
Di dalam diri manusia itu ada salah satu anggota badan yang memimpin seluruh gerak gerik anggotanya, bahkan akal pun dipimpin oleh anggota tersebut, sekaliapun hawa nafsu yang seberat apapun kalau ia memang bisa mengatasinya ia akan bisa dipimpin.
Nah kira kira apakah itu?…… biasanya sih orang orang yang menggambarkannya seperti lopee lopeee, nahh dah tau jawabannya kan, iyaaa Hati nama nya.
Hati adalah suatu anggota tubuh yang merespons kepada semua apa yang ingin ia gerakan, hati lah yang memimpin seluruh anggota tubuh, ketika hati ingin menggerakan sesuatu dialah yang mengirim respons ke anggota tubuh yang lain.
Ketahuilah pada tabiatnya hati itu diciptakan bebas dari suatu hal yang kotor, dan pada akhirnya panca indarlah yang mentransfer semua informasi-informasi yang dia dapatkan, maka hatipun menghilang dari tabiat asalnya. Dan mulai berjalannya waktu, hatipun mulai tertutupi dengan bitnik-bintik hitamnya dosa dari situlah hatipun mulai bergejolak untuk menuruti keinginan hawa nafsu dan hatipun memenuhi dengan hitamnya dosa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh orang mukmin apabila melakukan dosa tertitiklah satu noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti, dan beristighfar, hatinya kembali berkilau. Tapi jika ia menambah dosanya, nodanyapun semakin bertambah hingga menutupi hatinya. (HR Tirmidzi.)
Rasulullah SAW bersabda ;
Di dalam diri manusia itu ada segumpal daging dan ketika segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan ketika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya dan ketahuilah segumpal daging tersebut adalah hati.(HR Bukhari).
Nah dari semua itu ternyata hati itu bisa selalu berubah seiring berjalannya waktu, sampai Rasulullah SAW mengibaratkan keimanan seseorang muslim yang beriman di pagi hari dan murtad pada siang hari, dan dari pengibaratan tersebut khawar yang berperan sebagai keimanan seorang muslim, maka sehendaknya tugas kitalah yang terus menjaga hati dari keragu-raguan yang amat dasyat dan Allahlah yang menakdirkan semua tersebut. Maka kita harus berlindung kepada Allah dari bolak-baliknya hati.
Dari Abdullah bin Amru bahwa ia mendengar Rasuluuah SAW bersabda;
Sungguh, semua hati anak Adam itu berada di antara dua jari jemari Ar Rahman tabaraka wa ta’ala seperti satu hati, dia membolak-balikannya sehendaknya. “Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah yang maha membolak balikan hati, arahkan hati kami agar selalu menaatimu.(HR. Muslim).



