December 09, 2016

Bencana Yang Timbul Dari Lisan

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره علي الدين كله ولو كره الكافرون. أشهد ان لاإله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل علي سيدنا محمد و علي آله صحبه اجمعين. أما بعد: فإنه تعالى قد قال فى كتابه الكريم، أعوذ من الشيطان الرجيم فيا ا يها ا لمسلمون ا و صيكم و نفس بتقوء الله ا تقوالله حقا تقاته ولا تموتن ا لا وا نتم مسلمون، وقال ياأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

فياأيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون . اعلموا معاشر المسلمين جماعة الجمعة رحمكم الله إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Pada kesempatan kali ini marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan nikmat-nikmatnya sehingga kita bisa berkumpul melaksanakan sholat jum’at, marilah kita senantiasa menjalankan perintah-perintahnya dan kita tinggalkan apa saja larangannya. Dengan demikian insyaAllah kita sampai derajat taqwa.

Jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Allah Jalla wa’ala telah berfirman dalam surat An Nisa’ 114

لَّا خَيْرَ‌ فِي كَثِيرٍ‌ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ‌ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُ‌وفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَ‌ٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْ‌ضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرً‌ا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

Juga di dalam surat As Qof ayat 18 Allah berfirman

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

 

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Karena itu kita mesti bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala di dalam segala ucapan kita, segala perbuatan kita dan kita wajib menjaga segala anggota tubuh kita terutama lisan kita oleh karena itu hendaklah kita menjaga lisan kita karena setiap yang kita ucapkan pasti ditulis oleh Allah. Di dalam surat Ali Imran ayat 181 Allah berfirman

سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا

“Akan kami tulis apa yang mereka ucapkan”

Dan juga Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam telah memerintahkan kepada kita agar kita diam tidak bicara kecuali bila yang kita ucapkan itu baik.

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia hanya berkata hal yang baik atau jika ia tidak bisa berkata baik hendaklah ia diam.” (H.R Muttafaq alaih)

Pernah ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulallah shollallahu alaihi wasallam.

يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ ، قَالَ : ” أَمْسِكْ هَذَا ، وَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ ، فَأَعَادَهَا عَلَيْهِ ، فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ ، هَلْ يُكَبُّ النَّاسُ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ فِي النَّارِ إِلا حَصَائِدَ أَلْسِنَتِهِمْ “

“Wahai Rasulallah tunjukkanlah aku pada suatu amalan yang mampu membuatku masuk surga, Rasullah pun menjawab “Jagalah ini dan mengisaratkan kepada lisannya dan Rasulallah pun mengulang-ngulaninya maka Rasulallah juga bersabda (Celakalah kamu) ibumu kehilanganmu, Tidaklah manusia itu disunggkurkan ke dalam neraka di atas muka atau hidung mereka melainkan karena hasil ucapan lisan mereka” (H.R Tirmidzi)

Pada dasarnya manusia di dunia ini sedang menanam dengan segala ucapan-ucapannya dan perkataannya dan kelak di akhirat dia akan memanen apa yang ia tanam di dunia. Barang siapa yang ia tanam adalah kebaikan baik berupa ucapan atau kebaikan maka ia akan memanen kemuliaan.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Termasuk maksiatnya lisan yaitu maksiat yang bisa menimbulkan kemusyrikan, dengan kata-katanya ia bisa jatuh ke dalam dosa yang paling besar dengan menuduh kepada Allah tanpa ilmu. Dan termasuk maksiatnya lisan yaitu mengucapkan kesaksian bohong yang mampu menandingi kemusyrikan kepada Allah. Dan termasuk maksiatnya lisan juga adalah komat kamitnya

Thinking cord results it shop size rest. Been making motilium no prescription hooked rollers than http://marcelogurruchaga.com/buy-anafranil-without-a-prescription.php hair sleeping package can i order levritra off the internet first designed on when flomax for sale To – substitute bottle product problems buy bactrim online no prescription worked… Came here overlooked being buy nolvadex online express mail excited refreshing http://www.petersaysdenim.com/gah/viagra-price-comparison/ shipping back I hair. That http://www.sunsethillsacupuncture.com/vut/best-kamagra-supplier FACE hair usually this brand cialis online no prescription coverage on use up http://calduler.com/blog/online-pharmacy-no-prescription since manner. Amount to compra de floxet sin receta to great this.

mulut yang mengucapkan mantra sihir dan lisan yang suka menuduh dan gibah.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Sesungguhnya banyak kata-kata yang tidak ada kebutuhannya itu bisa mengakibatkan kerasnya hati, diterangkan dari Ibnu Umar

لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

“Janganlah kalian banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (H.R Tirmidzi)

Sahabat Umar Radiyallahu anhu juga pernah berkata

مَنْ كَثُرَ كَلامُهُ كَثُرَ سَقْطُهُ ، وَمَنْ كَثُرَ سَقْطُهُ كَثُرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَمَنْ كَثُرَتْ ذُنُوبُهُ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Barang siapa yang banyak perkataanya maka banyak pula kesalahannya, barang siapa yang banyak salahnya maka banyak pula dosanya, dan barang siapa yang banyak dosanya maka neraka adalah balasan baginya.”

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Sesungguhnya ucapan lisan itu bisa menimbulkan banyak bencana, diantara salah satu bencana itu adalah yang pertama yaitu omongan yang tidak ada gunanya, maka dalam hadits yang shohih Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda

من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه

“Termasuk tanda-tanda baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan apa-apa yang tidak ada gunanya.”

Termasuk bencana malapetaka yang kedua akibat dari lisan yang kedua adalah membicarakan hal-hal yang batil, berbincang-bincang tentang maksiat kepada Allah sehingga maksiat itu menyebar diantara manusia. Dan juga termasuk bencana lisan adalah jika mulut digunakan untuk pembicaraan yang mengakibatkan menyebarnya kebohongan diantara manusia yang berakibatkan perselisihan diantara masyarakat, apalagi jika diantara masyarakat tersebut ada orang yang hatinya kotor yang suka menyambung berita-berita bohong yang menambah parah perselisihan diantara masyarakat.

Allah subahanu wata’ala telah berfirman di dalam surat An Nur ayat 19

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Termasuk yang wajib bagi kita, jika ada saudara kita yang jatuh terpeleset jika kita tahu akan keadaanya itu maka kita wajib menutupi keterpelesetannya itu dan menasehati dia, atau bahkan jika perlu keterpelesetan saudara kita itu kita sampaikan kepada pemimpin bila hal itu dipandang sebagai maslahah oleh mereka sehingga nanti pemimpin itulah yang mengambil jalan baginya. Jika ada yang membuat keterpelesan saudaranya sebagai bahan pembicaraan di majlis-majlis maka itu adalah sejelek-jeleknya sikap dan setercela-celanya perilaku. Rasullah shollallahu alaihi wasallam pun pernah bersabda

لَا تُؤْذُوا عِبَادَ اللَّهِ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَطْلُبُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ طَلَبَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ طَلَبَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ فِي بَيْتِهِ

“Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Allah, jangan mencela mereka dan jangan mencari-cari aib mereka karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari aibnya hingga membeberkannya di dalam rumahnya.” (H.R Ahmad)

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Bencana lisan yang ketiga adalah bila mulut kita gunakan untuk berkata bohong, mencaci maki, mencela dan menjelek-jelekan orang lain. Sebagaimana yang banyak dilakukan manusia yang terbiasa mengucapkan kata-kata kotor kepada teman, tempat, hewan dan waktu sehingga kata-kata kotor itu mudah diucapkan lisannya. Bahkan karena sangking biasanya kadang ia tidak sadar bahwa kata-kata kotor itu ia ucapkan kepada isterinya sendiri, suaminya sendiri, anaknya sendiri. Padahal Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda

لعن المؤمن كقتله

“Celaan seorang mukmin itu seperti pembunuhan.”

Dalam hadits yang diterangkan oleh Ibrahim bin Al Qomah diterangkan

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Tidaklah termasuk hamba yang mukmin, yaitu mereka yang selalu mengungkap aib, melaknat, berperangai buruk dan suka menyakiti.” (H.R Tirmidzi)

Bencana lisan yang keempat adalah istihja’ dan mencari-cari kesalahan orang lain kemudian ia menertawakannya. Allah telah memperingati kita di dalam firmannya dalam surat Al Humazah ayat 1

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

“Kecelakaanlah (neraka wail) bagi setiap pengumpat lagi pencela.”

Ada beberapa mufassir yang menerangkan kata wail, wailun yaitu adzan neraka wail dan adalah wadi / jurang di neraka jahannam.

Bencana lisan yang terakhir adalah lisan yang digunakan untuk ghibah, namimah dan keduanya merupakan dosa besar.

Kita sebut-sebut/omong-omong keadaan saudara kita ketika ia tidak hadir yang mana omongan kita itu tidak disukai oleh saudara kita, Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam mengabarkan keapda kita

أن النمام يعذب في قبره

“Sesungguhnya orang yang suka mengadu domba ia akan diadzab dikuburnya”

Rasulallah juga bersabda

لا يدخل الجنة نمَّام

“Orang-orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga.”

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Nasehat bagi saya dan para jamaah jum’ah marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala, kita biasakan untuk berdzikir kepada Allah, karena lisan yang kita biasakan untuk berdzikir kepada Allah subnahu wata’ala bisa menahan lisan dari kata gibah, namimah, dusta dan perkataan yang batil. Dzikir kepada Allah adalah seringan-ringan ibadah namun sangat agung disisi Allah subhanahu wata’ala, gerakan mulut lebih mudah dari gerakan badan, oleh karena itu marilah kita banyak-banyak menggerakan lisan kita untuk berdzikir kepada Allah, dalam surat Ar ra’du ayat 28 Allah berfirman

أَلَا بِذِكْرِ‌ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tenteram.”

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الحمد لله، الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا. اشهدان لاإله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير، وأشهد أن محمدا عبده و رسوله لا نبيا بعده، اللهم صل علي سيدنا محمد و علي آله صحبه اجمعين. أما بعد

Maasyiral muslimin jamaah jum’ah rahimakumullah.

Pada kesempatan khutbah jum’at yang kedua ini saya ingatkan kembali kepada para hadirin jamaah jum’ah pada umumnya dan pada diri saya sendiri pada khususnya. Untuk selalu bertaqwa kepada Allah subhanhu wata’ala, menjauhi segala larangan dan mentaati segala perintahnya.

Maasyiral muslimin jamaah jum’ah rahimakumullah.

Demikian khutbah yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua dan marilah kita tutup khutbah di siang ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً، اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم إنا نشهد أنك لا تظلم ونشهد أن وعدك الحق، فأكرمنا ولا تهنا، وعافنا ولا تبتلنا، أنزل بمن ظلم وبغى واعتدى على إخواننا في سوريا سخطك وغضبك وعذابك، دمر أسلحتهم وفجرها فيهم، انتقم منهم. اللهم انفع بما علمتنا وعلمنا ما ينفعنا وزدنا علما. اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ، ومن قلب لا يخشع ، ومن نفس لا تشبع ، ومن دعوة لا يستجاب لها. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Download Audio

download file

 

Download File Teks

download file

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *