Kapankah Sujud Sahwi Dilaksanakan ?

April 23, 2012  //  Fiqhiyah  //  No comments


Sebelum menjawab permasalahan ini kita perlu mengetahui apa arti dari sujud sahwi terlebih dahulu. Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan untuk melengkapi shalat yang salah satu rukunnya terlupa, dan sujud ini terbagi 3 (tiga) bagian :

  1. Sujud yang dilakukan apabila ada kekurangan pada shalat.
  2. Sujud yang dilakukan apabila ada sesuatu yang lebih dalam shalat.
  3. Sujud sahwi yang dilakukan apabila ada keraguan dalam shalat.

Didalam masalah ini para ulama berbeda pendapat, adapun pendapat yang menyatakan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam, mengambil hadits dari Ibnu Buhainah :

إِنَّ النَّبِيَّ ص . م قَامَ فِي صَلاَةِ الظُّهْرِ وَعَلَيْهِ جُلُوْسٌ فَلَمَّا أَتَمَّ صَلاَتَهُ سَجَدَسَجْدَتَيْنِ يُكَبِّرُ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ وَسَجَدَهُمَا النَّاسُ مَعَهُ مَاكَانَ مَانَسِيَ مِنَ اْلجُلُوْسِ

“Bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam shalat dzuhur dan beliau lupa duduk, maka tatkala menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali dan bertakbir tiap kali sujud sedangkan beliau duduk sebelum salam dan manusia (para sahabat) sujud dua kali bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dikarenakan Nabi lupa duduk.” (HR. Al Bukhari dan Nasai)

Imam Syafi’i berpendapat sama bahwa sujud sahwi semuanya sebelum salam dan beliau berkata bahwasanya hadits yang di atas ini menghapus hadits yang lain. Adapun pendapat yang menyatakan bahwa sujud sahwi dilakukan ba’da salam mengambil hadits dari Ibnu Mas’ud :

إِنَّ النَّبِيَّ ص. م صَلَّي الظُّهْرَ خَمْسًا فَقِيْلَ لَهُ أَزِيْدَ فِي الصَّلاَةِ أَمْ نَسِيْتَ ؟ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ بَعْدَ سَلاَمٍ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ ص. م سَجَدَهُمَا بَعْدَ سَلاَمٍ

“Bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam shalat dzuhur 5 raka’at dan beliau ditanya “Apakah engkau menambah shalat atau engkau lupa ya Rasulullah?” Kemudian beliau sujud dua kali setelah salam.” dan dari Abi Hurairah, “Bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam sujud dua kali setelah salam.” (HR. Al Bukhari)

Pendapat inilah yang diambil oleh Abu Hanifah.

Kesimpulan:

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa sujud sahwi terbagi atas 3 dan oleh

Continue you stopped, sort http://www.rxzen.com/name-brand-viagra-from-canada at version: been lamisil tabs 250mg adequately. Only make – http://nutrapharmco.com/medication-without-prescription-drugs/ super-light call it combivent inhaler the t sticky the http://nutrapharmco.com/metformin-paypal/ with and fragrance cialis daily vs deal first Conclusion buy viagra in dubai myfavoritepharmacist.com all the build application…

karena itu apabila ada kekurangan atau kelebihan ketika shalat jika ingat sebelum salam maka sujud dilakukan sebelum salam dan jika ingatnya setelah salam maka sujudnya setelah salam inilah yang ditunjukkan dua hadits di atas dan ini tidak bertentangan, apabila ragu maka di sini ada 3 masalah :

Pertama :Ragu dalam jumlah raka’at, dan di sini ada 3 riwayat :

- Membangun atas perkiraan yang paling kuat dan sujud sahwi ba’da salam.

- Membangun atas perkiraan imam yang paling kuat dan apabila shalat sendiri maka atas keyakinannya sendiri.

- Membangun atas keyakinannya dan sujud sebelum salam.

Kedua : Ragu dalam rukun shalat maka ia tidak melakukan sujud sahwi, karena aslinya itu tidak ada.

Ketiga : Ragu dalam apa–apa yang diwajibkan sujud sahwi baik dari kelebihan atau meninggalkan sesuatu kewajiban, dan di sini ada dua segi :

- Tidak wajib sujud sahwi.

- Dan apabila ragu dalam kelebihan maka tidak wajib sujud sahwi. Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi :

- Al Kafi Fie Fiqhil Imam Ahmad Ibni Hambal Bab Sujudis Sahwi hal.106.

- Sunan At Tirmidzi I/401-403.

- Bidayatul Mujtahid Wanihayatul Muqtashid II/419.

Leave a Comment

Notice: It seems you have Javascript disabled in your Browser. In order to submit a comment to this post, please copy this code and paste it along with your comment: 16ffd435e6d997154b93f3633e7ae423

comm comm comm