December 09, 2016

10 Renungan [Bag 1]

SATU KEHARUSAN

Bagi seorang muslim ada suatu keharusan, yaitu memfokuskan kehidupan ini hanya untuk Allah Subhanahu wata’ala, hidup dan mati hanya untuk Allah Rabb semesta alam. Syaikhul Islam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :

عَلاَمَةُ   صِحَّةِ  الاِراَدَةِ :

أَنْ يَكُونَ هَمُّ المُرِيْدِ رِضَا رَبِّهِ, وَاسْتِعْدَادَ لِلِقَائِهِ, وَحُزْنَهُ عَلَي وَقْتٍ مَرَّ فِي غَيْرِ مَرْضَاتِهِ, وَأَسَفَهُ عَلَي قَرْبِهِ وَالأُنْسَ بِهِ. وَجَمَاعُ ذَلِكَ أَنْ يُصْبِحَ وَيُمْشِيَ وَلَيْسَ لَهُ هَمٌّ غَيْرَهُ.

“Tanda-tanda benarnya keinginan adalah :

Yang dicari hanya ridlo Allah Subhanahu wata’ala, siap-siap untuk berjumpa dengan-Nya, gelisah atas waktu lewat yang tidak dipakai untuk ridlo-Nya, sedih tidak taqarrub kepada-Nya, dan merasa terhibur bila bersama dengan-Nya. Kesimpulan semua itu ialah : pagi dan sore tidak ada keinginan selain-Nya.”

Syaikh Ibrahim At Taimi berkata :

مَثـــَّلْتُ نَفْسِي فِي النَّارِ أُعَالِجُ أَغْلاَلَهَا وَسَعِيْرَهَا وآكُلُ مِنْ زَقُّوْمِهَا وَأَشْرَبُ مِنْ حَمِيْمِهَا.فَقُلْتُ ياَ نَفْسُ أَيُّ شَيْئٍ تَشْتـــَهِيْنَ؟ قَالَتْ أَرْجِعُ إلِيَ الدُّنـــْيَا أَعْمَلُ عَمَلاً أَنْجُو بِهِ مِنْ هَذَا اْلعَذَابِ.

و مَثـــَّلْتُ نَفْسِي فِي الْجَنَّةِ مَعَ حُوْرِهَا أَلْبَسُ مِنْ سُنْدُوْسِهَا وَاسْتــَبْرَقِهَا وَحَرِيْرِهَا. فَقُلْتُ ياَ نَفْسُ أَيُّ شَيْئٍ تَشْتـــَهِيْنَ؟ قَالَتْ أَرْجِعُ إلِيَ الدُّنـــْيَا فَأَعْمَلُ عَمَلاً اِزْدَادَ بِهِ مِنْ هَذَا الثـــَّـوَابِ. فَقُلْتُ الآنَ أَنـــْتِ فِي الدُّنـــْيَا وَفِي اْلأَمْنِيَّةِ.

“Aku umpamakan diriku masuk neraka yang harus bersinggungan dengan belenggu neraka dan apinya yang menyala-nyala, serta aku harus memakan buah zaqqum dan harus meminum airnya yang sangat mendidih. Maka aku katakan pada diriku, “Wahai diriku, jika demikian keadaannya, apa yang engkau inginkan ?” Diriku berkata, “Aku kembali kedunia saja melakukan amalan yang bisa menyelamatkan aku dari adzab yang seperti ini.”

 

Dan aku umpamakan diriku masuk surga, bersenang-senang bersama bidadarinya, akau pakai pakaian sutra halus dan sutra tebal, serta sutra (indah dan warna warni). Maka aku katakan pada diriku, “Wahai diriku, jika demikian keadaannya, apa yang engkau inginkan ?” Diriku berkata, “Aku kembali kedunia saja melakukan amalan yang dengan amalan itu bisa menambah pahala ini.”  Maka aku katakan, “Wahai diriku, sekarang ini engkau sedang didunia dan dalam keadaan sejahtera.”

DUA PENJAGAAN

Dua hal yang harus selalu dijaga oleh manusia, yaitu hati dan lisan.  Karena hati yang selamat akan selamat pula anggota badan lainnya, sehingga orang lain akan selamat dari sakitan dan gangguan tangan dan lisannya, serta selamat pula harta, jiwa, dan kehormatan orang, serta sedikit kejahatan dan kesalahan ditengah-tengah kehidupan.

إِنَّ لُقْمَانَ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَدَفَعَ إِلَيْهِ سَيِّدُهُ شَاةً وَقَالَ : اِذْبَحْهَا وَآتِنِي بِأَطْيَبِ مُضْغَتــَيْنِ مِنْهَا!. فَآتاَهُ بِاْلقَلْبِ وَاللِّسَانِ. ثُمَّ بَعْدَ أَيــَّامٍ آتاَهُ بِشَاةٍ أُخْرَى وَقَالَ لَهُ : اِذْبَحْهَا وَآتِنِي بِأَخْبَثِ مُضْغَتــَيْنِ مِنْهَا!. فَآتاَهُ بِاْلقَلْبِ وَاللِّسَانِ.  فَسَأَلَهُ سَيِّدُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ : هُمَا أَطْيَبُ شَيْئٍ إِذَا طَابَا وَأَخْبَثُ شَيْئٍ إِذَا خَبُثاَ.

“Sesungguhnya luqman adalah seorang hamba habasyah. Tuannya pernah menyerahkan kepadanya seekor kambing dan berkata, “ Sembelihlah kambing ini dan berikan kepada saya dua daging yang paling bagus!” maka luqman memberikan hati dan lidah. Kemudian setelah beberapa harituannya menyerahkan lagi seekor kambing yang lain dan berkata kepadanya, “ Sembelihlah kambing ini dan berikan kepada saya dua daging yang paling jelek!” maka luqman memberikan hati dan lidah. Bertanyalah tuannya kepadanya tentang dua daging itu, maka ia menjawab, “Dua daging itu daging yang paling bagus bila keduanya bagus, dan dua daging itu yang paling jelek jika keduanya jelek.”

10 Renungan, Oleh Ust. Sartono [Bag II]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *