Cara Meletakkan Tangan Setelah Takbiratul Ihram

  • Share

Sebelumnya kita perlu mengetahui masalah – masalah berikut ini :

  1. Batasan untuk menaruh telapak tangan kanan di atas tangan kiri yang diperbolehkan.
  2. Tempat meletakkan kedua tangan.

Berdasarkan hadits Wail bin Hujrin radiyallahu anhu :

لَأَنْظُرَنَّ إِلَي رَسُوْلِ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي قَالَ : فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ قَامَ فَكَبَّرَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّي حَادَتَا أُذُنَيْهِ ثُمَّ وَضَعَ يَدَيْهِ اليُسْرَي وَالرُّسْغَ وَ السَّاعِدَ

“Sesungguhnya saya telah melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam  bagaimana ia shalat. Dia berkata, “Saya telah melihat Rasululah  shollallahu alaihi wasallam   berdiri dan beliau bertakbir dengan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya kemudian meletakkan tangannya diatas punggung yang kiri dan pergelangan tangan kiri dan lengan kirinya.’” ( HR. Abu Dawud Dan An Nasai )

Dari hadits di atas dapat disimpulkan batas meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ialah punggung pergelangan dan lengan tangan kiri. Tidak boleh melebihi siku dengan menggenggam juga tidak diperbolehkan untuk meletakkan dan memadukan keduanya (jari kelingking dan ibu jari digenggamkan sementara jari- jari yang lainnya diletakkan). Kemudian dalam hadits yang lain diterangkan :

عَنْ وَائِلٍ بْنِ حُجْرٍ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَ يَدَهُ اْليُمْنَي عَلَي يَدِهِ اْليُسْرَي عَلَي صَدْرِهِ

Dari Wail bin Hujri radiyallahu anhu ia berkata,”Aku shalat bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam   maka beliau berdiri meletakkan tangan kanan beliau di atas tangan kirinya di atas dada.” ( HR. Ibnu Khuzaimah)

Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa peletakkan tangan setelah takbir yang lebih rajih adalah di atas dada.

 Wallahu a’lam bishshawab.

 

Referensi :

  • Shifat Shalat Nabi
  • Sunan An Nasai III/04.
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *