December 09, 2016

Jagalah Allah.!

jagalah

Dalam kita sunan At Tirmidzi disebutkan sebuah hadits,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ

Dari Ibnu Abbas berkata: Aku pernah berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pada suatu hari, beliau bersabda: “Hai ‘nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan).”

Sebuah hadits yang menyimpan sebuah wasiat agung dan juga kaidah yang sangat penting dalam urusan-urusan agama kita ini.

Di dalam hadits di atas disebutkan bahwa kita diperintahkan untuk menjaga Allah Ta’ala, yang tak jarang menimbulkan sebuah fitnah bahwa Allah itu sebagaimana makhluk yang masih perlu penjaga. Namun bukan itu maksud dari hadits di atas, justru hadits di atas memerintahkan kita untuk menjaga diri kita sendiri agar selalu menjaga segala  hukum serta hak Allah dengan cara menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Itulah maksud dari menjaga Allah.

Dan diantara hal yang paling utama kita jaga dari perintahNya adalah sholat, Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk menjaga sholat kita.

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” Q.S Al Baqoroh 238

Serta Allah pun memuji orang-orang yang menjaga sholat,

“ dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” Q.S Al Ma’arij 34

Begitu pula amalan miftahus sholah Rasullah shollallahu alaihi wassalam bersabda “tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin.” H.R Ibnu Majjah.

Masih banyak lagi, misalkan menjaga janji-janji kita, menjaga pendengaran dan penglihatan, menjaga lisan, menjaga kemaluan kita dan juga menjaga perut kita. Firman Allah Ta’ala :

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” Q.S Al Isra’ 36

Hadits di atas juga menjelaskan bahwa kita akan mendapat balasan dari penjagaan kita terhadap hukum-hukum Allah, maka kita akan mendapat penjagaan dari Allah dikarenakan perbuatan kita.

Penjagaan Allah terhadap hambaNya ada dua macam.

Pertama : Dalam hal dunia.

Seperti menjaga kesehatan hambaNya, menjaga anaknya, keluarganya dan hartanya. Bahkan kadang Allah Ta’ala menjaga keluarga hambaNya yang telah ditinggal mati, Firman Allah Ta’ala :

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang Ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.” Q.S Al Kahfi 82,

Banyak ahli tafsir yang menerangkan bahwa itu adalah sebagai balasan dari kesholehahan orang tua mereka sehingga Allah menjaga anak yatim tersebut. Justru bukan harta orang tuanya. Karena tidak ada pelidung yang lebih hebat dari Allah, meskipun kita sudah meminum berbagai obat semua itu tidak bisa menjaga kita dari penyakit jika Allah tidak menjaga kita. Jadi jangan heran ketika kita mendengar cerita Nabi Yunus yang dimakan kemudian hidup di perut ikan namun masih bisa selamat. Barangkali cerita itu bagi anda tidak terlalu real, tapi masih banyak cerita lain sebagaimana cerita tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Karena ketaqwaan mereka bisa keluar dari gua itu. Begitu juga cerita Nabi kita Shollallahu alaihi wasallam ketika berhijrah yang mampu selamat padahal kaum kafir Quraisy sudah di depan mulut gua. Semua itu dikarenakan penjagaan Allah bukan karena hebatnya teknologi atau pun siasat akal pikiran.

Kedua : Menjaga dalam hal agama dan imannya.

Dibandingkan macam yang pertama, hal ini lebih kita butuhkan sebenarnya. Karena tidak ada gunanya jika badan kita sehat sepanjang hidup kita, namun ketika ajal menjemput nikmat iman tidak ada di dalam diri kita. Kisah yang paling terkenal mungkin adalah 2 bersaudara yang ahli maksiat dan ahli ibadah. Namun justru ahlu ibadah tersebut masuk neraka karena ia tidak mampu menjaga Allah.

Yakinlah bahwa Allah lah penjaga kita, dalam berbagai kondisi dan waktu. Yakinlah bahwa segala macam bahaya tidak dapat menyentuh diri kita tanpa ijinNya. Dan tetap menjaga semua hukum Allah agar kita mendapat penjagaan tersebut.

Wallahu a’lam

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *