Pondok pesantren Islam Al Muttaqin berusaha menerapkan standar pencegahan penularan Covid-19. Covid-19 atau yang sering kita sebut dengan virus corona, telah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic dan lndonesia telah menyatakan COVID-19 sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang wajib dilakukan upaya penanggulangan sehingga tidak terjadi peningkatan kasus. Dalam upaya penanggulangan COVID-19, diperlukan panduan bagi santri dalam mencegah penularan COVID-19 di pondok pesantren.
Di masa pandemi pondok pesantren dituntut berupaya menerapkan New normal agar kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya. New normal merupakan perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah juga memberi himbauan agar kita bisa hidup “berdampingan” dengan virus yang telah menelan ratusan ribu jiwa di seluruh dunia. Yaitu dengan tetap memiliki kewaspadaan tinggi agar tidak tertular Covid-19. Salah satunya dengan mematuhi dan melakukan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah.
Diatara standar pencegahan penularan Covid-19 yang telah dilaksanakan di pondok pesantren Islam Al Muttaqin adalah:
1. Mencuci tangan
Anjuran memperbanyak mencuci tangan merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh semua penghuni pondok, baik santri, ustadz, masyarakat yang sholat di masjid pondok maupun tamu yang berkunjung ke pondok. pondok pesantren berupaya menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan hand sanitizer di beberapa tempat.

2. Memakai masker
Memakai masker merupakan kewajiban bagi semua penghuni pondok, baik saat kegiatan belajar mengajar, kegiatan ektrakurikuler, sholat berjamaah dll.

Memakai masker saat kegiatan belajar mengajar merupakan keharusan yang dilaksanakan oleh santri maupun ustadz, bagi santri yang tidak memakai masker tidak diperkenankan mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

Sholat berjamaah wajib memakia masker bagi semua jamaah masjid, baik santri, masyarakat maupun tamu yang sholat di masjid pondok. Dari bagian ketertiban dan asatidz berupaya memaksimalkan pemakaian masker bagi santri saat sholat berjamaah di masjid salah satunya dengan mengecek santri memakai masker sebelum pergi ke masjid, agar santri yang ke masjid benar-benar memakai masker dengan baik dan benar. Bagian ketertiban maupun ustadz tidak hanya mengecek santri memakai masker sebelum ke masjid saja, bahkan setelah sholatpun tetap dicek, bagi santri yang tidak memakai masker akan dikenai sangsi. Bagi masyarakat maupun tamu juga diwajibkan memakai masker, salah satu upaya agar masyarakat memakai masker saat sholat berjamaah di masjid yaitu dengan dipasangnya benner yang berisi anjuran bagi masyarakat. Tidak hanya memasang benner dari takmir masjid juga berjaga di dalam gerbang pondok agar masyarakat yang sholat di masjid benar-benar memakai masker.

3. Suplemen kesehatan
Setiap santri wajib meminum suplemen kesehatan, baik berupa fitamin, habitus sauda’ maupun madu. Upaya ini dilakukan untuk menambah kekebalan imunitas tubuh santri agar tidak mudah terpapar virus corona maupun penyakit yang lainnya.


4. Tidak berkerumun
Setiap santri tidak di perkenankan berkerumun dan selalu diwajibkan menjaga jarak. Untuk menghindari berkerumunnya santri dari pondok berupaya memberikan fasilitas yang lebih kepada semua santri, baik memberikan fasilitas kamar yang hanya dihuni oleh beberapa santri maupun tempat sholat yang biasanya hanya di lantai bawah kini sampai lantai atas.

Leave a Comment