
Do’a merupakan senjata yang tak berperisai besi, namun hakikatnya terkadang lebih dahsyat kekuatanya daripada tombak bahkan peluru. Karena do’a mampu mengubah suatu hal yang mustahil menjadi mustajabah, membuat suatu yang jauh menjadi dekat dan mengubah suatu yang tak munkin menjadi mungkin berkat sebuah do’a.
Do’a itu selayak mengetuk pintu langit, jika terus menenerus diketuk oleh seorang hamba yang berdoa dengan lirih, maka pintu langitpun akan terbuka untuk menghadap hadirat Allah SWT, kemudian terdengar oleh-Nya dan diselesaikan oleh-Nya ketika ia mendengar do’a itu.
Berapa banyak manusia menjadi kuat bukan karena fisiknya, tapi karena do’a yang terus menerus ia panjatkan, Doa menjadi sebab terindah Allah SWT menguatkan seorang hamba-Nya.
Do’a itu bukan hanya sekedar sebuah permintaan,tapi do’a juga menunjukan sebuah pengakuan bahwa Allah SWT itu maha kuasa atas segala sesuatu dan mampu mengabulkan segala hajat, sehingga ketika seorang hamba berdoa, maka ia telah menetapkan kekuasaan Allah SWT sebagai pecipta serta penguasa.
Do’a itu juga mampu melampai batasan maksimal yang ditetapkan manusia, karena batasan seorang hamba dan Allah SWT tentu sangatlah jauh berbeda, Allah SWT tak memiliki batasan apapun dalam kuasa-Nya, sehingga terkadang kita jumpai berapa banyak logika manusia terkalahkan secara telak oleh sebuah kekuatan do’a yang dikabulkan oleh Allah SWT.
Menyikapi masalah do’a terkadang kita berada di antara persimpangan dua hal, satu hal ialah terkadang saat kita berdo’a kepada Allah SWT kita menyikapi hal tersebut hanya sekedar rutinitas tanpa makna, ia tak berdo’a dengan sepenuh hati, dan disisi lain do’a adalah bagian kekuatan besar yang Allah SWT ajarkan dalam kehidupan kita.
Padahal, kita mengetahui betul apapun yang tidak memiliki keterikatan hati serta jiwa, maka akan menjadi sesuatu yang tidak berhaga disisi Allah SWT, seperti sholat tanpa hati yang khusyuk, maka hanya akan menjadi gerakan tanpa mendatangkan keridhaan Allah SWT.
Jika doa hanya sebatas rutinitas tanpa makna yang dihadirkan, maka segala kopleksitas masalah tak akan pernah terurai, karena sesungguhnya doa adalah anak tangga kita untuk menjemput pertolongan dari sang maha kuasa dan inilah hal yang harus diperhatikan serta dievaluasi pada setiap hamba.
Maka mari kita bersama menjadikan doa berakar pada keilmuan yang akan mengarah pada hadirnya hati serta kesadaran jiwa di dalam meminta kepada Allah SWT sang maha kuasa doa akan menjadi sebuah langkah yang akan menjadikan segala problem kehidupan kita terasa lebih ringan juga sebagai bentuk ikhtiar kita mencari solusi dalam menangani masalah pada kehidupan kita.
Karena sejatinya masalah itu muncul dalam kehidupan kita, itu semua atas kehendak Allah, maka jika ingin masalahmu dapat tertuntaskan maka mohonlah jalan kepada Allah SWT dengan benar-benar memohon, maka insyallah,Allah akan menangani problem hidupmu .



