
Sebagai manusia biasa kita pasti memiliki kebiasan buruk, tapi jangan khawatir, meskipun telah menjadi suatu kebiasaan, bukan berarti keburukan itu tidak bisa diubah. Semua yang diangap buruk, merusak dan negatif bisa kita hilangakan melalui datangnya musibah. mengapa demikian?
selain karena telah menjadi kehendak Allah SWT, kedatangan musibah juga karena dilatar belakangi oleh beberapa hal orang-orang modern menyebutnya sebagai hukum kausalitas atau sebab-akibat. Misalnya kita terkena musibah penyakit jantung disebabkan karena merokok dan mengabaikan saran dokter, sesungguhnya datangnya musibah atau bencana disebabkan oleh ulah manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran :
apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari ALLAH Allah SWT dan apa saja bencana yang menimpamu, maka kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi rosul kepada segenap manusia dan cukuplah Allah SWT menjadi saksi(QS. Anisa’: 79)
Ironisnya masih banyak dari kita yang tidak sadar bahwa musibah menjadi sarana menghilangkan kebiasaan buruk ketika musibah datang, banyak orang sibuk mencari solusi tanpa mencari tahu penyebab kehadiran musibah tersebut. Akibatnya datangnya musibah tidak mengubah kebiasa buruk mereka. Mereka gagal menangkap hikmah dibalik datangnya musibah karena hanya sibuk mencurahkan perhatian supaya segera menemukan jalan keluar.
Musibah dapat menghilangkan kebiasaan buruk kita, hanya apabila kita sudi mempelajari penyebab datangnya musibah tersebut. Bahkan dengan menetahui akar sebuah persoalan memungkinkan sebuah persoalan cepat terselesaikan? Demikian manfaat mengetahui akar kedatangan suatu musibah.
seorang pemuda kelahiran bondowoso bernama Fawa merantau ke Yogyakarta, ia bertemu dengan kawan-kawanya yang semuanya merokok, karena merasa tidak nyaman dengan teman-temannya, iapun mencoba merokok. Sampai akhirnya ia menjadi perokok berat, bahkan melebihi teman-temannya. Dalam satu hari, fawa menghabiskan dua bungkus rokok.
Tanpa terasa dua tahun sudah fawa menjadi perokok, selama itu ia nyaman dan nyaris tidak mengalami ganguan kesehatan yang berarti. Namun, memasuki tahun kelima kesehatannya mulai memburuk tubuhnya kurus dan kering ia juga sering batuk namun, kondisi ini tidak menghentikan kebiasaan Fawa merokok ia tetap menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari bahkan ia juga mulai mencicipi minuman beralkohol.
Singkat cerita Fawa mulai sakit sakitan disertai batuk berdarah. Ia harus opname di rumah sakit dokter menyarankan Fawa supaya menghentikan kebiasaan buruknya.



