December 05, 2016

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal”

“Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.

“Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak.

Setiap orang tua sudah pasti mengharapkan anaknya memiliki kepribadian yang baik, karena sangat menginginkannya kadang keluar kalimat-kalimat yang justru membuat anak menjadi nakal. Sangat sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal, padahal kadang maksudnya sekedar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya.

Hindari Sebutan Nakal

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut. Bisa saja karena cara kita yang salah dalam menegur inilah yang menjadikannya kelak sebagai orang yang gagal dalam menjalani hidupnya.

Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua atau lingkungannya!

Rasulllah shollallahu alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam” [Muttafaq Alaihi]

Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua. Dunia anak adalah dunia bermain, teguran dengan cara bermain akan lebih mengena kepada anak, membacakannya cerita kemudian menyuruhnya untuk mengambil hikmah apa saja dari cerita tersebut bisa dijadikan salah satu cara dalam mengajarkan kepada anak tentang mana yang benar dan mana yang salah.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat

Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi

Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu

Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar

Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai

Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil

Bila anak merasa aman, ia belajar percaya

Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya

Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.

Cara Pandang Positif

Orang tua haruslah selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekedar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal.

“Kamu anak baik dan salih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.

“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan anaknya bolos sekolah.

Seorang anak adalah tanaman yang baru saja tumbuh, setiap pupuk yang kita berikan kepadanya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya kelak. Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *