Keutamaan Penuntut Ilmu

5 minutes reading
Thursday, 20 Oct 2022 12:53 0 360 admin

KHUTBAH PERTAMA

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده

اللهم صل وسلم  وبارك على نبينا محمد وعلى آله و أصحابه وكل من نهج بمنهجه إلى يوم الدين

أما بعد، فيا أيها المسلمون أوصيكم ونفسي بتقوى الله حيث قال تعالى في كتابه الكريم

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُون

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Allah subhanahu wata’ala telah memberikan nikmat yang sangat banyak kepada kita, baik itu nikmat ibadah, nikmat keimanan, nikmat kesehatan, kesempatan dan nikmat-nikmat yang lainnya yang sudah seharusnya kita syukuri, syukur dengan kemantapan hati kita, syukur dengan lisan kita dengan mengucapkan alhamdulillah, dan juga syukur dengan anggota badan kita dengan cara mengerjakan segala yang diridhai-Nya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sang suri tauladan, akhlaknya adalah Al Qur’an, juga kepada keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, tak lupa pada kesempatan ini kami berwasiat kepada diri kami pribadi khususnya dan kepada jama’ah semua pada umumnya agar senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wata’ala, takwa yang sebenarnya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk menuntut ilmu, bahkan perintah menuntut ilmu ini diisyaratkan dalam firman Allah subhanahu wata’ala:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (QS. Al Alaq : 1)

Di dalam ayat tersebut berisi perintah Allah subhanahu wata’ala untuk membaca, membaca adalah salah satu metode utama dalam menuntut ilmu. Bahkan wahyu tersebut adalah wahyu pertama yang turun dari Allah subhanahu wata’ala, maknanya perintah Allah yang pertama adalah perintah untuk menuntut ilmu.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, banyak sekali ayat di dalam Al Quran yang menunjukkan Allah ﷻ memuji orang-orang yang berilmu dan mengangkat kedudukan mereka lebih dari yang lain.

Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah ﷺ, cukup banyak sabda beliau yang menganjurkan umatnya untuk berilmu. Inilah menunjukkan kepada kita keutamaan ilmu dan orang yang mempelajarinya, di antaranya adalah :

  1. Ilmu adalah warisan para nabi, orang yang terbanyak memiliki ilmu mendapat bagian terbesar dari warisan tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda:

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sungguh para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya mewariskan ilmu, maka barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud).

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah menggambarkan bahwa ulama adalah para pewaris Nabi, maknanya mewarisi ilmunya Nabi, berdakwah di jalan Allah subhanahu wata’ala dan mengajarkan agama seperti yang dilakukan oleh Nabi.

  1. Allah ﷻ memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk meminta kepada-Nya agar ditambahkan ilmu. Allah ﷻ berfirman:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

Dan katakanlah wahai Muhammad: Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha : 114).

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Hal ini menunjukkah keutamaan ilmu daripada harta dan kedudukan, karena Allah ﷻ tidak memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan sesuatu kecuali ilmu.

Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan alasan mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hamba Allah yang paling berilmu tentang Allah, diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk berdoa memohon tambahan ilmu. Beliau mengatakan; “Sesungguhnya ilmu adalah kebaikan. Dan limpahan kebaikan memang dibutuhkan. Ilmu itu sendiri berasal dari Allah subhanahu wata’ala, dan cara untuk menggapainya ialah dengan keseriusan, antusiasme besar kepada ilmu, memintanya dan memohon bantuan kepada Allah subhanahu wata’ala serta menghinakan diri kepada-Nya pada setiap saat. (Tafsir As Sa’di: 551)

  1. Menuntut ilmu adalah salah satu jalan menuju surga. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Menempuh jalan untuk mencari ilmu bisa diartikan dengan dua makna, pertama  menempuh jalan dalam arti yang sesungguhnya, yaitu berjalan kaki atau kendaraan menuju majelis ilmu. Kedua, menempuh jalan dalam arti kiasan, yaitu metode atau sarana untuk mendapatkan ilmu, dengan membaca, mendengarkan, dan mengkaji ilmu, diskusi serta metode-metode lain yang menjadi sarana dalam meraih ilmu.

  1. Allah ﷻ mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, baik di dunia maupun di akhirat, Allah ﷻ berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah ayat 11)

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Imam Syaukani rahimahullah menjelaskan bahwa dalam firman Allah (يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ) mencakup pengangkatan derajat di dunia dan di akhirat. Sedangkan dalam firman-Nya  وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات maksudnya Allah mengangkat derajat orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat yang tinggi dan kedudukan mulia di dunia serta pahala di akhirat. Maka barangsiapa menggabungkan iman dan ilmu niscaya Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan imannya dan mengangkat pula beberapa derajat dengan ilmunya. Dengan demikian semua pengangkatan derajat tersebut terkumpul dalam majelis ilmu. (Fathul Qadir : 767).

  1. Allah ﷻ menginginkan kebaikan untuk orang yang berilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memahamkannya dalam agama.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Jika seorang hamba merasakan lapang jiwanya untuk mencintai ilmu maka itu adalah tanda kebaikan. Jika dia senang ketika mendengar ada majelis ilmu maka itu adalah tanda kebaikan. Jika disebutkan kepadanya ada majelis ilmu dia bergembira serta bersegera menghampirinya maka itu adalah tanda kebaikan. Jika diinformasikan kepadanya kitab bermanfaat yang ditulis oleh para ulama dan dia segera mencarinya maka itu adalah tanda kebaikan. Jika seseorang lapang jiwanya untuk mencintai ilmu dan bersemangat untuk mempelajarinya maka itu semua merupakan tanda-tanda kebaikan baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah akan memberikan kefaqihan (pemahaman) agama baginya. “ (Muttaqun ‘alaih)

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم واستغفروه وللمسلمين من كل ذنب، إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله الحد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا

أشهد أن لا  إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده

اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وكل من نهج بمنهجه إلى يوم الدين

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُون

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على ابراهيم وعلى آل ابراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على ابراهيم وعلى آل ابراهيم إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعواتإله

ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك ويا مصرف القلوب صرف قلوبنا إلى طاعتك

اللهم أرنا الحق حقا و ارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا و ارزقنا اجتنابه

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين

اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

وسبحان الله رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

 

Oleh: Adib

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories