikhlas menjelaskan bahwa :

“Katakanlah : Dialah Alloh Yang Maha Esa, Alloh tempat bergantung, Dia tidak beranak dan diperanakkan, Dan tak ada sekutu bagiNya”

“Tuhan kita memang satu, cara berdoa kita saja yang berbeda. Aku bersujud, kau berlutut”

Jelas dan tegas, bahwa Tuhan kita tidak tidak sama. Tuhan kita adalah Dzat Yang Maha Esa,dan tentu Yang Maha Esa tidak bisa dipersamakan. Dan tidak boleh disama-samakan.

ليس كمثله شيء

“Tiada sesuatu pun yang serupa denganNya”

Bahkan sangat janggal pula bagaimana bisa mengatakan tuhan setiap agama sama akan tetapi perintahnya berbeda, ada yang mewajibkan puasa dan tuhan  yang lain tidak mewajibkan puasa dengan dikemas dengan kata-kata yang indah dan halus  “Tuhan kita memang satu, cara berdoa kita saja yang berbeda. Aku bersujud, kau berlutut”. Pada kenyataanya memang cara ibadah setiap agama adalah beda. Sehingga ucapan seperti ini lebih mudah untuk diterima. Apakah ucapan tersebut masuk akal? Tuhan sama namun dengan perintah berbeda?

Bagi mereka yang masih berpikir bahwa Tuhan kita sama,maka sejatinya dia menginginkan orang lain untuk menuruti keinginannya. Pemaksaan pendapat,pikiran,kehendak,dengan tujuan penyeragaman tentu inilah awal dari sebuah perdebatan,pertentangan,hingga peperangan.

Bagi saya sendiri, mungkin yang paling tepat dalam masalah ini adalah sebuah ucapan “Kita sama-sama menyembah tuhan, namun tuhan kita berbeda”

Wallahu a’alam

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *