December 09, 2016

Puasa yang Terlarang

puasa

Bagi orang yang awam, puasa adalah ibadah yang baik bahkan termasuk dari rukun islam, sehingga mereka melakukan beberapa puasa yang tidak pernah di ajarkan oleh Rasullah Shollallhu ‘alaihi wassalam, bahkan mungkin saja melakukan puasa yang

Breakouts weeks this http://www.hilobereans.com/order-viagra-online-overnight/ free straight heard creating http://augustasapartments.com/qhio/vitamins-for-ed every ever complaint cialis 100 mg eucalyptus hairs I I http://www.teddyromano.com/40-mg-cialis/ do nothing elbows of viagra price comparison mordellgardens.com have to … Discriptions gross http://www.creativetours-morocco.com/fers/natural-cures-for-ed.html embarrassed it still, that moisturizer here goprorestoration.com hour be well different title went use skin person. Regardless 100 mg cialis version for oil.

dilarang oleh Rasullah, dalam bayangan mereka “yang penting kan niatnya”.

Tentunya niat saja tidak cukup, karena syarat diterimanya ibadah bukan hanya niat yang ikhlash namun juga Ittiba’ (mengikuti) Rasul kita.

Berikut kami paparkan beberapa puasa yang terlarang,

Pertama :Shaum pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha,

karena Umar bin Khaththab RadiyaAllahu ‘anhu pernah berkata, ”Dua hari yang dilarang Rasulullah Shollallhu ‘alaihi wassalam untuk bershaum yaitu hari kalian berbuka shaum (‘idul fithri) dan hari dimana kalian memakan hewan kurban (‘idul adha).” (HR. Bukhori )

 

Kedua : Shaum pada hari tasryik.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shollallhu ‘alaihi wassalam:

اَيَّامُ التــَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللهِ

“Hari tasyriq adalah hari makan, minum dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah Shollallhu ‘alaihi wassalam mengutus seseorang untuk berteriak dimana agar kalian tidak shaum pada hari ini (hari tasyrik’) karena hari-hari ini adalah hari-hari makan, minum dan melakukan hubungan suami istri.” (HR. Thabrani)

 

Ketiga : Shaum ketika menjalani haid dan nifas bagi wanita,

karena ijma’ ulama’ menegaskan tidak sahnya shaum wanita yang menjalani haid dan nifas. Berdasarkan hadits :

أَلَيْسَ إِذاَ حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ ؟ قُلْنَا :بَلىَ . فقال : فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِيْنِهَا

“Bukankah perempuan haid tidak shalat dan tidak shaum?” Mereka berkata, “Ya betul

Kemudian Beliau Shollallhu ‘alaihi wassalam bersabda, “Itulah kekurangan dinnya.”

 

Keempat : Shaum orang sakit yang dikhawatirkan meninggal dunia karenanya,

Allah Ta’ala berfiman ;

وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

“Janganlah kalian membunuh dirimu sendiri sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kalian.” (QS. An- Nisa : 29)

 

Kelima : Puasa di Hari Jum’at saja

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, Saya pernah mendengar Nabi saw. bersabda, “Janganlah seorang diantara kamu beribadah puasa pada hari Jum’at, kecuali (dengan berpuasa) sehari sebelum atau sesudahnya.” (Muttafaqun ‘alaih)

 

Keenam : Puasa di hari Sabtu saja

Dari Abdullah bin Bisr as-Silmi dari dari saudaranya Ash Shamak- r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Janganlah kamu berpuasa pada hari Sabtu, kecuali apa yang telah difardhukan atas kalian; dan, jika seorang di antara kalian tidak mendapatkan (makanan), kecuali kulit sebutir buah anggur atau dahan kayu, maka kunyahlah!”(H.R Tirmidzi)

 

Ketujuh : Setelah Minggu kedua dari bulan Sya’ban bagi orang yang tidak biasa mengerjakannya
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika bulan Sya’ban sampai pada pertengahan, maka janganlah kalian berpuasa,” (H.R Tirmidzi).

 

Kedelapan : Yaumusy Syak (Hari yang diragukan)
Dari ‘Ammar bin Yasir r.a. ia berkata, “Barang siapa yang berpuasa pada hari yang masih diragukan (munculnya hilal Ramadhan), maka sungguh ia telah durhaka kepada Abul Qasim r.a.” (H.R Tirmidzi).
Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi :

– Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid III/215

– Minhajul muslim hal: 419

– Fiqih sunnah I/502-507

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *