December 07, 2016

Belajar Dari Pohon Kelapa

kelapa

Dan tidaklah Kami (Allah) ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main (Al Anbiya: 16)

Allah subhanahu wata’ala menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya mempunyai maksud dan tujuan yang mengandung hikmah bagi manusia. Diciptakannya alam semesta sebagai sarana untuk menghantarkan manusia pada pengetahuan dan pembuktian tentang keberadaan dan kemahakuasaan Allah subhanahu wata’ala.

Sebagaimana dalam penciptaan buah kelapa yang memiliki multimanfaat. Akarnya berfungsi sebagai penahan erosi dan kerajinan seni. Batangnya bisa digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Daunnya bisa buat tempat untuk ketupat. Lidinya bisa dibuat sapu. Kulitnya bisa dibikin keset, tempurungnya untuk bahan bakar.

Air kelapa mengandung beragam zat-zat yang menyegarkan tubuh. Ia bisa digunakan sebagai penawar racun. Daging (isi) buah kelapa yang masih muda sangat digemari sebagai minuman, Ia bisa juga diawetkan menjadi nata decoco, dan dapat diolah menjadi gula merah.

Untuk mendapatkan santan kelapa, diperlukan proses yang panjang dan tempaan yang keras. Dimulai dari jatuhnya kelapa dari ketinggian pohon. Setelah itu, buah kelapa dikupas dengan dicabik cabik kulitnya, tempurung kelapa dipukul dengan keras agar buahnya pecah. Ketika buahnya terlihat, kelapa dicongkel dan diparut dengan besi-besi tajam. Terakhir diperas dengan sangat kuat untuk mendapatkan santan. ampasnya dibuang atau mungkin diinjak-injak untuk mengepel lantai. Sebagai bumbu masak santan masih juga mendapatkan perlakuan yang keras, dipanaskan dengan api yang panas.

Ketika santan telah dicampur dengan daging, ikan, dan sayuran lainnya, yang muncul adalah nama-anama rendang, gulai, lodeh, tongseng dan sebagainya, dan tak ada yang menyebutnya sayur santan.

Meskipun diperlakukan sedemikian rupa, apakah kelapa protes dan ingin nama baiknya disebut-sebut? Tentu tidak sama sekali. Kelapa tetaplah kelapa yang penuh dengan perlambang keikhlasan, tanpa pamrih, dan tetap memberi manfaat bagi semua orang.

Manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan pikiran, semestinya mampu merenungi dan mengambil pelajaran dari pohon kelapa. Sejauh mana manfaat diri kita, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, maupun umat manusia.

Rasulullah SAW bersabda; “Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi yang lainnya.”
Wallahu a’lam bi al-shawab.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *