December 05, 2016

Dua Keadaan Manusia Di Akhirat

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره علي الدين كله ولو كره الكافرون. أشهد ان لاإله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل علي سيدنا محمد و علي آله صحبه اجمعين. أما بعد: فإنه تعالى قد قال فى كتابه الكريم، أعوذ من الشيطان الرجيم فيا ا يها ا لمسلمون ا و صيكم و نفس بتقوء الله ا تقوالله حقا تقاته ولا تموتن ا لا وا نتم مسلمون، وقال ياأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

 فياأيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون . اعلموا معاشر المسلمين جماعة الجمعة رحمكم الله إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Pada kesempatan kali ini marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala, senantiasa menjalankan perintah-perintahnya dan kita tinggalkan apa saja larangannya. Dengan demikian insyaAllah kita sampai derajat taqwa.

Jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Perlu kita renungi bahwa kita hidup di dunia ini adalah tempat kita menanam yang buahnya nanti akan bisa kita panen ketika kita sudah sampai di alam akhirat oleh karena itu hendaknyalah kita kerja keras untuk menanam agar kita bia memetik buah itu di akhirat nanti. Dunia ini bagaikan lapangan untuk bertanding dan belaga dalam rangka mendapatkan kesuksusesan dan kejayaan di akhirat, oleh karena itu hendaknya waktu-waktu kita jangan sampai kita buang meskipun sempit, kita harus menggunakannya sebaik-baiknya.

Pernah ada ungkapan, yang telah pernah disampaikan oleh salaf yang sholeh bernama Ibrahim At Taimi berkata :

مَثـــَّلْتُ نَفْسِي فِي النَّارِ أُعَالِجُ أَغْلاَلَهَا وَسَعِيْرَهَا وآكُلُ مِنْ زَقُّوْمِهَا وَأَشْرَبُ مِنْ حَمِيْمِهَا.فَقُلْتُ ياَ نَفْسُ أَيُّ شَيْئٍ تَشْتـــَهِيْنَ؟ قَالَتْ أَرْجِعُ إلِيَ الدُّنـــْيَا أَعْمَلُ عَمَلاً أَنْجُو بِهِ مِنْ هَذَا اْلعَذَابِ.

و مَثـــَّلْتُ نَفْسِي فِي الْجَنَّةِ مَعَ حُوْرِهَا أَلْبَسُ مِنْ سُنْدُوْسِهَا وَاسْتــَبْرَقِهَا وَحَرِيْرِهَا. فَقُلْتُ ياَ نَفْسُ أَيُّ شَيْئٍ تَشْتـــَهِيْنَ؟ قَالَتْ أَرْجِعُ إلِيَ الدُّنـــْيَا فَأَعْمَلُ عَمَلاً اِزْدَادَ بِهِ مِنْ هَذَا الثـــَّـوَابِ. فَقُلْتُ الآنَ أَنـــْتِ فِي الدُّنـــْيَا وَفِي اْلأَمْنِيَّةِ.

“Aku umpamakan diriku masuk neraka yang harus bersinggungan dengan belenggu neraka dan apinya yang menyala-nyala, serta aku harus memakan buah zaqqum dan harus meminum airnya yang sangat mendidih. Maka aku katakan pada diriku, “Wahai diriku, jika demikian keadaannya, apa yang engkau inginkan ?” Diriku berkata, “Aku kembali ke dunia saja melakukan amalan yang bisa menyelamatkan aku dari adzab yang seperti ini.”

Dan aku umpamakan diriku masuk surga, bersenang-senang bersama bidadarinya, akau pakai pakaian sutra halus dan sutra tebal, serta sutra (indah dan warna warni). Maka aku katakan pada diriku, “Wahai diriku, jika demikian keadaannya, apa yang engkau inginkan ?” Diriku berkata, “Aku kembali kedunia saja melakukan amalan yang dengan amalan itu bisa menambah pahala ini.”  Maka aku katakan, “Wahai diriku, sekarang ini engkau sedang didunia dan dalam keadaan sejahtera.”

Ibrahim At Taimi paham berkata demikian karena beliau paham betul akan ayat-ayat Al Qur’an yang ia baca, bagaimana jika ia masuk ke neraka dengan belengu-belenggunya padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Ar Ra’du ayat 5

وَأُولَـٰئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ

“Dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di leher-lehernya”

dan surat Saba’ ayat 33 Allah berfirman :

وَأَسَرُّ‌وا النَّدَامَةَ لَمَّا رَ‌أَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا

“Dan mereka menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir”

Dan juga surat Ghofir ayat 71 Allah berfirman :

إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ

“ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,”

Kemudian beliau juga membayangkan tentang apinya neraka yang menyala-nyala, sebab Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Insan 4

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِ‌ينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرً‌ا

“Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.”

Kemudian juga dalam surat Al Isra’ ayat 97 Allah berfirman yang mana tempat kembali ke neraka jahannam dan neraka jahannam itu

لَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرً‌ا

“Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.”

Kemudian ia juga membayangkan jika ia masuk neraka kemudian ia disana ia harus makan buah zaqumnya. Dimana Allah Subhanahu wata’ala dalam surat Ash Shofat ayat 64 – 66

إِنَّهَا شَجَرَ‌ةٌ تَخْرُ‌جُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُ‌ءُوسُ الشَّيَاطِينِ فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ

“Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.  Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.”

Kemudian ia membayangkan bagaimana ia masuk neraka kemudian ia merasakan panasnya api neraka, padahal Allah subhanahu wata’ala berfiman dalam surat Al An’am ayat 70

لَهُمْ شَرَ‌ابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُ‌ونَ

“Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.”

Dan juga di dalam surat Al Waqiah ayat 41 – 45 Allah berfirman

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ لَّا بَارِ‌دٍ وَلَا كَرِ‌يمٍ

“Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.”

Demikian pula dengan surat Al Haj ayat 19 – 20 Allah berfirman

الَّذِينَ كَفَرُ‌وا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ‌ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُ‌ءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ  يُصْهَرُ‌ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ

“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).”

Ibrahim At Taimi membayangkan itu semua, jika ia masuk ke neraka kemudian ia berkata “Wahai diriku, jika demikian keadaannya, apa yang engkau inginkan ?” Diriku berkata, “Aku kembali ke dunia saja melakukan amalan yang bisa menyelamatkan aku dari adzab yang seperti ini.”

Jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Kemudian Ibrahim At Taimi membayangkan jika dirinya masuk surga, bersama dengan bidadari-bidadarinya dimana di dalam surat Ar Rahman ayat 72 Allah Ta’ala berfirman :

حُورٌ‌ مَّقْصُورَ‌اتٌ فِي الْخِيَامِ

“Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.”

Dan juga dalam surat Al Waqiah ayat 22-23 Allah pun berfirman :

وَحُورٌ‌ عِينٌ كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ

“Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,  laksana mutiara yang tersimpan baik.”

Dan beliau juga membayangkan andaikata bisa masuk surga dimana disana diberi pakaian sutra yang halus sebagai di dalam surat Al Kahfi ayat 31 Allah berfirman

أُولَـٰئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِ‌ي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ‌ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ‌ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرً‌ا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَ‌قٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَ‌ائِكِ ۚ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْ‌تَفَقًا

“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.”

 

Allah akan memberikan pakaian dan perhiasan-perhiasan yang serba indah yang tidak kita temui di dunia ini. Sebagaimana termaktub di dalam surat Al Insan ayat 12 -21

“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.

Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,

(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

Kemudian Ibrahim At Taimi berkata pada dirinya sendiri, “Wahai diriku, jika demikian keadaannya, apa yang engkau inginkan ?” ternyata hawa nafsu itu menjawab berkata, “Aku kembali kedunia saja melakukan amalan yang dengan amalan itu bisa menambah pahala ini.”  Maka aku katakan, “Wahai diriku, sekarang ini engkau sedang didunia dan dalam keadaan sejahtera.”

Ma’asyiral muslimin jamaah jum’ah rahimakumullah.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Ibrahim At Taimi ini, di dalam hadits Nabi shollallahu alaihi wasallam menyebutkan

مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُوتُ إِلا نَدِمَ قَالُوا : وَمَا نَدَامَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِنْ كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَنْ لا يَكُونَ ازْدَادَ ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا نَدِمَ أَنْ لا يَكُونَ نَزَعَ

Tidaklah seseorang meninggal kecuali dalam keadaan menyesal, para sahabat pun bertanya “menyesal kenapa wahai rasulallah?” kemudian Nabi berkata “jika ia termasuk orang yang berbuat baik ia menyesal kenapa ia tidak memperbanyak kebaikannya dan jika ia termasuk orang yang berbuat dosa ia menyesal kenapa ia tidak meninggalkan perbuatannya”

Ketika Ia sudah tahu dan merasakan bagaimana keadaan di neraka, bagaimana keadaan makannya serta siksanya dengan panas api dan air yang mendidih, kemudian ia menyesal kenapa hidup di dunia saya enak-enak saja seakan-akan aman dari neraka, maka setelah manusia melihat kenyataan itu sendiri bagaimana keadaan neraka itulah yang dikatakan manusia, ia ingin kembali ke dunia lagi ingin bertobat dan tidak mengulangi kesalahannya dan melakukan amal sebanyak-banyaknya.

Dan orang baik pun menyesal, ketika melihat begitu hebat dan luar biasanya nikmat yang melimpah di dalam surga, dia pun menyesal kenapa kenapa ketika aku di dunia tidak beramal sebanyak-banyaknya sehingga aku masuk surga setinggi-tingginya, kenapa aku malas, kenapa aku merasa cukup. Semua itulah penyesalannya mereka.

Kemudian Ibrahim At Taimi berkata “sekarang kau masih berada di dunia lalu apa yang kamu perbuat?” andai kata nanti kita mati kita ingin kembali ke dunia dan sekarang kita masih di dunia lalu apa yang kita perbuat.

Oleh karena itu sebagian para ulama ada yang memberi nasehat kepada kita.

با إِخْوَتَاهُ ، ” اجْتَهِدُوا فِي الْعَمَلِ ، فَإِنْ يَكُنِ الأَمْرُ كَمَا تَرْجُونَ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ وَعَفْوِهِ كَانَتْ لَنَا دَرَجَاتٌ ، وَإِنْ يَكُنِ الأَمْرُ شَدِيدًا كَمَا نَخَافُ وَنُحَاذِرُ لَمْ نَقُلْ : رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ سورة فاطر آية 37 نَقُولُ : قَدْ عَمِلْنَا ، فَلَمْ يَكُنْ يَنْفَعُنَا ذَلِكَ

Wahai saudaraku, bersungguh-sungguhlah kamu dalam beramal jika di akhirat nanti kita mendapat sebagaimana yang kita harapkan dari rahmat Allah dan ampunanNya maka kita akan mendapat kedudukan di surga dan jika di akhirat nanti kita mendapat apa yang kita takutkan dan yang kita khawatirkan, namun karena kita sudah beramal dengan sungguh-sungguh di dunia kita tidak adak berkata  “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan” akan tetapi kita akan berkata “kami telah beramal tapi apa yang kami amalkan tidak bermanfaat bagi kami”

Kemudia ada seorang laki-laki berkata kepada Muhammad Al Munkadir.

الْجِدَّ الْجِدَّ ، وَالْحَذَرَ الْحَذَرَ ، فَإِنْ يَكُنِ الأَمْرُ عَلَى مَا تَرْجُونَ كَانَ مَا قَدَّمْتُمْ فَضْلا ، وَإِنْ يَكُنِ الأَمْرُ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ لَمْ تَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ

“kerja keras, kerja keras, hati-hati dan waspada jika nanti kita di akhirat mendapat apa yang kita harapkan maka apa yang kamu telah mendapat keutamaan dan jika kelak di akhirat kita mendapatkan selain apa yang kita inginkan maka kamu nanti tidak akan mencaci dirimu sendiri”

Maka dari marilah kita bersungguh-sungguh dalam beramal sholeh apa saja yang diperintah oleh Allah dan rasulNya dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan rasulNya. Kita harus hati-hati dan waspada terhadap bujukan nafsu untuk selalu melenceng dan meninggalkan segala perintah Allah dan rasulNya.

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المؤمنين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو الغفور التواب الرحيم.

الحمد لله، الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا. اشهدان  لاإله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير، وأشهد أن محمدا عبده و رسوله لا نبيا بعده، اللهم صل علي سيدنا محمد و علي آله صحبه اجمعين. أما بعد

Maasyiral muslimin jamaah jum’ah rahimakumullah.

Pada kesempatan khutbah jum’at yang kedua ini saya ingatkan kembali kepada para hadirin jamaah jum’ah pada umumnya dan pada diri saya sendiri pada khususnya. Marilah kita beramal sebanyak-banyaknya mumpung kita masih hidup di dunia bahwa hidup di dunia ini hanyalah amalan belum ada perhitungan. Namun nanti di akhirat yang ada hanyalah perhitungan dan pertanggung jawaban, tidak adalagi kesempatan beramal, maka dari itu mumpung kita masih hidup di dunia ini marilah kita perbanyak segala amal kebaikan kita agar kita tidak menyesal.

Demikian khutbah yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua dan marilah kita tutup khutbah di siang ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً، اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم إنا نشهد أنك لا تظلم ونشهد أن وعدك الحق، فأكرمنا ولا تهنا، وعافنا ولا تبتلنا، أنزل بمن ظلم وبغى واعتدى على إخواننا في سوريا سخطك وغضبك وعذابك، دمر أسلحتهم وفجرها فيهم، انتقم منهم. اللهم انفع بما علمتنا وعلمنا ما ينفعنا وزدنا علما. اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ، ومن قلب لا يخشع ، ومن نفس لا تشبع ، ومن دعوة لا يستجاب لها. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

Download  Teks Khutbah

Download File

Download Audio Khutbah

Download Audio Khutbah

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *