December 07, 2016

Jumlah Raka’at Sholat Jenazah

Banyak umat muslim yang tidak tahu tata cara sholat jenazah yang benar, do’anya pun kadang kita tidak hafal (lupa) karena kita jarang mempraktekannya, banyak diantara kita dalam mengerjakannya kita juga hanya mengikuti imam saja karena kita tidak tahu kaifiyah sholat jenazah tersebut.

Disini kami mencoba memaparkan permasalahan jumlah raka’at dari sholat jenazah agar menambah keilmuan kita sehingga dalam mengerjakannya bukan asal-asalan (mengikuti imam). Para Ulama berbeda pendapat dalam hal ini, dan masing-masing pendapat berdasarkan dalil-dalil yang kuat.

Pendapat Pertama

Menyatakan bahwa shalat jenazah itu 4 kali takbir berdasarkan hadits dari Abu Hurairah.

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَي لِلنَّجَاشِ فِي يَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيْهِ وَخَرَجَ بِهِمْ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ

Bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menyiarkan wafatnya An-Najasyi di hari kematiannya, lalu beliau keluar bersama orang banyak menuju mushalla maka beliau berbaris bersama mereka, dan bertakbir 4 kali.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Nasai)

 Pendapat Kedua

Mereka menyatakan bahwa takbir shalat jenazah itu sebanyak lima kali. Mereka mengambil dalil dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdul A’la ia berkata, “Aku shalat di belakang Zaid bin Arqam pada shalat jenazah maka ia bertakbir 5 kali kemudian ibu Abdurrahman bin Abi Laila  mendekatinya dan memegang tangannya dan berkata ‘Apakah kamu lupa ?’ dia menjawab :

لاَ, وَلَكِنْ صَلَّيْتُ خَلْفَ أَبِي الْقَاسِمِ خَلِيْلِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ خَمْسًا فَلاَ أَتْرُكُهَا أَبَدًا

“Tidak, akan tetapi aku telah shalat di belakang Abu Qasim (Muhammad) kekasihku, maka beliau takbir sebanyak lima kali maka aku tidak akan meninggalkan itu selamanya.”

 Kesimpulan:

Ibnu Rusydi mengatakan bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah shalat jenazah dengan takbir sebanyak 4, 5, 6, sebagaimana dalam satu riwayat.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُ عَلَى الْجَنَائِزِ أَرْبَعًا وَخَمْسًا وَسِتًّا وَسَبْعًا وَثَمَانِيًا حَتَّى جَاءَ مَوْتُ النَّجَاشِيِّ فَخَرَجَ إلَى الْمُصَلَّى وَصَفَّ النَّاسَ وَزَادَ : وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا ثُمَّ ثَبَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَرْبَعٍ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

“Nabi Saw bertakbir atas jenazah sebanyak 4 kali, 5 kali, 6 kali, 7 kali, dan (kadang-kadang) 8 kali sampai datang kematian Raja Najasyi (Ashamah). Maka ia keluar menuju tempat shalat dan (mengatur) shaf orang-orang”. Dan ia menambahkan (keterangan): “Dan ia bertakbir atasnya sebanyak 4 takbir, kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam tetap takbir 4 kali sampai Allah mewafatkannya”. [HR Ibnu Abdul Bar]

Jadi pendapat yang paling rajih adalah 4 kali takbir .

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

  • Musnad Al Imam Ahmad IV/No. Hadits 19321-19322.
  • Sunan Ibni Majah I/No. Hadits 1505-1506.
  • Tuhfatul Ahwadzi IV/62.
  • Sunan Abi Dawud II/86.
  • Fathul Bari III/257.
  • Sunan An Nasai II/74.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *