December 07, 2016

Hukum Asuransi Kesehatan

Asalamu’alaikum,
Alhamdulillah, saya ada pertanyaan ini untuk ustadz, apa hukum nya mendaftarkan diri jadi anggota pada asuransi kesehatan, sehingga dengan ikut asuransi itu biaya pengobatan di rumah sakit jadi lebih murah karena telah jadi anggota dari asuransi kesehatan tersebut

Jawab.

Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarokatuh.

Sebelumnya sebaiknya kita perlu ketahui apa itu asuransi kesehatan, Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Secara garis besar ada dua jenis perawatan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan asuransi, yaitu rawat inap (in-patient treatment) dan rawat jalan (out-patient treatment). (Wikipedia)

Taqdir manusia merupakan rahasia Allah subhanahu wata’ala yang mana ketika kita masih di dalam rahim ibu kita, Allah sudah menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia dan tidak seseorangpun mengetahuinya tanpa kehendakNya.

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.” ( Q. S al-Hajj: 70)

Sehingga sebagian orang memilih membuat jaminan finansial untuk kesehatan atau pendidikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Asuransi termasuk jual beli yang menggunakan akad mu’awadhot dan mengandung unsur ghoror (ketidakjelasan) karena tidak jelasnya kapan para nasabah menerima klaim dana yang ia simpan dan berapa dana pasti yang ia akan terima, dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli hashoh (hasil lemparan kerikil, itulah yang dibeli) dan melarang dari jual beli ghoror (mengandung unsur ketidak jelasan)” (HR. Muslim).

Tawakal

Alasan ikut dalam asuransi kesehatan adalah rasa takut akan taqdir yang akan kita alami, bayang-bayang masa depan yang suram membuat kita merasa perlu untuk ikut asuransi kesehatan. Yang kita perlu sebenarnya adalah rasa tawakkal kepada Allah subhanahu wata’ala karena Ia telah menjanjikan bagi orang-orang yang bertaqwa jalan keluar

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا () وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. Ath Tholaq: 2-3).

Kesimpulan

Para bankir penawar asuransi memang bermulut manis, dan semakin hari mereka mengemas model asuransi mereka seakan-akan terhindar dari ghoror dan riba, namun pada kenyataannya di dalam asuransi masih ada pihak yang akan dirugikan dan adapula pihak yang diuntungkan sebagaimana judi. Secara nalar saja tidak mungkin bank mau rugi dengan kita menabung 10.000 dan mendapat 100.000. kecuali dengan cara memakan harta orang lain. Allah subhanahu wata’ala berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku saling ridho di antara kamu” (QS. An Nisa’: 29).

Maka disini jelaslah ketidak bolehan mengikutkan diri kita kedalam jaminan finansial atau asuransi.

Wallahu ‘alam

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *