Tiga Hak Dan Kewajiban Dalam Kehidupan Manusia

  KHUTBAH PERTAMA   إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لا إله إلا الله …

 

KHUTBAH PERTAMA

 

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فيا أيها الناس اتقوا الله حيث ما كنتم فقد فاز المتقون

قال تعالى في القرآن العظيم: (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ، بسم الله الرحمن الرحيم)

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساءا واتقوا الله الذي تسائلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

فإن أصدق الحديث كتاب الله خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار

 

Jamaah jum’ah rahimakumullah

Pertama-tama kita panjatkan syukur ke hadirat Allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan nikmat dan hidayahNya kepada kita sekalian, dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya dan kepada seluruh pengikutnya yang masih berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnahnya.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, saya berpesan kepada diri saya sendiri khususnya dan kepada semua jamaah jum’ah rahimakumullah : bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan takwa yang sebenar-benarnya, dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, sebab hanya dengan jalan itulah akan memperoleh kebahagian di dunia ini sampai di akhirat yang kekal hingga akhirnya masuk ke dalam surga untuk selama-lamanya.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda :

اتق الله حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحوها وخالق الناس بخلق حسن

Artinya : “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan pasti akan menghapusnya dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.” (HR. Tirmidzi)

Jamaah jum’ah rahimakumullah, dalam hadits ini dapat disimpulkan bahwa ada tiga hak dan kewajiban dalam kehidupan manusia, yang pertama adalah hak dan kewajiban terhadap Allah subhanahu wata’ala, kedua hak dan kewajiban terhadap diri sendiri, dan yang ketiga adalah hak dan kewajiban terhadap orang lain dalam kehidupan masyarakat.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, hak dan kewajiban yang pertama adalah hak dan kewajiban kepada Allah subhanahu wata’ala, yaitu اتق الله حيث ما كنت bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala ketika tidak ada orang lain yang melihat, bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala ketika dalam khalayak ramai, waktu senang, waktu susah dan seterusnya.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, memang takwa adalah kata yang gampang dan ringkas pengucapannya, tapi banyak pengertian yang terkandung di dalamnya. Arti takwa mengandung perintah untuk melaksanakan seluruh perintah yang Allah dan RasulNya perintahkan, juga menjauhi segala laranganNya, sedangkan perintah dan larangan itu banyak sekali macam ragamnya, meliputi segenap unsur kebaikan di dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Jamaah jum’ah rahimukumullah, perintah takwa itu wajib dilaksanakan di manapun juga, karena Allah subhanahu wata’ala itu menyertai manusia di manapun berada sekaligus melihat dan mengawasinya, maka barangsiapa yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala pasti selamat dalam menempuh perjalanan hidupnya menuju tempat kebahagiaan yang abadi, karena takwa merupakan pangkal keselamatan, pemeliharaan dan penjagaan dari Allah subhanahu wata’ala yang telah menjamin akan menjauhkan dari jeratan panas api neraka.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

Artinya : “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam : 72)

Jamaah jum’ah rahimakumullah, Allah subhanahu wata’ala akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di neraka dalam keadaan berlutut.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, Allah subhanahu wata’ala telah berpesan kepada umat terdahulu dan umat terkemudian agar berlaku takwa dalam setiap tingkah laku dan perbuatannya. Takwa merupakan satu-satunya jalan tempuh yang menjembatani manusia menuju kebaikan, tidak ada kejahatan apapun dalam kehidupan manusia di dunia ini melainkan takwalah sebagai benteng kokoh yang melindunginya. Maka kewajiban yang pertama adalah takwa kepada Allah subhanahu wata’ala.

Adapun kewajiban yang kedua adalah hak kewajiban terhadap dirinya sendiri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : وأتبع السيئة الحسنة تمحوها dan ikutilah kejahatan itu dengan kebaikan pasti akan menghapusnya. Jamaah jum’ah rahimakumullah, kewajiban seorang mukmin terhadap dirinya sendiri adalah mengusahakan sebanyak mungkin melakukan amal kebajikan dalam bentuk apapun pada setiap hembusan nafasnya.

Sudah selayaknya apabila setiap mukmin yang bijaksana menjadikan setiap anggota tubuhnya sebagai sarana untuk memperbanyak amal kebajikan. Allah menciptakan mata sebagai sarana melihat ciptaan Allah subhanahu wata’ala yang sangat mengagumkan di alam semesta ini, sehingga daya pikirannya tertarik untuk melangkahkan keyakinan dan pengabdiannya kepada Allah subhanahu wata’ala. Allah menciptakan telinga agar digunakan sebagai sarana untuk mendengarkan kalam Allah subhanahu wata’ala dan sunnah NabiNya serta fatwa ulama’ shalihin yang senantiasa mencurahkan ilmunya sehingga memudahkan jalannya dalam mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wata’ala. Allah menciptakan lisan sebagai sarana untuk membaca kalam Allah subhanahu wata’ala, berdzikir kepadaNya, serta beramar makruf nahi munkar sehingga dengan jalan demikian akan bertambah subur syariat Allah subhanahu wata’ala di muka bumi ini.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, Allah menciptakan tangan bagi manusia agar selalu diulurkan untuk membantu saudaranya yang membutuhkan, juga bisa digunakan untuk menulis ilmu yang bisa diambil manfaatnya, bagi yang belum mengerti akan menjadi paham, sedangkan yang sudah mengerti akan bertambah mantap ilmunya. Allah menciptakan kaki bagi manusia agar digunakan untuk berjalan ke tempat-tempat ilmu dan tempat ibadah, juga sebagai sarana melaksanakan kebajikan-kebajikan sehingga dia berhak untuk mendapatkan gelar mukminul mukhsin.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, yang demikian inilah yang disebut sebagai orang yang pandai dalam mensyukuri nikmat Allah subhanahu wata’ala yang menyebabkan bertambah nikmat dan mendapatkan pahala yang besar di akhirat kelak. Kesimpulannya kewajiban kedua kita adalah beramal kebajikan sebanyak mungkin, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Surah Al Baqarah : 148)

Di dalam ayat yang lain Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya : “Dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.” (Surah Ali Imran : 114)

Jamaah jum’ah rahimakumullah, oleh karena itu bersegeralah untuk memperbanyak amalan-amalan kebajikan, sesungguhnya amalan-amalan kebajikan itu bisa menghapus dosa-dosa.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, dan amal kebajikan yang lebih penting lagi dari semua itu adalah melaksanakan shalat lima waktu. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Artinya : “Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Surah Hud : 114)

Jamaah jum’ah rahimakumullah, ada sebuah hadits yang artinya : “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Shalat lima waktu, shalat Jum’at, dan Shaum Ramadhan dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi hingga shalat, hingga jum’at, hingga Ramadhan berikutnya selama tidak melakukan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim) oleh karena itulah hendaknya kita memperbanyak amal kebajikan, karena amal kebajikan itu bisa menghapus dosa-dosa.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, adapun hak dan kewajiban manusia yang ketiga adalah hak dan kewajiban terhadap orang lain dalam lingkungan masyarakatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda وخالق الناس بخلق حسن “Dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.” Bergaul terhadap sesama manusia dan makhluk dengan budi pekerti yang baik adalah merupakan sikap yang terpuji, berbudi pekerti yang baik adalah merupakan sendi pokok dalam pergaulan yang apabila dipraktekkan niscaya tidak ada lagi persengketaan di antara manusia.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, dalam pergaulan manapun sikap rendah hati adalah modal yang paling utama dan ucapan yang menusuk perasaan menyebabkan orang lain lari dan tidak senang kepada kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

خيركم أحسنكم أخلاقا

Artinya : “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Al Bukhari)

Jamaah jum’ah rahimakumullah, tabiat suka mencela orang lain tanpa melihat diri sendiri akan menjatuhkan martabat dan harga dirinya sendiri, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah pepatah; “Kuman di sebrang lautan tampak sedangkan gajah di pelupuk mata tidak tampak”

Dalam dunia pergaulan, diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam cukup untuk dijadikan sebagai panutan, pergaulan beliau bersama keluarganya, para sahabatnya semuanya penuh dengan kebajikan, budi pekerti yang mulia, dan keluhuran akhlak. Kaum muslimin memuji beliau, sedangkan orang kafir tidak mendapatkan kesempatan untuk mencela beliau. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala berkenan memberi hidayah kepada kita sehingga kita menjadi orang yang bertakwa sekaligus berhati-hati dalam kehidupan dunia ini, dapat meneladani keluhuran budi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan akhirnya bisa mencapai kebahagian abadi dunia dan akhirat.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم لما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين

 

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله حمدا كثيرا كما أمر أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين،

فيا أيها الناس اتقوا الله حيث ما كنتم فقد فاز المتقون ، أما بعد

Jamaah jum’ah rahimakumullah, ada tiga macam hak dan kewajiban manusia di dunia ini; Yang pertama adalah hak dan kewajiban kepada Allah, bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar takwa, artinya melaksanakan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan menjauhi segala larangan-laranganNya, dengan takwa itulah kita semua akan menjadi manusia yang memperoleh kebahagiaan selama di dunia ini dan di akhirat kelak dan akhirnya dapat masuk ke dalam surga untuk selama-lamanya.

Yang kedua adalah hak dan kewajiban kepada diri sendiri, hendaklah kita memperbanyak melakukan amal kebaikan, وأتبع السيئة الحسنة تمحوها “Dan ikutilah kejahatan itu dengan kebaikan pasti akan menghapusnya” oleh karena itu bersegeralah kita untuk banyak mengerjakan amalan yang baik, amal shalih agar kita termasuk orang-orang yang bertakwa.

Yang ketiga adalah hak dan kewajiban kepada orang lain dalam lingkungan masyarakat, yaitu bergaullah dengan sesama makhluk dalam lingkungan masyarakat dengan budi pekerti yang baik, dan tinggalkanlah akhlak yang tercela, yaitu tabiat suka mencela orang lain tanpa memeriksa diri sendiri yang dapat menjatuhkan martabat dan harga dirinya sendiri.

Jamaah jum’ah rahimakumullah, suatu ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diberitahu ada seorang wanita yang meninggal sedangkan semasa hidupnya suka berpuasa pada siang hari dan bangun shalat pada malam hari, tetapi ia mempunyai budi pekerti yang jelek, suka mengganggu tetangganya dengan omongannya, maka saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda لا خير فيها، هي من أهل النار “Wanita itu tidak ada kebaikannya sama sekali, ia adalah penghuni neraka” (HR Ahmad)

Demikianlah khutbah yang kami sampaikan, semoga bermanfaat pada diri saya sendiri dan seluruh jamaah pada umumnya. Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala:

إن الله وملائكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

اللهم أعز الإسلام والمسلمين وأهلك الكفرة والمبتدعة والمشركين والظالمين

اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خذل المسلمين

ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف الرحيم

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

اللهم إنا نسألك العفو والعافية في الدنيا والآخرة

اللهم إنا نسألك العفو العافية في ديننا ودنيانا وأهلنا ومالنا

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

 

Khatib : Ustadz Mundlori M

Editor : Adib

Leave a Comment