December 07, 2016

Hukum Menyembelih Hewan Lebih Dari Satu Ekor Dengan Sekali Basmalah ?

Untuk menjawab hal ini kami akan menukilkan satu hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radiyallahu anhu:

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ أَقْرَنَيْنِ وَيُسَمِّي وَيُكَبِّرُ وَيَضَعُ رِجْلَهُ عَلَي صَفَاحِهِمَا. وَفِي لَفْظٍ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ.وَفِي لَفْظٍ سَمِنَيْنِ .وَلأَبِي عَوَانَةَ فِي صَحِيْحِهِ ثــَمِيْنَيْنِ بِالْمُثــَلَّثــَةِ بَدْلُ السِّيْنِ, وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ, وَيَقُوْلُ ( بِسْمِ اللهِ, وَاللهُ أَكْبَرُ )

“Bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah berkurban dua kambing kibas yang bertanduk dan ia mengucapkan nama Allah dengan bertakbir, dan meletakkan kakinya di lambung lehernya.” Dalam riwayat yang lain “Ia sembelih keduanya dengan kedua tangannya.” Dan disuatu lafazh “Dua kambing yang gemuk” dan bagi Abu ‘Awanah di dalam kitab shahihnya “Dua kambing yang berharga dengan memakai huruf Tsa’ sebagai ganti lafazh Sin.” dan di dalam lafazh Muslim “Ia mengucapkan Bismillah, Allahu Akbar.”

Hadits ini maknanya masih umum, bukan berarti Rasulullah Nabi shollallahu alaihi wasallam menyembelih dua kibas dengan basmallah, dan bisa jadi Rasulullah Nabi shollallahu alaihi wasallam  menyembelih setiap kibas dengan bismillah .

Imam Asy Syaukani dalam kitab nailul authar dan diperkuat dalam kitab Ushuluts Tsalatsah (Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab) dan begitu juga dalam kitab Fathul Majid bahwa setiap sesuatu yang tidak dimulai dengan basmallah akan menjadi kurang barakah.

Karena setiap amalan harus dimulai dengan basmallah Allah subhanahu wata’ala berfirman :

وَلاَتــَأْكُلُوْا مِمَّالَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

“Dan janganlah kamu memakan binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan” (QS. Al An’am : 121).

Asy Syaikh Abu ‘Abdillah ‘Abdus Salam ‘Allusy juga berkata, “Menyebut nama Allah dan bertakbir ketika akan menyembelih.”

Jadi dalam setiap sembelihan harus menyebut nama Allah (basmallah) dan seandainya lupa diperkenankan ketika memakan daging sembelihan tersebut harus melafazhkan kalimat basmallah. Rasulullah Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda :

المُسْلِمُ يَكْفِيْهِ اسْمُهُ فَإِذَا يَنْسَي أَنْ يُسَمِّيَ حِيْنَ يَذْبَحُ فَلْيُسَمِّ ثُمَّ لِيَأْكُلْ

“Seorang muslim cukup baginya dengan nama-Nya oleh karena itu jika ia lupa menyebut nama Allah ketika menyembelihnya hendaknya ia menyebut nama Allah lalu memakannya” (HR. Ad Daruqutni).

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

  • Bulughul Maram  hal. 4,667,1372.
  • Nailul Awthar Jilid 3 V/128-129.
  • Ibanatul Ahkam III/219.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *