December 05, 2016

Over Toleransi

Seperti biasa. Menjelang natal selalu saja ada dua pihak yang yang berseteru di kalangan ummat ini, pihak yang pro dengan natal dan pihak yang anti natal. Bukan maksud hati memperkeruh suasana ummat islam tapi setidaknya kita perlu menyebarkan dakwah islam kepada yang belum mengetahui, karena dari pihak yang pro dengan natal setidaknya ada dua tipe.

  1. Orang islam yang pintar akan ilmu agama namun sengaja ingin mengaburkan syariat islam.
  2. Orang islam yang belum sampai kepadanya dakwah tentang tidak bolehnya mengucapkan / ikut berpartisipasi acara natal.

Lalu kenapa orang awam justru lebih mendukung atau pro dengan natal, jawabannya memang banyak sekali dan setiap kepala pasti menyumbangkan jawaban-jawaban yang berbeda. Tetapi ada beberapa faktor besar yang membuat mereka lebih suka mendukung para liberalis.

Pengemasan

Liberalis, terkenal pandai menggunakan logika-logika nyleneh yang terlihat bagus jika dipikirkan hanya secara singkat, jarang sekali menggunakan qoul-qoul ulama’ karena tahu orang awam akan lebih mudah mencerna tulisan atau ucapan mereka. Kadang juga mereka menggunakan dalil-dalil yang sangat dipaksakan tetapi mereka tidak mengandalkan dalil mereka saja, tetapi juga sikap mereka.

Sikap

Sikap mereka yang seakan-akan anti kekerasan membuat logika dan dakwah mereka lebih bisa diterima oleh orang awam, ditambah lagi bumbu-bumbu berita buatan dari tindakan kekerasan segolongan ummat islam yang anti natal.

Ada juga hal ini dikarenakan sikap kita yang memang salah, penyampaian dakwah kita tidak mengena pada hati mereka justru malah menyakiti mereka. Misalnya saja dengan terburu-buru langsung mengkafirkan mereka tanpa terlebih dulu mengajak mereka kepada hal yang kita yakini benar.

Apa Salahnya Mengucapkan “Selamat Hari Natal”?

Hari natal merupakan salah satu syiar dari agama mereka, seperti halnya idul fitri dalam agama islam, termasuk dari syiar kekufuran. Dan mengucapkan “selamat natal” itu sama saja kita ridho dengan kekufuran mereka. Kekufuran adalah sesuatu hal yang munkar, jika selemah-lemahnya iman adalah menolak kemungkaran dengan hati, sekarang bagaimana jika justru ada beberapa oknum yang yang mengaku beriman justru ridho akan kemungkaran?

Mereka (Ummat Kristen) Kan Mengucapkan Selamat Idul Fitri?

Ini bukanlah pembenaran, karena kita hidup bersosialisasi sudah diberikan petunjuk oleh Allah subhanahu wata’ala dan RasullNya. Ada kaidah-kaidah yang harus kita patuhi sebagai tanda kita memang hamba yang beriman. Justru ucapan itu menjerumuskan mereka tetap pada kekufuran mereka. Padahal tugas kita adalah mengajak mereka kaum yahudi untuk kembali kepada jalan yang lurus, tentu anda tidak mau sikap over toleransi anda ini justru memberatkan anda ketika di yaumul hisab kelak.

Untuk mengakhiri tulisan ini kami mencoba memberikan renungan berupa prediksi dari Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

”Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula”. Sebagian sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani-kah?” Beliau menjawab: ”Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” 

(HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *