December 09, 2016

10 Renungan [Bag II]

TIGA KELEBIHAN

Setelah melaksanakan islam secara kaffah manusia boleh memilih amalan-amalan yang menjadi kelebihannya, misalnya bacaan al qur’an, kedermawanan dan lain sebagainya.

رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ : حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ الطِّيْبُ وَالنِّسَاءُ وَجُعِلَتْ قُرَّتُ عَيْنِي فِي الصَّلاَةِ. وَكَانَ مَعَهُ أَصْحَابُهُ جُلُوْسًا.

Diriwayatkan dari Nabi shollallahu alaihi wasallam bahwasanya ia bersabda, “Dicintakan kepadaku dari duniamu minyak wangi dan wanita, serta dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.” Pada saat itu para shahabat sedang pada duduk bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam.

فَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ صَدَقْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَحُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنـــْيَا ثَلاَثٌ النَّظْرُ إِلَي وَجْهِ رَسُوْلِ اللهِ, وَإِنْفَاقُ مَالِي عَلَي رَسُوْلِ اللهِ, وَأنْ تَكُوْنَ ابْنَتِي تَحْتَ رَسُوْلِ اللهِ.

Maka menyahutlah Abu Bakr radiyallahu anhu, “Enkau benar hai Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, dan dicintakan kepada saya dari dunia tiga hal; melihat wajah Rasulullah, menginfaqkan hartaku kepada Rasulullah, dan putriku dibawah Rasulullah.”

فَقَالَ عُمَرُ صَدَقْتَ يَا أَباَ بَكْرٍ وَحُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنـــْيَا ثَلاَثٌ اَلْأَمْرُ بِاْلمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَالثـــَّوْبُ اْلخَلَقُ.

Maka menyahutlah Umar radiyallahu anhu, “Engkau benar hai Abu Bakar, dan dicintakan kepada saya dari dunia tiga hal; amar ma’ruf, nahyi munkar dan pakaian usang.”

فَقَالَ عُثـــْمَانُ صَدَقْتَ يَا عُمَرُ وَحُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنـــْيَا ثَلاَثٌ اِشْبَاعُ اْلجَيْعَانِ وَكِسْوَةُ اْلعُرْيَانِ وَتِلاَوَةُ الْقُرْآنِ.

Maka menyahutlah Utsman radiyallahu anhu, “Engkau benar hai Umar, dan dicintakan kepada saya dari dunia tiga hal; memberi makan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membaca al Qur’an.”

فَقَالَ عَلِيٌّ صَدَقْتَ يَا عُثـــْمَانُ وَحُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنـــْيَا ثَلاَثٌ الخِدْمَةُ لِلضَّيْفِ وَالصَّوْمُ فِي الصَّيْفِ وَالضَّرْبُ بِالسَّيْفِ.

Maka menyahutlah Ali karomallahu wajhuh, “Engkau benar hai Utsman, dan dicintakan kepada saya dari dunia tiga hal; melayani tamu, puasa dimusim panas, dan memukul dengan pedang.”

فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ جَاءَ جِبْرِيْلُ وَقَالَ أَرْسَلَنِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَي لَمَّا سَمِعَ مَقَالَتــَكُمْ وَأَمَرَكَ أَنْ تَسْأَلَنِي عَمَّا أُحِبُّ إِنْ كُنْتُ مِنْ أَهْلِ الدُّنـــْيَا. فَقَالَ : إِرْشَادُ الضَّالِّيْنَ وَمُؤَانَسَةُ الغُرَبَاءِ القَانِتِيْنَ وَمُعَاوَنَةُ أَهْلِ الْعِيَالِ المُعَسِّرِيْنَ.

Ketika mereka berbincang-bincang, tiba-tiba malaikat jibril alaihis salam datang dan berkata, “Allah subhanahu wata’ala mengutus saya ketika Allah subhanahu wata’ala mendengar perbincangan kalian. Dan Allah memerintah kamu agar kamu menanyai saya tentang apa yang paling saya cintai jika saya menjadi penduduk dunia.” Kemudian jibril berkata, “Memberi petunjuk orang yang sesat, menghibur orang yang terasing karena taat dan menolong rakyat yang sedang keadaan sulit.”

وَقَالَ جِبْرِيْلُ رَبُّ العِزَّةِ جَلَّ جَلاَلُهُ يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ ثـــَلاَثَ حِصَالٍ : بَدْلُ اْلاِسْتِطَاعَةِ وَاْلبُكَاءُ عِنْدَ النَّدَامَةِ وَالصَّبْرُ عِنْدَ الفَاقَةِ.

Dan jibril alaihis salam berkata, “Demi Rabb yang Maha Mulia dan Agung, Allah mencintai hamba-Nya pada tiga keadaan; mencurahkan kemampuan, menangis dalam penyesalan, dan sabar diwaktu ada kebutuhan.”

EMPAT PILIHAN

 

اِخْتــَارَ أَحَدُ اْلحُكَمَاءِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ مِنْ أَرْبَعِ كُتـــُبٍ :

مِنَ التـــَّوْرَاةِ          : مَنْ رَضِيَ بِمَا أَعْطَاهُ اللهُ اسْتَرَاحَ فِي الدُّنــْيَا وَالآخِرَةِ.

مِنَ اْلإِنــْجِيْلِ         : مَنْ هَدَمَ الشَّهَوَاتِ عَزَّ فِي الدُّنــْيَا وَالآخِرَةِ.

مِنَ الزَّبــُوْرِ          : مَنْ تَفَرَّدَ عَنِ النَّاسِ نَجَا فِي الدُّنـــْيَا وَالآخِرَةِ.

مِنَ اْلفُرْقَانِ            : مَنْ حَفِظَ اللِّسَانَ سَلِمَ فِي الدُّنــْيَا وَالآخِرَةِ.

Salah seorang ahli hikmah memilih empat kalimat dari empat kitab :

Dari Kitab Taurat               : Barangsiapa ridlo dengan apa yang diberikan Allah kepadanya, maka ia akan        memperoleh ketenangan di dunia dan akhirat.

Dari Kitab Injil    : Barangsiapa menghancurkan syahwat, maka ia akan memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat.

Dari Kitab Zabur                : Barangsiapa mandiri dari manusia, maka ia akan memperoleh keberuntungan di dunia dan akhirat.

Dari Kitab Al Quran          : Barangsiapa yang menjaga lisan, maka ia akan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

LIMA KESEMPATAN

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَغْتــَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ            

“Waspadailah lima perkara sebelum datangnya lima perkara”

حَيَاتُكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

hidupmu sebelum matimu”

 وَصِحَّتُكَ قَبْلَ مَرَضِكَ

“sehatmu sebelum sakitmu,”

وَفَرَاغُكَ قَبْلَ شَغْلِكَ

“waktu senggangmu sebelum waktu sibukmu,

وَشَبَابُكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

“masa mudamu sebelum tua,”

, وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ.

“masa kayamu sebelum kefakiranmu.”

ENAM KEWASPADAAN

 

وَقَالَ عُثـــْمَانُ أَنَّ اْلمُؤْمِنَ فِي سِتــَّةِ أَنــْوَاعٍ مِنَ اْلخَوْفِ :

أَحَدُهَا      : مِنْ قِبَلِ اللهِ تَعَالَي أَنْ يَأْخُذَ مِنْهُ اْلإِيْمَانَ.

وَالثـــَّانِي  : مِنْ قِبَلِ الحَفَظَةِ أَنْ يَكْتــُبُوْا عَلَيْهِ مَا يَفْتــَضِحُ بِهِ يَوْمَ الْقَِيَامَةِ.

وَالثـــَّالِثُ : مِنْ قِبَلِ الشَّيْطَانِ أَنْ يُبْطِلَ عَمَلَهُ.

وَالرَّابِعُ    : مِنْ قِبَلِ مَلَكِ اْلمَوْتِ أَنْ يَأْخُذَهُ فِي غَفْلَةٍ بَغْتــَةً.

وَاْلخَامِسُ  : مِنْ قِبَلِ الدُّنــْيَا أَنْ يَغْتــَرَ بِهَا وَتــُشْغِلَهٌ عَنِ الآخِرَةِ.

وَالسَّادِسُ  : مِنْ قِبَلِ اْلأَهْلِ وَاْلعِيَالِ أَنْ يَشْتــَغِلَ بِهِمْ فَيُشْغِلُوْنــَهُ عَنْ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَي.

Dari Utsman Ibnu Affan radiyallahu anhu Ia berkata, “Sesungguhnya orang mukmin harus takut (waspada) terhadap enam macam :

Dari arah Allah subhanahu wata’ala, (jangan-jangan) Allah mengambil keimanan dari dirinya,

Dari arah Malaikat Penjaga, (jangan-jangan) malaikat menulis tulisan jelek yang memberatkan dirinya di hari kiamat,

Dari arah syetan, (jangan-jangan) syetan membatalkan amalnya,

Dari arah malaikat maut, (jangan-jangan) malaikat tiba-tiba mencabut nyawanya ketika ia sedang lalai,

Dari arah dunia, (jangan-jangan) dunia berhasil membujuknya dan menyibukkannya sehingga lupa akhirat.

Dari arah keluarga, (jangan-jangan) keluarga menyibukkannya sehingga ia sibuk lupa dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala.

TUJUH DICEPATKAN

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ سَبْعًا

“Bersegeralah kalian beramal (sebelum datangnya) tujuh perkara.”

هَلْ تَنْتــَظِرُوْنَ إِلاَّ فَقْرًا مُنْسِيًّا

“Bukankah kalian tidak menantikan kecuali kefakiran yang melalaikan,

أَوْ غِنًي مُطْغِيًا,             

“atau kekayaan yang menyebabkanmu melampaui batas”

 أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا

“atau sakit yang merusak,”

 أَوْ هَرَماً مُفْنِداً,

“atau usia tua yang melemahkan,”

 أَوْ مَوْتاً مُجْهِزًا,

“atau kematian yang sangat cepat”

 أَوْ الدَّجَّالَ فَشَرَّ غَائِبٍ يُنْتــَظَرُ,

“atau dajjal maka ia adalah seburuk-buruk makhluk ghoib yang ditunggu,”

 أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَي وَأَمَرُّ.

“atau hari kiamat, maka hari kiamat itu adalah lebih besar bencananya serta paling pahit.”

10 Renungan, Oleh Ust. Sartono [Bag III]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *