December 09, 2016

Amalan Istimewa

amal-baik

Masih ingat kisah seorang sahabat yang dikabarkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam masuk surga karena setiap malam sebelum tidur dia selalu memaafkan kesalahan orang-orang yang berbuat salah kepadanya?

Masih ingat kisahnya Bilal bin Rabbah radhiyallâhu ‘anh dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari? Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata kepada Bilal radhiyallâhu ‘anh, “Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga?” Bilal radhiyallâhu ‘anh menjawab: “Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka”.

Masih ingat kisah seorang wanita yang sudah bertahun-tahun dikubur namun jasad dan wajahnya tampak seperti baru dikuburkan. Bahkan dengan senyuman yang sangat berseri di wajahnya. Ketika ditanyakan kepada ibunya, apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, sehingga mendapatkan kemulian tersebut. Amal istimewa yang selalu dilakukan selama hidupnya adalah tilawah al-Qur’ân. setiap habis sholat meskipun hanya sebentar.

Ada juga cerita seorang akhwat, yang terkena bencana Tsunami di Aceh saat sedang mengisi dauroh di sebuah kampus ternama di Aceh. Jasadnya tidak rusak, bahkan pakaiannya masih utuh tanpa ada yang robek. Padahal kebanyakan orang yang meninggal di lokasi yang sama dengannya mengalami luka-luka yang mengerikan. Ibu ini adalah seseorang yang senantiasa menjaga auratnya semenjak berusia baligh sampai dia meninggal dunia.

Masih dari Aceh, saat proses pencarian korban tsunami. Relawan-relawan yang setiap hari tugasnya berhadapan dengan mayat-mayat yang setengah membusuk, hancur dan bau dikarenakan lama terendam di air dan tertimpa reruntuhan bangunan, suatu hari mencium bau yang sangat wangi. Mereka penasaran darimana sumber bau wangi itu diantara bau busuk dari mayat-mayat yang lain. Bau wangi ini terasa sangat istimewa, seakan-akan jadi penghibur bagi mereka yang bertemankan dengan bau-bau yang menusuk hidung. Setelah lama berusaha mencarinya, mereka akhirnya menemukan sumber bau yang istimewa itu, ternyata dari salah seorang korban tsunami. Tapi mayat ini amat istimewa, selain mengeluarkan bau yang wangi, jasadnya tidak rusak sedikitpun. Bahkan wajahnya dihiasi dengan senyuman kebahagiaan. Karena istimewanya mayat ini, para relawan memutuskan untuk tidak menguburkan jenazahnya di kuburan massal seperti mayat-mayat yang lain. Mereka berusaha mencari identitas korban dengan mengumumkan penemuan jenazah tersebut kepada masyarakat. Ternyata ada anggota keluarga yang mengenali jenazah tersebut dan membawa pulang jenazahnya untuk dikuburkan secara layak. Namun, sebelum anggota keluarga membawa pulang jenazah tersebut, relawan- relawan yang penasaran bertanya apa yang telah dilakukan oleh jenazah tersebut selama hidup di dunia. Anggota keluarganya menjelaskan, bahwa jenazah tersebut adalah seorang hafidzah yang istiqomah menjaga hafalannya dan emuraja’ah hafalannya setiap hari.

Belajar dari beberapa cerita di atas, hendaknya kita juga memiliki amalan istimewa yang konsisten kita lakukan setiap harinya. Kemuliaan mereka terlihat dari konsistennya mereka menjaga amalnya. Meskipun terkesan sederhana, tapi tidak banyak orang yang konsisten dan mampu melaksanakannya. Merekalah orang-orang pilihan yang memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan yang lain.

Sesungguhnya surga itu memiliki banyak pintu, dan setiap orang akan memasuki pintu-pintu tersebut sesuai amal terbaiknya atau amal unggulannya selama hidup. Meskipun kita juga memiliki kesempatan memasuki surga melalui semua pintu seperti Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallâhu ‘anh tapi yang paling penting adalah kita harus mempersiapkan amal terbaik kita dihadapan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, untuk selanjutnya kita serahkan kepada Allah untuk menilainya sembari kita memohon kepada Allah agar memasukkan kita kebarisan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan Jannah-Nya.

Dalam 24 jam waktu kita, begitu banyak ibadah yang bisa menjadi amalan unggulan kita. Misalnya:
Sholat berjamaah tepat pada waktunya. Bersedekah setiap harinya. Berwudhu sebelum tidur/selalu menjaga wudhu dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun. Puasa senin-kamis. Selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman, selalu tersenyum dan berwajah ceria saat bertemu orang lain. Tilawah Qur’an setiap habis sholat, menghafal Qur’an walau cuman seayat habis sholat. Memakai pakaian terbaik saat sholat. Selalu mengucapkan hamdalah ketika mendapatkan nikmat Allah dan sebagainya.

Allah mencintai amal yang kita lakukan secara konsisten (terus menerus) meskipun sedikit. Maka milikilah amalan istimewa yang hanya dirimu dan Allah saja mengetahuinya. Kerjakanlah secara konsisten walaupun amalan tersebut sederhana, tapi yakinlah tidak semua orang mampu istiqomah mengerjakannya.

Selamat memiliki amalan istimewa!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *