December 05, 2016

Hukum Perempuan Menziarahi Kuburan

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad dalam hal ini mempunyai 2 qaul (pendapat). Satu riwayat memakruhkan dan satu riwayat membolehkan. Namun seorang perempuan dilarang menziarahi kuburan karena mereka gampang menangis dan memiliki sedikit kesabaran, juga berdasarkan hadits :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَاْلمُتــَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا اْلمَسَاجِدَ وَالسِّرَجِ.- رواه ابو داود التر مذى وابن ماجه –

Dari Ibnu Abbas radiyallahu anhu bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam melaknat perempuan yang menziarahi kuburan dan orang-orang yang membuat masjid dan api /lentera di atasnya. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 Juga hadits :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ لَعَنَ زَوَارَاتِ اْلقُبُوْرِ – رواه الترمذى –

Dari Abi Hurairah radiyallahu anhu, bahwasanya Rasululah shollallahu alaihi wasallam melaknat para perempuan yang menziarahi kubur. (HR. At Tirmidzi)

 

Adapun sabda Nabi shollallahu alaihi wasallam yang dijadikan hujjah bagi mereka yang memper-bolehkan, yaitu sabda Rasulullah shollallahu alaihi wasallam:

كُنْتُ نَهَيْتــُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ أَلآ فَزُوْرُهَا

“Aku telah melarang kalian dari menziarahi kubur, maka ziarahilah sekarang.” (HR. Ashhabus Sunan)

 Maka adapun khithab atau tujuan orang yang diajak bicaranya khusus untuk para lelaki saja, dan perempuan tidak termasuk di dalam hadits tersebut karena dikhususkan dengan hadits-hadits tadi. Dan sebagaimana yang diriwayatkan oleh ummul mukminin ‘Aisyah ra, bahwa hukum ziarah perempuan telah dimansukh (dihapus) dengan hadits-hadits tadi.

 Kesimpulan :

Perempuan dilarang menziarahi kuburan, baik itu kuburan Nabi shollallahu alaihi wasallam maupun kuburan yang lainnya.

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :

  • Fatawa Al Lajnah Ad Daimah IX/101 Fatwa No. 1981,2927.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *