December 09, 2016

Sholat Gerhana Bulan Bersama Masyarakat

jepara (almuttaqinjepara.com) – Sabtu, 4 April 2015 tepat setelah sholat isya, bertempat di Masjid Pesantren Al-Muttaqin masyarakat sekitar ponpes dan juga para santri mengadakan sholat gerhana bulan. Malam tersebut terjadi gerhana bulan total. Setelah menjalankan sholat gerhana sebanyak 2 rekaat dilanjutkan dengan khutbah gerhana.
Selaku imam dan khotib adalah pengasuh pesantren Al-Muttaqin. Pada kesempatan itu beliau Ust. Sartono munadi mengingatkan kepada jama’ah shalat gerhana pentingnya meningkatkan ketaqwaan dan menjahui kemaksiatan, karena terjadinya gejala alam di masa akhir zaman kebanyakan akibat ulah kemaksiatan yang semakin merajalela.
Rasulullah Muhammad saw. bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sejatinya tidak terjadi gerhana pada keduanya karena kematian seseorang, dan tidak pula (terjadi gerhana) karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Pada kesempatan itu juga beliau menjelaskan tentang hukum mengikuti shalat gerhana dan tata cara melaksanakan sholat gerhana.
Adapun urut-urutan tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut.
1. Niat
2. Takbiratul Ikram
3. Membaca surat Al Fatihah dan surat panjang
4. Ruku’ panjang
5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) dengan mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’. Kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya
6. Ruku’ lagi (panjang, seperti ruku’ pertama)
7. I’tidal
8. Sujud (panjang, seperti ruku’ pertama)
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua (panjang, seperti ruku’ pertama)
11. Berdiri lagi untuk rakaat kedua, membaca surat Al Fatihah dan surah lain
12. Ruku’ (panjang, seperti ruku’ pertama)
13. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) dengan mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’. Kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya.
14. Ruku’ lagi (panjang, seperti ruku’ pertama)
15. I’tidal
16. Sujud (panjang, seperti ruku’ pertama)
17. Duduk di antara dua sujud
18. Sujud kedua (panjang, seperti ruku’ pertama)
19. Duduk Tahiyah akhir
20. Salam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *