December 07, 2016

Sekilas Tentang Awal Penanggalan Islam

Sebagian orang ada yang salah kaprah di bulan Muharram ini, yaitu menganggap bulan ini adalah bulan dimana Rasulallah berhijrah ke Madinah kemudian merayakan hijrahnya Nabi shollallahu alaihi wasallam di bulan Muharram ini.

Rasulallah shollallahu alaihi wasallam sebenarnya berhijrah ke madinah pada bulan Rabiiul Awwal yang justru menjadi bulan ke 3 dari penanggalan Hijriyah / Qomariyah, tepatnya tanggal 12 Rabiiul Awwal

Lalu Kenapa Penanggalan Qomariyah Dimulai Bulan Muharram?

Penetapan penanggalan yang dipakai oleh umat Islam dimulai pada zaman khalifah Umar radiyallahu anhu. Menurut keterangannya, ide ini diterapkan setelah beliau menerima sepucuk surat dari Abu Musa al-asy’ari yang menjadi gubernur di Bashrah, isinya menyatakan ”Kami telah banyak menerima surat perintah dari anda tapi kami tidak tahu kapan kami harus lakukan. Ia bertanggal Sya’ban, namum kami tidah tahu Sya’ban yang mana yang dimaksudkan?”

Sehingga kemudian diadakanlah musyawarah diantara para sahabat untuk menentukan penanggalan islam, dari musyawarah tersebut setidaknya ada 4 usulan dari mana penanggalan dimulai :

  1. Dihitung dari mulai kelahiran Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam
  2. Dihitung dari mulai wafat Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam
  3. Dihitung dari hari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam menerima wahyu pertama di gua Hira
  4. Dihitung mulai dari tanggal dan bulan Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah

Kemudian mereka setuju  penanggalan dimulai dari hijrahnya Nabi shollallahu alaihi wasallam dikarenakan  terdapat perselisihan kapan tepatnya kelahiran serta di utusnya Nabi dan jika dimulai dari tanggal wafatnya beliau maka akan menimbulkan kesedihan.

Dipilihnya bulan muharaam dan bukan bulan rabiiul awwal dikarenakan niat untuk berhijrah sebenarnya sudah ada sejak bulan muharram, selain itu menurut Khalifah Umar dan sejumlah sahabat lainnya bulan Muharram adalah bulan dimana para haji telah selesai melakukan manasik dan keperluan haji lainnya. Seolah-olah umat telah siap aktif untuk memulai kehidupan barunya. Juga, bulan Muharam termasuk bulan haram (bulan-bulan sangat dihormati) pada masa jahiliyah maupun Islam.

Sehingga sangat salah jika ada yang memperingati hijrahnya Nabi shollallahu alaihi wasallam pada bulan muharram ini, dan juga di dalam islam tidak ada yang namanya pengistimewaan hari pergantian tahun, karena pergantian tahun tidak dan bukan hal yang istimewa, yang istimewa justru adalah bulan muharram tersebut bukan pergantian tahunnya. Alangkah tepatnya jika pergantian tahun ini kita jadikan sebagai muhasabah apa yang telah kita amalkan selama setahun, ibarat serang pedagang ini adalah waktunya melihat apakah selama setahun ia berdagang rugi atau tidak. Rasulallah shollallahu alaihi wasallam sendiri pernah menyatakan bahwa manusia terbagi atas tiga golongan:

  • Golongan beruntung, yaitu jika hari ini lebih baik dari hari kemarin.
  • Golongan merugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin.
  • Golongan celaka, jika hari ini lebih buruk daripada hari kemarin

Wallahu a’lam

referensi :

  • Fathul Bari – Ibnu Hajar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *