December 07, 2016

Jangan Cela Tuhan Mereka

Sejak munculnya video penghinaan terhadap Nabi kita tercinta beberapa hari lalu, umat islam memberikan berbagai macam respon. Sudah barang tentu jika seseorang yang kita cintai dihina pasti kita merasa dihina juga.  Positif dan negatifnya respon tersebut memang bukan saya pribadi yang menentukannya. Namun ada sebuah respon yang memang benar-benar salah dari ummat ini. Yaitu dengan membalas penghinaan tersebut dengan hinaan juga.

Seakan tidak mau kalah, beberapa hari ini semakin banyak dan menyebar gambar yang menghina tuhan mereka, yaitu Yesus. Berbagai gambar mereka buat sebagai bahan parodi. Entah mereka memang tidak tahu atau tidak mau tahu sehingga melakukan hal tersebut. Padahal jika mereka pernah membaca dan memahami Al Qur’an pasti tidak akan melakukan hal tersebut.

Allah Ta’ala  berfirman, “Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.  Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.  Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al An’am:108).

Para ‘ulama ushul menetapkan suatu kaidah, “Wasilah (perantara) menuju keharaman adalah haram”.  Setiap perbuatan mubah  jika disangka kuat akan mengantarkan kepada keharaman, maka perbuatan itu menjadi haram. 

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah shollallahu alaihi wasallam :”Termasuk dosa besar seorang laki-laki yang mengolok dua orang tuanya.”  Kemudian shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw, bagaimana seorang laki-laki itu bisa mengolok dua orang tuanya?  Rasul menjawab, “Ia mengolok bapak seorang laki-laki, dan lelaki itu mengolok bapaknya, kemudian ia mengolok ibu lelaki  itu, dan laki-laki itu balas mengolok ibunya.” [Muttafaq alaihi]

Sikap dari rasa cinta kita memang kadang terlalu menggebu-gebu sehingga lupa segala. Dan lebih mendahulukan nafsu kita. Apalagi sampai-sampai menyibukkan diri untuk mecela tuhan mereka, hal itu tidak akan merubah sikap mereka justru menambah penghinaan mereka terhadap Nabi kita shollallahu alaihi wasallam. Jika kita menilisik ke hati kita sendiri niat kita bukan lagi berdakwah namun niat kita adalah membalas celaan mereka.

Allah subhanahu wata’ala juga berfirman, “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang dzalim diantara mereka, dan katakanlah, “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.” (Al Ankabut : 46)

Mendakwahkan islam kepada mereka tidak akan bisa dengan cara mencela agama atau sesembahan mereka, karena dalam keyakinan mereka agama yang mereka peluk adalah agama terbaik dan terbenar sehingga pendekatan secara halus lebih mudah untuk dilakukan.

Kita memang dilarang untuk mencela agama atau tuhan-tuhan mereka namun disisi lain kita juga tidak boleh begitu saja diam dan bermuka manis terhadap perbuatan mereka. Hanya saja jangan sampai kita salah langkah dalam mengapresiasikan bentuk cinta kita kepada Nabi Muhammad sehingga kita terjerumus ke dalam hal-hal yang haram.

Walllahu a’lam

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *