December 05, 2016

Tata Cara Puasa Qodho 2 Bulan Bagi Wanita

Pertanyaan

Assalamualaikum Ustadz.
saya Aisha, 20th,

Saya ingin bertanya, bagaimana dg tata cara puasa kafarat 2 bulan bagi wanita ?
yang saya ketahui bahwa puasa kafarat itu wajib full 2 bulan berturut-turut tanpa jeda, jika kurang maka wajib diulang kembali, bagaimana jika ditengah menjalani puasa, mendapat haid ? apakah tetap melanjutkan puasa kafarat sampai cukup 2 bulan ?

Syukron, wassalamualaikum.

Jawab

Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarokatuh.

Di dalam hadits disebutkan

Dari Abi Hurairah ra, bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, ”Celaka aku ya Rasulullah.” “Apa yang membuatmu celaka?“ Aku berhubungan seksual dengan isteriku di bulan Ramadhan.” Nabi bertanya, ”Apakah kamu punya uang untuk membebaskan budak? “ “Aku tidak punya.” “Apakah kamu sanggup puasa 2 bulan berturut-turut?””Tidak.” “Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang fakir miskin?“”Tidak.” Kemudian duduk. Lalu dibawakan kepada Nabi sekeranjang kurma maka Nabi berkata, ”Ambillah kurma ini untuk kamu sedekahkan.” Orang itu menjawab lagi, ”Adakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau timur kecuali aku.” Maka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda, ”Bawalah kurma ini dan beri makan keluargamu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ada 3 pilihan kafarat bagi orang yang sengaja membatalkan puasanya di siang ramadhan.

  1. Memerdekakan budak
  2. Puasa 3 bulan berturut-turut
  3. Memberi makan orang miskin.

Namun sekarang sudah tidak ada perbudakan lagi jadi hanya 2 pilihan saja yang bisa kita lakukan antara berpuasa selama 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah. Bagaimana seseorang perempuan bisa berpuasa selama 60 hari sedangkan ia setiap bulan ada masa haid?

Ibnu Qudamah di dalam kitab Al Mughni menjelaskan :

وأجمع أهل العلم على أن الصائمة متتابعاً ، إذا حاضت قبل إتمامه , تقضي إذا طهرت , وتبني

“Para ahlul ilmi telah sepakat, seorang perempuan harus berpuasa berturut-turut, jika ia haidh sebelum menyelesaikan kafaratnya maka ia menggantinya ketika ia sudah suci dan menyelesaikannya.”

Jadi misalnya ia memulai puasa kafaratnya Muharram dan Safar misalnya dan setiap bulan ia haidh selama 7 hari maka selama ia haidh diharuskan berbuka namun ia harus menyambung puasanya ketia ia sudah suci mengganti 14 hari masa haidnya tersebut di bulan rabiul awwal.

Waallahu a’lam.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *